Selasa, 24 September 2019

Luluh Sekejap

Luluh Sekejap
...
Tadinya ngambek
Tadinya marah

Aku ingin meledak
Aku sudah serius
Aku ditanggapi dengan bercanda

Disanalah ia dengan caranya
Disanalah ia buat ku berdebar-debar

Aku tak lagi berdaya
Aku luluh sekejap
Aku matikan amarah ku yang berapi-api

Bagaimana aku tak luluh sekejap

Aku candu semua hal tentang dirinya
Aku candu nada suaranya
Aku candu sapaannya
Aku candu kenakalannya
Aku candu rasa manisnya yang buatku terbius

***
Lusy Mariana Pasaribu

Sabtu, 21 September 2019

Satu Tahun Bersama Puisi

Satu Tahun Bersama Puisi
...
Aku pernah meninggalkan dan sangat membencimu
Bahkan tak ingin lagi bersamamu, dengan sadar menutup hati untukmu

Namun ada seseorang yang menuju pada kesadaranku, membawaku kembali padamu
Mengatakan padaku bahwa kau tak bersalah apu pun terhadapku

Aku pun kembali memulai dan menikmati keberadaanku bersama puisi
Seiring berjalannya waktu, aku bersyukur bisa kembali menulis puisi

Tepat hari ini, waktu dimana menunjukkan aku sudah menikmati perjalanan hidupku satu tahun bersama puisi
Bersama puisi, aku mencantumkan bagian perasaan dari perjalanan hidupku

***
Lusy Mariana Pasaribu

Senin, 02 September 2019

Menikmati Kebebasan

Menikmati Kebebasan
...
Aku pernah terpaku dan terjebak pada sosokmu, karena kesalahan pun kebodohanku sendiri
Memaklumi segala sikap dan perilakumu terhadapku, hingga aku merasakan sakit karena itu

Akhirnya mataku terbuka dan sinar kesadaran menerpa hatiku
Luka dan penderitaan yang kuciptakan sendiri di jiwaku, kini ku akhiri dengan kesadaran hati dan logikaku

Aku tak akan lagi membiarkan diriku terusik karena dirimu dan keberadaanmu
Biarlah seseorang sepertimu tersingkir dan terbuang ke tempat yang seharusnya

Aku akan menikmati kebebasan tanpa bayang-bayang dirimu di kisah hidupku
Merayakan kebahagiaan yang tulus di dalam bilik hatiku dan tak lagi terbelenggu dalam kesakitan karena diusik olehmu

***
Lusy Mariana Pasaribu