Sabtu, 03 Januari 2026

Sebuah Catatan untuk Manusia-manusia Lemah lagi Berisik

Unsplash
...
Manusia-manusia yang tidak pernah tenang, yang satu asal bicara dan yang satu tidak pernah mau kalah. Tahun baru saja berganti belum ada satu minggu, tapi kembali bergejolak dengan cepat. Tanpa aba-aba tanpa pemberitahuan membiarkan huru-hara terjadi, ucapan-ucapan sampah. 

Mau tak mau harus tetap memiliki kewarasan, bukankah cinta memiliki pengampunan. Ya, ini adalah seni yang harus dimiliki untuk menghadapi manusia-manusia lemah lagi berisik. Pukul 16.00 kurang lebih pada tanggal tiga Januari, dosa kembali merayu karena pertengkaran dari manusia-manusia lemah, terlalu sulitkah untuk kalah mengalah, sampai harus mengorbankan perasaan orang lain.

Hey, ini adalah sebuah catatan untuk manusia-manusia lemah lagi berisik, seharusnya dan sepatutnya enyalah, menghilang dengan sangat jauh. Kedengaran egois memang tapi mau sampai kapan, hanya mementingkan diri sendiri dan kepuasan terhadap ucapan sampah yang keluar dari mulut kotor itu?

Gaun ingatan sudah terlalu juga berisik terhadap manusia-manusia yang lemah yang tak kalah berisik, lupa diri akan umur, katanya sayang tapi tindakan tidak mau melakukan itu, kuasa otoritas lebih penting dari banyak hal. Benar memang cinta harus diikuti pengampunan, namun itu tidak menjadi alarm yang langsung on baru saja disakiti secara verbal.

Jadi berusahalah dulu untuk selamatkan diri, jangan kalah dari hujan yang terus datang dan menyapa dalam tiga hari ini. Serotis-erotisnya dosa yang merayu, tetapi harus menang dan yang bercumbu pada penerimaan adalah akal sehat dan juga hati yang benar. Berharap ratusan hari yang masih akan dijalani di tahun ini, tetap menjadi manusia-manusia yang memiliki kewarasan dan catatan untuk manusia-manusia lemah lagi berisik, ingatlah waktu yang terbatas dan jangan lagi menjadi manusia-manusia yang tumpul. 

Berharap dan disemogakan saja dulu, karena bukan ada manfaatnya jika harus dibinasakan bukan. Apalagi harus berahi pada kebinasaan dan menjadi bandit idiot. 
Untuk manusia lemah lagi berisik yang menjadi objek tulisan pada prosa ini, sungguh mengharapkan yang baik terjadi, jangan menjadi bangsat terus-menerus. 

***
03 Januari 2026
Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar