Jumat, 25 November 2022

Kata-kata yang Tersimpan di Kepala

@kulturtava
...
Kata-kata yang Tersimpan di Kepala

Untuk pria itu, sebuah kisah yang disembunyikan dalam diam. 

Seringkali kamu sesukamu berbuat, tak ada kesopanansantunan. Menghakimi tanpa tahu latar belakang yang sebenarnya. Mungkin benar hak kamu, tapi jangan abaikan kewajibanmu. 

Ada yang terpinggirkan karena penjara otoritasmu.  Bukankah memiliki pengertian dan penerimaan bukan suatu dosa. Bersamamu, ada cinta dan amarah yang terkadang tak bisa dibedakan.

Ingin marah, mengumpat tapi sadar itu tidak menambah sehasta apa pun dalam hidup. Kamu pria yang memperlakukan tebang pilih, seperti aljabar dalam hidup. Terkadang menambah nilai hidup, terkadang mengurangi nilai hidup.

Tak pula menggurui pria itu,  hanya menuliskan prosa tentang kata-kata yang tersimpan di kepala.

Malam ini, karena pria itu, ada perempuan yang tidak tenang teduh. Sulit mengelola perasaannya. Ingin mengenyahkan kamu dari rasa sakit di hati pun pikiran.  Perempuan itu tidak pernah ingin pamit pergi, namun kamu memberikan ruang untuk pergi sebebasnya.

Bolehkah menuliskan, kamu pria yang tidak tahu diri. Boleh saja barangkali, toh sudah tertulis.

***
Rantauprapat, 25 November 2022
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 08 November 2022

Cerita Perempuan Itu yang Penuh Persembunyian

Pexels.com
...
Akhir-akhir ini,  perempuan itu tidak bersenyawa dengan penerimaan. Penuh persembunyian, sunyi sepi merajai hati. Penuh sesak. Entah apa yang harus dilakukan, circle perempuan itu darurat damai sejahtera. Ingin keluar tapi mustahil. Barangkali ini efek dari disabilitas nurani. 

Hari itu tidak ada cinta, hari ini pun demikian.

Banyak penyihir di persembunyian perempuan itu. Sulit menghindar dari dosa yang menjerat. Sikap dan ketidakhati-hatian berkuasa, kata-kata buat perempuan itu alami kematian. Jiwa dan kesehatan perasaan pun menjadi tak tenang teduh. Memilih untuk tidak memilih adalah kandidat terkuat pada keputusan perempuan itu malam ini.

Mau tak mau, rela tak rela, perempuan itu harus menjadi dewasa perihal managemen memaafkan.

***
Rantauprapat, 08 November 2022
Lusy Mariana Pasaribu