Jumat, 09 Januari 2026

Penyakit Mulut dan Dunia Abu-abu

Pixabay
...

Asu, sebaiknya memang kau tak pernah kembali, kau yang memilih pergi kemudian kembali sesukamu. Penyakit mulutmu, bau dan memberikan rasa sakit padahal jelas-jelas sudah memberi pertolongan padamu. Hari ini terlalu sulit merekayasa dunia abu-abu dan penyakit mulutmu menjadi sesuatu yang hangat juga damai. Padahal kau itu seorang ibu yang memiliki anak perempuan juga. Sakit bahkan terlampau sakit, siapapun tidak pernah mau ada di posisi ini.

Masih sembilan hari menjalani tahun ini dan lebih banyak hari yang yang dilalui dengan bencana karena penyakit mulutmu. Sepertinya kau kembali pada duniamu yang tanpa aturan. Hanya kemauanmu yang harus selalu di dengar dan dilakukan, dengan gampangnya kau merespon "tidak usah palah tanya". 

Hari kesembilan di bulan Januari, tidak ada bahagia tidak ada kenyamanan, itu semua karena penyakit mulut dan dunia abu-abumu. Terlalu munafik. Sudah menahan diri untuk merasa cukup terhadap sikapmu, tapi lagi-lagi kenyataan menghantam, memuakkan. Sudah pernah ada di ambang kehancuran tapi lagi-lagi kekuasaan yang ada padamu sebentar menguasai dan membuat memaksakan lumpuh pada kesadaran dan tata krama yang benar.

Akan mencoba berdiam diri, karena itu adalah seni menyelamatkan diri sendiri. Tidak sampai malam ini berlalu tidak mau hanyut dalam pemakaman akal yang kau berikan. Tidak pula akan menangis karena itu membuang-buang air mata yang tidak seharusnya jatuh karenamu, seseorang dengan tingkat tinggi dalam penyakit mulut dan dunia abu-abu. 

Ya begitulah kenyataan hidup dengan segala drama dan kebodohan liar yang mengikuti. Well, harus memiliki pikiran yang bernilai, dengan tidak meninggalkan jejak duka dan duka cita yang berkepanjangan hari ini. Malam ini takkan bersembunyi dari penyakit mulut dan dunia abu-abumu, akan menggugat kebenaran. Berharap ada kesadaran yang menghampiri akal liar dan mulut tajammu. Kalau ternyata kau tetap bebal, benarlah Ilham yang mengatakan tidak usah memberikan mutiara kepada babi, dan penyesalan lah yang menjadi teman. 

***

09 Januari 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar