Selasa, 30 Juni 2020

Merangkakai Makna dan Rasa dengan Aksara

Pixabay.com
...
Matanya penuh cinta dan pesona, berselancar mencari ramuan kata yang akan memiliki cahaya pun makna keindahan. Matanya tak mau terkurung dalam barisan kata bisu

Tak mau terombang-ambing dalam luasnya lautan kata, ia akan menyeret dirinya pada hutan kata-kata : hingga menemukan kata yang bermakna pada aksaranya. Ketika ia menemukan makna dan rasa pada aksaranya, ada garis senyuman yang terlihat di bibirnya

Yang diinginkan hatinya hanya merangkai makna dan rasa dengan aksara. Karena aksaranya adalah salah satu sumber kebahagiaan di jiwanya

Biarlah
Biar ia mencari, berlari, dan mengejar kata-kata yang berarti untuk aksaranya

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[Rantauprapat, 30 Juni 2020, 18:41]

Minggu, 28 Juni 2020

Tak Lagi Perlu Hadirmu

Pexels.com
...
Tak usah lagi mendekat padaku.
Aku tak lagi perlu hadirmu, jika hanya luka yang kau rasakan dariku
Luka katamu? Padahal aku hanya merotasi hatiku dari keganjilan yang kau buat

Lebih baik kau pergi dan menjauh dariku, tak masalah jika kita sudah tak sejalan. Tanpamu, hamparan semestaku akan tetap baik adanya

Kau yang membuat kita berjarak, kenapa kau seakan membenarkan diri atas nama persahabatan. Memanjatkan doa untuk pembenaran. Sungguh aku lelah atas sikapmu. Aku tak lagi kuasa menahan diriku atas tuduhan yang tak mendasar darimu

Aku tahu keterbatasanku dan aku sadar kau lebih memikat dariku. Bukan berarti kau tak pernah salah. Haruskah kau mengalami disabilitas nurani? Hingga tak ada kejujuran di ladang hatimu

Mungkin kau tak sadar, kau lah yang menciptakan kepedihan itu di hatimu. Kau tak berdamai dengan dirimu, kau tak berani mengakui kesalahan yang telah bermukim di perjalanan hidupmu

***
Lusy Mariana Pasaribu

Aku Mencintai Rahasiamu

Pexels.com
...
Aku memiliki alasan kenapa aku mencintai rahasiamu. Mudah dan sederhana, rahasiamu adalah caraku menjaga kepercayaanmu. Tak masalah jika kau memilih bersembunyi dari banyak orang tapi kau mau berbagi cerita denganku.

Jika menjaga rahasiamu tak membuatku jauh darimu. Aku akan berusaha untuk baik-baik saja. Biarkan diriku terhanyut dalam kisah ini. Di semestaku, aku mencintaimu bersama keseluruhan rahasiamu.

Walau aku bukan seseorang yang istimewa di perjalanan hidupmu.  Darimu aku paham untuk terus bertahan kala himpitan menerpa. Kau mengajariku bagaimana caranya beranjak dari kegagalan, dan jangan selalu menunjukkan keberadaan pada orang lain.

Sungguh aku tak apa, aku akan tetap menganggumimu. Dan rasa ini tak akan berakhir pada air mata. Aku hanyalah perempuan melankolis yang menyematkan rahasiamu menjadi sesuatu yang berkesan bagiku.

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 26 Juni 2020

Nurani yang Menuntut Hati

Pixabay
...
Terkadang perbedaan memang jadi masalah dalam menjalani kisah cinta, saat perbedaan keyakinan ada di antara kasih sayang dan indahnya romantisme, maka kemana akan berujung ? Selain berada dalam getaran perpisahan

Dan nurani yang dibutuhkan, jika nurani yang jadi bahasa maka makna cinta tak lagi mampu bersuara 

Pada masing-masing jiwa, biarlah nurani yang menuntun hati dalam menjalani bingkai-bingkai perjalanan cinta, hingga kata hati akan menyapa dan tersimpan rapi di bilik sukma

Sesungguhnya nurani adalah bahasa terindah dalam hati, dan cinta kepada Tuhan akan jauh lebih besar dari pada cinta kepada cinta manusia yang dirasakannya

***
Lusy Mariana Pasaribu
[Rantauprapat, 26.06.2020, 18:55]

Kamis, 25 Juni 2020

Menulis untuk Kebaikan Semesta

www.kompas.com
...
Menulis untuk Kebaikan Semesta

Semerbak wangi bunga mawar merah yang kusukai terkadang seolah-olah ada di dalam tulisanku. Karena terkadang ada rahasia yang tak diketahui orang lain tapi ada di tulisanku. Kutitipkan banyak cerita pada tulisanku.

Tulisan yang kutulis tak akan pernah menyakitiku, aku menulis untuk kebaikan semesta. Setidaknya untuk semestaku sendiri. Walaupun ada atau tidak ada orang lain yang akan membacanya.

Seperti istilah yang pernah kubaca dan pertama kali dicetuskan dalam karya Plautus dalam karya Asinaria (Wikipedia), mengatakan bahwa "manusia adalah serigala bagi sesamanya manusia". Karena hati manusia itu sulit dipahami dan diterjemahkan. Sebab manusia adalah bagian partikel debu dari semesta, yang mudah tertiup angin ketidakberdayaan.

Dan apa pun perihal rasa yang sulit kuterjemahkan terhadap orang lain (sesama manusia), aku memilih menuliskan perihal rasaku pada tulisanku. Entah itu pada puisi atau cerita pendek. Aku pun yakin, tulisanku akan menjadi jejak di perjalanan hidupku. Pun menjadi partikel baik pada semestaku. 

Aku sadar, terkadang ada sisi negatif yang berkuasa dalam diriku. Tapi aku tak mau dikuasai hal itu. Yang bisa kulakukan adalah memiliki niat baik dari hati dan menuliskan hal-hal yang positif dari kenegatifan dan kegelisahan hatiku. Sehingga akan tercipta energi yang positif dariku. Itulah sebabnya jika ingin menulis dan mengurai kata-kata, tulislah hal yang positif. Kalau pun keterbacaannya minim bahkan kalau pun tak ada yang membaca, dirimu sendiri yang akan membacanya.

Ketika aku menulis, aku berupaya untuk meletakkan nilai etika yang benar. Melalui tulisan, aku bisa mendapatkan kesejahteraan hati. Aku bisa mengeluarkan segala hal yang kuinginkan dan mendapatkan pencerahan.

Seperti artikel fiksi yang pernah kutulis, seni dalam mencintai. Dalam menulis pun ada seninya. Memilih judul, memilih kata hingga dijadikan kalimat, memilih tata bahasa dalam mengorganisasikannya dalam bait demi bait juga memilih gambar untuk dijadikan background pada tulisan. 

Bagiku yang pasti dan terpenting, aku menulis lebih dulu untuk kebaikan dan kesenangan diriku. Jika ada orang lain yang akan senang membaca tulisanku, itu bonus. Karena aku tidak tahu pasti tulisan seperti apa yang disenangi orang lain. Selera orang pun pastilah berbeda pada setiap tulisan yang ada. 

Dalam menulis pun, aku akan tetap menjadi diriku sendiri. Menulis apa yang kusukai. Menulis puisi tentunya. Karena ada gairah bagiku ketika menulis puisi. Ada kebaikan yang hadir dan kurasakan bersama tulisan-tulisan di puisiku. Sebab puisiku memiliki daya tarik tersendiri. Tulisan puisiku juga mudah dipahami, tak butuh rumus-rumus deret aritmatika untuk menerjemahkannya. Sebagian besar puisi yang kutulis adalah mengenai cinta dan romansa asmara. Sebab cinta adalah salah satu sumber kekuatan dalam menjalani bingkai-bingkai kehidupan.

MENULISLAH untuk KEBAIKAN SEMESTA, dan aku akan membiasakan diri untuk tidak berekspektasi lebih kalau tulisan yang sudah kutulis akan diminati dan disukai banyak orang. Aku percaya segala sesuatu yang ada dan bergerak pada kurva di lintasan waktu, tak akan pernah linier. Sebab hidup dan rasa seseorang itu penuh ragam dan banyak warna juga berbelok-belok. Haha, begitulah hidup dan dinamika perjalanan tulis menulis yang kulalui. Karena jika aku berharap demikian, aku akan kecewa.

Bagiku sendiri, aku akan berusaha untuk tetap menulis tanpa mempermasalahkan umpam balik dan memikirkan tentang berapa banyak hasil dari apa yang kutulis. Dan aku akan merasakan kebahagiaan dari tulisan yang tercipta dari diriku sendiri. Karena aku menulis untuk kebaikan semestaku. 

***
Lusy Mariana Pasaribu
[Rantauprapat, 25.06.2020, 21:47]

Senin, 22 Juni 2020

Kau Masih Sahabatku

Pixabay
...
Maaf membuatmu tak nyaman atas sikapku, aku terlalu egois dan kaku menterjemahkan beberapa hal

Aku pun dengan rela melakukan kesalahan pada banyak hati, menjerumuskanku diriku pada gelap yang buatku alami kegersangan dan kehampaan

Kau tak rela melihatku layu dan mengalami kehancuran. Kau berlari menghampiriku, membawa nutrisi yang benar untuk jiwaku. Memberiku pencerahan dan menyadarkanku, kau juga memberi sentuhan yang benar padaku. Hingga akhirnya, aku merasakan kebenaran di lautan hati hingga nalarku 

Kau masih sahabatku, itu yang kau ucapkan padaku

Beruntung dan bahagianya aku memiliki sahabat sepertimu. Kau menjelma menjadi penolong di fragmen hidupku

Terima kasih masih menantiku di beranda hatimu, sahabatku

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[22.06.2020, 18:57 WIB]

Minggu, 21 Juni 2020

Tetap Membumi

Pixabay.com
...
Kau memang memiliki kuasa atas beberapa hal, aku paham tentang itu

Yang kuharapkan darimu, kau tetap membumi. Jangan biarkan ruang-ruang hatimu, hanya diisi angin keangkuhan

Jika keangkuhan merajai lembah hati dan nalarmu, kau akan memberikan badai yang berkepanjangan pada hati orang lain

Ini bukan pula sekedar harapanku, namun juga kebaikan yang akan menyelamatkanmu

Karena jika kekuasaan yang ada padamu kau genggam dengan erat, kau akan melumuri dirimu dengan kesia-siaan. Sebab kekuasaan itu hanyalah sementara 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Menulis dengan Hati

Pexels.com
...
Aku perempuan melankolis yang menyukai puisi, dan aku lebih suka menulis puisi yang beraroma cinta dan romansa asmara

Kenapa yang kutulis mayoritas tentang cinta dan romansa asmara? Karena salah satu hal yang dibutuhkan dalam hidup adalah cinta. Dan ya, itu juga karena ketika aku patah hati, aku menulis. Ketika aku bahagia, aku pun menulis 

Puisiku adalah artikel fiksi yang lahir dari nalar pun hatiku. Di balik huruf-huruf dan kalimat-kalimat aksara puisiku, banyak makna dan warna di dalamnya 

Jari jemariku pun bisa bebas menari-nari dan memiliki energi saat menulis puisi 

Dan percayalah semua puisiku yang sudah tertulis, aku menulis dengan hati. Jujur kurasakan bahwa bersama puisi, aku menjatuhkan diriku dalam kebahagiaan

***
Lusy Mariana Pasaribu
[Rantauprapat, 21 Juni 2020, 21:05]

Senyuman Pagi

Pinterest.com/painting by Leonardo Da Vinci
...
Kau tahu, senyumanmu itu bisa bermakna baik bagiku. Dengan kau tersenyum, ada sesuatu yang bisa dikalahkan. Kesedihan yang kurasa, bisa terhapus dari hatiku

Senyuman pagi darimu, mampu membuatku mengalami semangat dan ketenangan untuk menjalani hari

Karena senyuman yang kau berikan itu menjelma kekuatan untuk diriku, aku pun bisa merasakan kedamaian juga kesejukan

Ketika aku harus memikul beban akan problema hidup, dan disandung luka lara yang teramat. Aku akan bangkit, setelah berteduh di bawah pohon senyumanmu yang rimbun. Hingga aku berdampingan dengan cahaya harapan, dan meyakinkan diriku bahwa aku memiliki penerang di jalan kehidupanku

Sebegitu istimewanyakah senyumanmu? 

Ya, aku suku suka senyumanmu, apa lagi caramu tersenyum. Aku merasa bahagia melihat senyuman yang lebar dan ceria

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kamis, 18 Juni 2020

Tentang Kehilangan

Pixabay
...
Terpasung rasa sesak
Memunggungi kesedihan 
Hanya bisa diam dan di sudut-sudut hati, bertengkar dengan nalar
Cara menerjemahkan kegembiraan, tak lagi teraih
Dibayangi ketakutan 

Kesedihan berhamburan
Terlalu banyak tangis dan ratapan terdapat dalam bingkai-bingkai kehidupan yang terlihat nyata olehku

Apa yang lebih penting dari hidup? 
Bahwa hidup adalah pilihan dan menerima keberadaan hidup dengan baik, sekalipun itu tentang kehilangan. Kehilangan harapan akan keadilan

Hingga hanya ingin beranjak, melangkah dan menyingkirkan keangkuhan serta suara-suara yang memberikan nada-nada ketidakadilan hidup

Mungkin ini adalah kesalahan yang tak dapat dibatalkan, hanya bisa menduga-duga dan menerimanya walau tanpa penerimaan

***
Lusy Mariana Pasaribu

Rabu, 17 Juni 2020

17 Juni 2020

Pixabay 
...
Tanggal 17 Juni 2020, adalah tanggal yang istimewa bagiku. Tanggal ini menjadikan hari yang berbeda untukku. Pun menciptakan kisah romantis dalam hidupku. 

Kau menepati janjimu, memberikan kabar baik yang akan selalu kuingat. Kebaikan yang bermakna cinta ini akan tersimpan di bilik hatiku.

Kau mencipta nada kebahagiaan yang menjadi babak baru di fase kehidupanku, dan akan tercatat dengan baik dalam memoriku.

17 Juni 2020, adalah rasa dan penyeimbang di fragmen hidupku. Ma sa-masa sulit yang kita alami perlahan berguguran dan berlalu.

Percikan keindahan, kita mulai merasakannya. Kita mengalami perubahan hidup yang lebih baik.

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[Rantauprapat, 17 Juni 2020, 20:37 WIB]

Minggu, 14 Juni 2020

Kau Sengaja

Wordpress.com
...
Kau sengaja melukainya, mengintai dengan caramu
Melaksanakan pesan untuk membuatnya hancur 
Lantas, kenapa kau berdusta dengan berkata kau tidak sengaja. Sungguh itu kebohongan besar

Apa yang telah kau lakukan, sungguh menyusahkan hidupnya
Mungkin jantungnya masih berdegub, kala serpihan luka dari kejadian itu terbayang
Bahkan sangat mungkin, ia tak akan bisa melupakannya, walau berusaha untuk baik-baik saja

Kekecewaan dan amarah telah menindih juga menimpanya

Lalu, keadilan macam apa sebenarnya yang akan diterima olehnya?
Karena harapan yang ia miliki untuk menuai keadilan, telah terkoyak
Kekuatan dari pasal-pasal keadilan tak didapatkannya, sebab kejujuran dan keadilan telah menyelinap di antara hati sang penguasa

***
Lusy Mariana Pasaribu


Sabtu, 13 Juni 2020

Kebahagiaan Cinta yang Sangat Lengkap

Pixabay
...
Ketika kau memutuskan untuk menerimaku seumur hidupmu, aku ingin tetap seperti ini. Berdua, bersama, saling membangun dan menjalani sisa hidup yang ada. Bersama bumbu-bumbu dari kerajaan cinta kita yang akan lahir

Aku mengerti bahwa kebahagiaan dan kesedihan akan selalu ada dan hadir silih berganti dalam hubungan kita. Bukan berarti harus meninggalkan. Tak ada yang akan berubah, jika dalam hubungan cinta yang kita miliki, kita berdansa dengan pengertian juga kepercayaan. Itu yang kau ucapkan

Aku jatuh cinta dalam cintamu

Aku berdoa, agar cinta kita tak akan tenggelam dalam gelombang godaan hati yang lain

Walau kisah cinta kita tak seindah kisah cinta para pujangga, yang terpenting bagiku : Aku merasakan kebahagiaan cinta yang sangat lengkap denganmu

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 12 Juni 2020

Aku Tersandera oleh Untaian Kata-katamu

East Idaho News
...
Untaian kata-kata yang keluar dari bibirmu. Menghadirkan rasa nyaman, membuatku terbaring di titik kepercayaan terhadapmu.

Kemudian, kau memberiku rencana indah nan bahagia. Melapisinya dengan banyak janji. Kau pun memenangkan hatiku. Aku tersandera oleh untaian kata-katamu. Aku tak miliki keraguan, sebab aku melihat kesungguhan hati yang ada padamu

Untuk sesaat, aku merasa istimewa
Yang terjadi adalah, aku hanya menyeret diriku pada kesedihan yang dalam

Ruang-ruang waktuku kembali ditemani kisah sendu. Janji yang pernah kau ucapkan untuk menjadi penghuni tetap di hatiku, hanya tinggal kata-kata. Kau melepaskan janji itu. Sebenarnya, kau tak pernah ingin menetap

Berbagai intimidasi kau beri untukku. Buat air mata terhambur di wajahku. Kau menghanguskan harapanku. Sayap-sayap kepercayaanku patah. Aku kembali pata hati

Aku ingin menyudahi cerita bersamamu. Tak akan membiarkan hatiku tercabik lebih lama, karena tersandera oleh untaian kata-kata manismu

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[Rantauprapat, 12.06.2020, 21:15]

Rabu, 10 Juni 2020

Hasrat yang Bukan Milikku Lagi

Medium.com
...
Kau hasrat yang pernah ingin kurengkuh. Saat itu, hatiku pun tak kubiarkan beranjak dari hatimu 

Ternyata
Semua hanyalah semu, aku yang memaksakan diri untuk masuk ke pintu hatimu. Perihal cinta kita hanyalah fatamorgana bagimu

Mataku terpejam saat aku menemukan diriku berada di antara dustamu. Aku memutuskan membiarkan air mataku tercurah. Hatiku pun kembali membatu, aku hilang kendali

Kini, aku menyesal 
Kenapa aku pernah berusaha menjadi yang terbaik untuk seseorang sepertimu

Jejak yang kau tinggalkan di relung waktuku
Monoreh sadar, bahwa kau adalah hasrat yang bukan milikku lagi. Kita adalah koma yang tak akan pernah menyatu pada kata titik 

Sejarah kita hanyalah masa lalu, dan kau adalah bagian hidup yang harus terpisahkan dariku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 09 Juni 2020

Seni dalam Mencintai

Worldbank.org
...
Seni dalam Mencintai

Dalam mencintai, banyak seni di dalamnya. Ada saatnya merasakan kelayuan, kepatahan, hingga kajatuhan seperti daun yang patah di musim gugur. Dalam mencintai ada pula harapan indah, membagi tawa dalam kebahagiaan dan merasakan bunga-bunga cinta yang bersemi di hati

Saat merasakan kesedihan, telinga akan mendengarkan lagu-lagu patah hati
Saat merasa bahagia, telinga pun akan mendengarkan lagu-lagu cinta

Dalam mencintai, bukankah ingin dimengerti tapi tanpa sadar seringkali tak mau mengerti
Aneh bukan!

Kala rindu menyergap, hati ini ingin berlari mendekat. Tapi ketika sudah bersua, akhirnya sudah biasa saja bahkan bisa saja kehabisan percakapan

Banyak seni dalam mencintai, saat kisah-kisah kelu yang dilahirkan oleh cinta tapi tetap saja banyak hati yang ingin berenang dan tenggelam dalam lautan cinta

Barangkali, kesempurnaan cinta dan nikmatnya romantika asmara adalah saat bab-bab mencinta terbuka dan menjalani segala seni di dalamnya. Termasuk perbedaan irama yang ada antar hati

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Logical Fallacy

Pixabay
...
Kesalahan logika berhamburan dan menguasaimu
Menghapus tawa dan meninggalkan kepedihan
Tak ada kepedulian darimu, yang kau beri hanya ketidakadilan

Banyak yang bersedih hati sebab ulahmu, pikiranmu sesat. Mungkin kau sudah mematikan hatimu pada kebenaran. Keputusanmu yang tak berdasar memberi keraguan dan seolah menjadi ganjil

Banyak pula hati yang merapuh, dan sebenarnya kau tak berhak mengaburkan sesuatu yang sudah baik. Sulitkah bagimu untuk menerima perbedaan. Apa yang kau cari? hingga kesewenang-wenangan tumbuh liar dalam tindakanmu 

Bukankah setiap orang berhak untuk menerima kebaikan, tapi kau malah menghadang perjalanan orang lain dengan bersembunyi di balik kekuasaan

Catatan : Puisi tertulis pada tanggal 09.06.2020, tepat pukul 21:27 WIB dan itu setelah membaca artikel filsafatnya pak T.H. Salengke, yang berjudul "Mengenal Logical Fallacy"

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Senin, 08 Juni 2020

Meski Kau Bersama Orang Lain

Hipwee.com
...
Bicara tentang cinta
Aku pernah percaya bahwa cintaku istimewa. Hingga aku berharap dihujani kebahagiaan dan kesetiaan

Pada sorotmu, aku pernah mendamparkan daun hatiku untuk berbagi cerita

Ternyata, aku hanya membenamkan diri dalam kesemuan
Berpuing luka kuterima sebab membesarkan harapan akan dirimu. Menghadirkan sayatan sembilu di hatiku

Aku tak bisa lagi menemanimu

Dan cinta untukmu, mau tak mau harus kutanggalkan. Realita menjelaskan, kita tak pernah berjalan pada satu arah yang sama dan tak lagi bisa bertaut

Aku pun tak mau terbawa pada jalan curam dan hatiku akan mengering. Aku akan membiarkanmu pergi dan melepaskan diri dariku

Meski kau bersama orang lain nantinya, aku sudah memutuskan untuk tidak akan membiarkan diriku terusik karenamu
Aku harus melakukan apa yang sudah kuputuskan 

Agar hidup di periode waktu yang kulalui, berujung pada kebahagiaan

Ini kisahku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Minggu, 07 Juni 2020

Di Bawah Langit yang Sama

plukme.com
...
Desember 2012, kita bercerita dan menjelaskan tentang perasaan yang ada di antara kita. Di bawah langit yang sama, kita memutuskan menjadi sepasang kekasih. Karena kita memahami kalau kita saling jatuh hati. Dan kau menjadi kekasih pertama dalam hidupku

Musim terus berganti, berdua kita nikmati perjalanan cinta. 3 tahun kita saling berbagi kisah dan cerita. Berjanji untuk merajut masa depan berdua

Tak pernah kuduga, akhirnya kita terhenti dan berpisah. Aku berpapasan dengan gulungan keraguan. Entah mengapa, aku tak menyakinimu untuk kujadikan teman hidup.

Aku menjatuhkan hujan air mata dan badai dalam hatimu, dan kau memilih untuk pergi dariku selamanya. Dan kita berpisah karena keinginanku.

Detak-detak waktu tak pernah membisu. Ia mengabarkanku tentang sesuatu. Dan aku tahu, kau sudah bersama yang lain. Mengayunkan langkah untuk memulai episode kehidupanku yang baru.

Rupanya, kabar itu memberi dentuman di hatiku. Menaburkan perih dan air mata untuk diriku. Keraguan membenturkanku dalam penyesalan, aku tersesat pada jejak-jejak kepatahan.

Dan aku hanya bisa merelakan

Aku pun kembali memulai perjalananku tanpa hadirmu. Bergandengan tangan dengan keikhlasan.

Tidak ada alasan bagiku untuk terus patah hati

Di kedalaman hati, aku memutuskan untuk membuang kesedihan 
Aku ingin menikmati alur kehidupanku

Di antara lalu lalang perjalanan hidupku. Terkadang, ada saja hal yang mengingatkanku tentang kekasih pertamaku. Seseorang yang pernah mengisi hari-hariku. Mengajak pun menyeretku pada halaman dari bab-bab masa lalu.

Cerita lalu yang tersimpan nyaris membuat hatiku gemetar dan ingin mengulang kisah yang pernah terjadi. Namun, aku menyadari : cintaku bersamamu telah kandas, selesai dan kehabisan energi.

Kepada masa lalu, sungguh aku tak berniat membuat kekacauan lagi dalam hidupku. Walau terkadang, bayangmu masih menghampiri hatiku. Aku akan berhati-hati terhadap nostalgia yang terurai dalam relung jiwaku.

Di bawah langit yang sama. Aku akan menjaga hati dan menginzinkan halaman hatiku ditumbuhi cinta yang baru

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[Rantauprapat, 8 Juli 2020. 00:50 WIB]

Jumat, 05 Juni 2020

Berani Merotasi

Pinterest
...
Ketika keberdaanmu tak dihargai olehnya. Karena padanya hanya ada egoisme 
Ambillah keputusan dan tidak perlu ragu, sedih apa lagi merasa takut
Beranjak pergi darinya

Mungkin, kau tak akan bisa lagi bercengkerama dengan hangat padanya

Bagaimana pun, kau tak perlu mempertahankan seseorang yang seperti itu 
Mudah menyerah dan tidak memiliki semangat dalam diri

Yang harus kau lakukan adalah berani merotasi hatimu, dan melibas ketidakbenaran
Jangan biarkan dirimu bersembunyi di balik sebuah janji dan sejajar dalam kesalahan

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Setiap Kita adalah Partikel

Pixabay
...
Kita tenggelam dalam skenario rasa. Dan kita bebas memilih, apakah kita akan menghadirkan kebahagiaan atau kesenduan pada orang lain

Kita bisa berserikat dan melangkah bersama dalam perbedaan. Bisa pula kita menghentikan langkah, saling menjatuhkan dan memetik kedamaian orang lain. Itu tergantung pilihan kita

Dan harusnya, kita tetap berusaha untuk melautkan diri pada penerimaan 

Dalam hidup, kita perlu menerapkan estetika nilai-nilai kebenaran. Agar kita tak salah meletakkan nilai dalam meneruskan kurva perjalanan. Ini tentang naluri jiwa dan arti dalam hidup 

Karena setiap kita adalah partikel dari himpunan-himpunan dalam denting waktu di kehidupan ini

Dan tentunya tak ada kisah dan peristiwa yang terjadi tanpa seizin sang empunya semesta

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Matematika Itu Kita

quipper
...
Matematika itu kita, yang terkadang menjelma dalam kerumitan
Dipenuhi banyak tanda tanya Bercoleteh tentang deretan angka-angka

Dalam kehidupan, matematika selalu menemani. Karena setiap tanda yang ada pada matematika, itu kita butuhkan. Baik itu penambahan, pengurangan, perkalian dan juga pembagian

Dalam hidup, kita perlu :

Menambah hal yang positif
Mengurangi hal yang negatif Menggandakan pun berbagi kebaikan 


Pada lintasan waktu yang dilalui, kita akan menghadapi matematika, baik bagi kaum lemah juga bagi kaum elit

Matematika bukan pula hanya sekadar wacana dari penikmat angka-angka

Sederhana dan mudah, matematika itu seperti bernyawa

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kamis, 04 Juni 2020

Serasi di Antara Perbedaan

Karen Mathison Schmidt
...
Mari kita serasi di antara perbedaan

Jangan biarkan hidup dipenuhi kesuraman dan badai permusuhan karena racun perbedaan

Membunuh karakter dengan saling melempar cacian tanpa nurani

Kita harus beranjak dari paradigma yang mengkotak-kotakan perbedaan, merasa kalau yang putih lebih baik dari yang hitam

 Harusnya kita menyingkirkan kata perbedaan, jika kata itu menjadi penghalang bagi kita untuk bisa beriringgan dalam cahaya kebersamaan

Di antara perbedaan pun, kita bisa merajut asa untuk hidup damai dan garis-garis dari jalan kebahagiaan bisa muncul dari riuhnya keberagaman

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kita Semua Pelaku Sejarah

Pixabay
...
Bagaimana cara kita menjadi pelaku sejarah?

Sadar atau tidak, kita pasti meninggalkan jejak pada orang lain. Baik itu tentang kebaikan atau keburukan. Menjadi lembar-lembar kenangan dalam rahim ingatan

Akan selalu ada kenangan dari setiap kisah yang terjadi, entah itu luka karena kesedihan atau bahagia karena tersenyum

Di antara hiruk pikuk kehidupan, kita memilih menjadi pelaku sejarah yang seperti apa pada orang lain? 

Menjadi seseorang yang membumihanguskan cerita orang lain kah, dan orang itu akan menyimpan tangis di hatinya.  Atau menjadi seseorang yang mengisi ruang-ruang hidup orang lain dengan deretan frasa kebaikan, dan orang itu akan tumbuh subur bersama asa untuk menjalani hidup

Sejarah adalah perjalanan

Dan kita juga terlahir dari semenanjung sejarah

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Keangkuhan Diri

Pixabay
...
Aku pernah berbaur denganmu dalam suasana yang menyenangkan. Merasakan keramahanmu

Perlahan, kau berubah menjadi seseorang yang butuh pengakuan dan tak pernah mau disalahkan

Sering aku berpura-pura dan terpaksa untuk setuju kalau kau dengan segala ucap lagi tindakanmu itu benar. Dan aku hanya mampu memberikan senyuman nan palsu untuk itu

Kau seakan tak miliki empati, nuranimu kering. Kau suka tersesat dalam pertengkaran, candu pada amarah. Buatku sering meratap dengan pahit pedih dan luka sakit menimpaku

Kau dan keberadaanmu seperti pohon yang menjulang tinggi dengan penuh rasa angkuh. Kau selalu berusaha keras, agar puja pada dirimu tak pernah habis. Kau menebar kekeringan, kegersangan lagi kehampaan. Seolah-olah kau tak pernah membutuhkan orang lain

Tak ada yang terukir indah bersamamu, kau seringkali membawa badai pada hatiku

Namun, 
Aku tetap mendoakanmu
Agar kasih sayang, perasaan cinta juga kemurahan hati berjumpa denganmu : hingga kesadaran bertahta di hidupmu. Dan kau tak akan tenggelam bersama gulungan keangkuhan diri yang akan menggelicirkanmu pada kehancuran

***
Lusy Mariana Pasaribu

Rabu, 03 Juni 2020

Bahasa Perbedaan

IDN Times
...
Tuhan tak pernah mempermasalahkan perbedaan
Baik hitam atau putih
Tinggi atau pendek
Agama yang satu atau agama yang lain

Manusia lah yang mempermasalahkan perbedaan dan keberagaman. Dengan sadar menciptakan bahasa perbedaan

Mempertanyakan tentang identitas yang berbeda, melakukan diskriminasi terhadap kaum minoritas, hingga menciptakan banyak luka pada banyak hati

Janganlah bahasa perbedaan terus bertahta dalam hati, karena itu akan menimbulkan konflik horizontal dalam hidup manusia

Berharap sayap-sayap keberagaman dari manusia, akan bisa bermuara pada notasi irama penerimaan dan solidaritas dalam menjalani hidup

***
Lusy Mariana Pasaribu

Bersanding dalam Harmoni

Pixabay
...
Aku siang
Kamu malam

Aku pasir pantai
Kamu laut yang berombak

Aku abjad dalam syair-syair puisi
Kamu kalimat indah yang terdapat dalam aksara

Sungguh perpaduan yang menarik
 
Dan kita berada dalam pohon-pohon perbedaan itu

Biarkanlah keberagaman yang ada menjelma menjadi simfoni keindahan dalam menjalani bingkai-bingkai hidup bermasyarakat 

Jangan biarkan riuhnya daun perbedaan menghembuskan perpecahan dan menusuk harmoni kebersamaan. Dan harusnya kita memiliki sudut pandang yang sama untuk persatuan bangsa

Karena persatuan bangsa adalah jalan yang harus dilakukan untuk bisa bersanding dalam harmoni kedamaian di tengah keberagaman lagi perbedaan yang ada

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 02 Juni 2020

Beda Warna Tetap Saudara

Pixabay
...
Kamu hitam 
Aku putih

Kamu hujan
Aku kemarau

Budaya, bahasa dan agama kita pun berbeda. Walaupun kita berbeda, kita tetap saudara sebangsa dan bisa hidup berdampingan dalam bermasyarakat

Beda warna tak harus menimbulkan rasisme dan permusuhan

Ketika perbedaan dijadikan tameng untuk membenarkan diri bahkan merasa lebih baik dari yang lain, yang terjadi adalah daun-daun kehancuran akan mencakari hati nurani dan buat persatuan bermasyarakat terkoyak- koyak

Sesungguhnya tak ada yang lebih baik di antara kita, sebab kita hanya manusia terbatas dan hidup sementara di dalam dunia yang fana

Yang paling tepat adalah kita sebagai bangsa Indonesia saling menyelamatkan dan membawa asa untuk kedamaian dan persatuan banga

Seperti bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan. Perbedaan di tengah keberagaman pun tetap bisa berjalan beriringgan dalam keharmonisan bermasyarakat secara universal 

Beda SARA Tetap Saudara

***
Lusy Mariana Pasaribu

Senin, 01 Juni 2020

Bersembunyi di Balik Angka-angka

Pixabay
...
Di perjalanan waktuku, banyak angka-angka yang lahir dan menduduki sebagian singgasana hatiku 
Ada deretan angka yang membuat hatiku takut, hingga dengan sadar kubiarkan diriku tersandung. Mengalami kerumitan

Aku terlalu takut kebenaran tentangku menyeruak. Sebab itu akan membuatku terasing dari beberapa hal yang kusukai. Yang menjadi inginku, aku tetap seperti semut yang beriringgan dalam irama bersama temannya

Sungguh, aku merasa bersalah ketika bersembunyi di balik deretan angka-angka itu. Aku tahu, kesalahanku itu tak bisa terhapus

Di balik persembunyianku terhadap angka-angka, adakah yang benar-benar perduli? Aku mempertanyakan hal itu pada diriku sendiri

Nyatanya
Hingga saat ini, aku masih sering bersembunyi di ruang kosong dan menutup diri dari beberapa angka-angka, dan tak lagi menghiraukan kenyataan. Untuk meredam ketakutanku sendiri

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Cahaya pada Kegelapan

Pixabay
...
Lama kedegilan hati melumuriku, sekalipun aku tak ingin mencari cahaya. Kubiarkan rasa muram menempel di hatiku, aku pun tak berusaha menanggalkannya. Dan sepi berjatuhan di musim hidupku

Bimbang, tak tahu arah mana yang kutuju. Yang terasa hanya belukar dan  jelaga ada di dalam hidupku. Terpenjara pada kegelapan. Di kerajaan hatiku, aku memeluk erat-erat kemarahan 

Aku sadar bahwa aku terluka. Telah lama aku kehilangan cahaya hati. Aku kembali berpetualang mencari damai. Untuk bisa menemukan cahaya pada kegelapanku. Akankah cahaya itu akan menyemburat di samudera hidupku?

Aku menyerah dan tak ingin terus berada di jalan yang salah. Tak mau mati di padang kegelapan yang teramat dalam. Aku rindu aroma cahaya kembali berada dalam relung jiwaku. Hingga aku terlepas dari lara kegelapan yang kuciptakan sendiri

Tak ingin lagi hidupku diselimuti luka, aku ingin berevolusi bersama kedamaian dan kebaikan. Karena aku yakin, tak ada yang tak mungkin

Sebab aku tak ingin lagi terasing dari cahaya hati yang akan menerangi perjalanan hidupku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

3 Manfaat Menulis Puisi

Pixabay
...
Aku tertarik pada puisi, sejak di bangku SMA. Usia 16 atau 17 tahun. Apa pun yang menjadi suasana hati, pastilah dituliskan. Masih ingat kala itu,  coretan puisi pertamaku kuurai di dalam binder. Dan kegiatan tulis-menulis puisi berlanjut sampai kuliah S1. 

Namun akhirnya terhenti, dikarenakan ketidakberdayaanku di tengah hiruk pikuk hidup yang kuhadapi. Parahnya semua puisi yang tertulis sejak SMA hingga kuliah, aku musnahkan dan kubiarkan jadi abu tanpa sisa.

7 tahun aku membenci puisi, entah kenapa aku memilih meningalkannya. Hingga akhirnya kembali menulis puisi, karena kehadiran seseorang. Makhluk Tuhan yang istimewa.

Aku pun kembali menulis puisi pada tanggal 1 Oktober 2018. Dan sungguh aku menyadari tentang kesalahanku, bahwa puisi itu tidak pernah bersalah padaku. Aku lah yang tidak bisa berdamai dengan keadaan.

Kini, aku paham. Bersama puisi aku bisa berbagi warna-warni perasaannku dan aku sudah memiliki 2 buku puisi yang diterbitkan. Tahun 2018 untuk buku puisi yang pertama dan tahun 2020 untuk buku puisi yang kedua. 

Sungguh, aku menyadari tentang manfaat menulis puisi :

1. Menulis puisi adalah kebahagiaan bagiku.
Bagaimana tidak?  Puisi itu wadah untuk menyampaikan rasa terhadap hal yang bahkan tak tersampaikan melalui suara

Dengan menulis puisi, terkadang aku bisa menyampaikan dan menulis dengan apa adanya dan sejujur-jujurnya. Tanpa orang lain tahu, karena orang bebas beranggapan apa. Karena puisi adalah karya fiksi

Karya fiksi yang sebenarnya bisa menjadi aktual bagi si penulis itu sendiri *kisah nyata 

2. Menulis puisi juga bisa menyelamatkan kesehatan perasaanku. Saat aku sendiri, sepi dan alami kesedihan. Aku akan mengeluarkan rasa dalam warna puisiku. Butiran demi butiran kata yang jatuh pada aksara puisiku akan menjadi penenang bagi jiwaku yang terbakar nestapa dan bisa menghilangkan kegelisahan yang berhamburan di hatiku

*Ada kepuasan tersendiri untuk diriku ketika aku berhasil menyelesaikan puisi yang sedang kutulis 

3. Menulis puisi juga bisa memberikan kesenangan pada orang lain. Kenapa?

Ketika ada seseorang yang mengalami kebahagiaan atau permasalahan dalam hidupnya dan meminta dibuatkan puisi olehku, aku pun mengiyakan untuk menulis puisi untuknya. Dia akan tersenyum dengan berkata terima kasih

Atau, saat ada seseorang yang sedang mengalami hal yang sama dengan puisi yang kutulis dan terbaca olehnya tanpa sengaja. Seseorang itu akan memberikan komentar tentang perasaannya dan berbagi cerita denganku

Tentu masih banyak manfaat menulis puisi, kembali pada si penulis puisi itu sendiri. Ini hanya opiniku pribadi yang sudah kurasakan

Salam puisi 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Ayah, Aku Mengasihimu

Pixabay
...
Saat kau bercumbu dengan perjuangan hidup, aku malah lebih sering melupakan jerih lelah dan penatmu. Sering pula aku tidak bersyukur memilikimu. Karena ucap lagi tindakanmu yang tidak seirama denganku,  aku sering merasa sakit hati padamu.

Namun,  saat aku gagal dan terpuruk dalam kehidupan. Kau tetap merangkulku dan buatku bangkit dari keterpurukan. Memberikan asa agar aku tetap miliki semangat yang menggebu untuk menjalani hidup.

Sungguh, aku tahu
Bahwa cinta yang kau berikan untuku itu tulus adanya. Karena bagimu, aku adalah permata di hatimu

Di usia senjamu, kau tampak semakin tua dan banyak uban terdapat di kepalamu, aku sadar bahwa diriku belum bisa memberikanmu kebahagiaan yang berlimpah 

Di hidupku, kau pria yang akan selalu aku kasihi dan aku ingin bisa menjadi kebahagiaanmu

Banyak terima kasih aku ucap pada Tuhan, kau telah menjadi ayahku
Selamat ulang tahun untukmu ayah, sungguh aku mengasihimu

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Pancasila Itu Dasar Negara

Wikipedia
...
Bukankah pancasila itu dasar negara, seharusnya tidak berlalu seperti kata-kata yang menguap

Pancasila itu seperti tak bermakna lagi, dibiarkan patah dan terkoyak. Melupakan pengorbanan dan perjalanan terjal yang dilalui para pejuang bangsa 

Dan yang terjadi adalah, setiap sila dalam pancasila tidak diimplementasikan dengan benar di kehidupan bermasyarakat

Bahkan sering pula terjadi hal-hal yang rasis, anomali dan kerusuhan atas nama pancasila, menyalahgunakan kata itu. Lupa bahwa pancasila itu ideologi dan pemersatu bangsa Indonesia

Bisakah makna pancasila dihantarkan kembali ke tempat yang seharusnya, bahwa pancasila itu dasar negara. Berharap makna pancasila itu kembali bermekaran di negara Indonesia, seperti mekar bunga yang memberikan banyak keindahan 

Hingga kita tak lagi menjadi apatis, acuh tak acuh pada keberadaan pancasila
Sebab keberadaan Tuhan nyata atas pancasila

***
Lusy Mariana Pasaribu