Jumat, 23 Januari 2026

Tempat Pulang

Pxhere.com
...

Bagaimana mungkin aku menjadi manusia yang keras kepala terhadap perempuan itu? Betapa bodoh dan angkuhnya aku menjadi seorang perempuan.

Aku terbengkalai akan kesadaran, hanya sibuk mengeluarkan keluh kesah, tanpa tahu diri. Benar, sampai sejauh ini aku selalu mengatakan "ia" terhadap setiap perkataan dan permintaan perempuan itu, tapi tidak dengan ketulusan. Namun ketika melihat rasa sakit perempuan itu, aku sadar dengan segala kebodohan dan keliaran ku terhadap perempuan itu adalah salah.

Perempuan itu adalah rumah tempat untuk pulang dan berteduh. Ini tentang rumah yang sudah seharusnya dan sepatutnya diberi kebahagiaan selagi masih mampu, bukankah adalah kebahagiaan, ketika masih bisa melihat senyum dan suara perempuan itu. Masih bisa merasakan masakan yang dimasak oleh perempuan itu, adalah kenikmatan yang sering kali tidak dihargai olehku, begitu tidak bersyukurnya aku.

Duh, betapa aku menjadi seorang perempuan yang tidak tahu diri, bagaimana mungkin aku pernah mengucapkan ada tidak ada perempuan itu aku akan sama saja, kebodohanku yang terbesar pernah mengucapkan hal-hal bodoh demikian. Setelah ini dan setelah hari ini, aku benar-benar mau belajar menghargai sisa hidup bersama perempuan itu, tidak mau menjadi seseorang yang akan merasa kehilangan dengan penyesalan. Menjadi sampah yang keras kepala.

Doa, harapan dan yang ku semogakan, di masa tua perempuan itu, bisa merasakan sejahtera dan kebahagiaan yang memberikan senyuman sukacita tanpa embel-embel beban, perempuan itu adalah tempat pulang yang berharga dalam hidupku. Ya, perempuan itu adalah ibuku, perempuan batak yang luar biasa tangguh. Maaf untuk setiap tangisan yang pernah sengaja keluar dari bola mata telanjangmu. Terima kasih sudah menjadi ibuku, berlebih untuk cintamu yang tanpa batas.

***

Rantauprapat, 23 Januari 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar