Pernah membencimu sampai ke pembuluh darah, semoga tersedak kopi sampai mati. Pernah berharap demikian, namun ini malam mendapati kabar dan kebenaran segala sesuatu yang seharusnya tidak tahu, ada rasa sedikit penyesalan. Kenapa sulit berdamai dengan masa lalu? Kenapa harus memberi umpatan.
Bukan hanya sekali atau dua kali, melampiaskan keluhan terhadapmu, berbicara dalam kepahitan jiwa tentangmu. Namun malam ini tidak lagi berharap kau tersedak oleh kopi, Itu bukan lagi sesuatu hal yang di semogakan.
Diam-diam berharap selepas malam ini dirimu bisa membuka halaman baru yang bersampul berwarna. Ternyata dirimu adalah kecacatan yang menawan dalam hidup, semoga jadi pembelajar kehidupan dan menghargai kesempatan. Semoga tersedak kopi, selepas malam ini tidak pernah lagi ada dalam niat terhadapmu.
***
Rantauprapat, 27 Januari 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar