Pernah tenggelam dalam kesunyian
Kehidupan penuh kekosongan
Melepaskan belenggu kesedihan
Di harapan jiwa ada perubahan
Senantiasa harap kesuraman ini enyah
Kecerahan menunjukkan nyata
Syukur melaluinya dan masih di beri pencerahan
Aku muak
Sudah terlalu muak aku dengan tingkahmu
Seperti kau yang paling benar
Tak anggap keberadaan orang lain
Terus menambah bara hingga tumpah di palung hatiku
Aku muak
Kau seperti tak miliki nurani
Dalam hatiku di penuhi penderitaan
Aku muak
Ingin menjauh, tapi tak berdaya
Ingin lari, tapi tak kuasa
Jiwaku lumpuh dan terdiam kala kau menyudutkan
Jeraku kala kau bahas tentang kebenaranmu, kanvasku mati dan ku kehilangan rasa
Malamku, menjadi kelabu dan buram
Malamku, tak ada warna warni
Yang ada hanya carut marut
Yang ada hanya pilu
"aku muak"
28.12.18
21:31
@lusymarianapasaribu
Aku, Puisi, Harapan dan Realita
Aku yang salah sangka
Aku yang berlebihan
Aku mengizinkan hatiku nyaman
Aku terleka pada rasa
Puisiku pernah kau jadi obyek cerita
Puisiku pernah kuberikan padamu
Puisiku pernah jadi hal yang menyenangkan untuk kita
Puisiku tak lagi mengambarkan perihal dirimu
Harapanku gugur karena realita yang terungkap
Harapanku akhirnya mati ketika tabir kebenaranmu kutahu
Realita tentangmu buat kuterseret pada kepatahan
Realita tentangmu menunjukkan bahwa kau tak pantas untuk hatiku
Rantauprapat, 27 Desember 2018
@lusymarianapasaribu
Jaringan yang mempertemukan
Saat mata terbuka
Saat mata tak kompromi untuk terpejam
Kesepian dalam diri menyerang
Putuskan bermain main dengan waktu
Hingga jaringan mempertemukan kita
Hingga kita berbagi kata, berbagi cerita
Walau namamu belum seutuhnya kutahu
Walau aku tak mengenalmu
Waktuku jadi lebih baik
Kau tamu yang di berikan
Kau persinggahan yang menyenangkan
Dan kau relasi baru di akhir Desemberku
Gara gara mata yang tak terpejam, aku bertemu kamu
Gara gara jaringan aku berbincang denganmu
Hujan jadi saksi pembicaraan kita
Rantauprapat, 26 Desember 2018
@lusymarianapasaribu
Menyukai tulisan
Melalui tulisan bisa berbagi
Menerima tulisan yang di posting jadi bahan bacaan
Ketika di beri tanggapan
Ketika di beri masukan
Ketika ada yang suka, ketika begitu terasa ada yang hargai
Teman di kejauhan teman literasi
Ada senyum yang tak terlihat ada cercah bahagia
Tulisan seadanya yang di posting ada yang nungguin, ada suka hati dalam diri
Serasa ada warna bisa mulai nulis lagi
Sebagian yang ada di kepala dapat di tuangkan ke dalam tulisan dan menikmati waktu tanpa menggerutu dengan menulis
Sajak hati hanya ingin ucap terima kasih
@lusymarianapasaribu
Seberapa keras pun berusaha
Akan selalu kalah ketika berhadapan dengan mu
Kau dengan segala kebenaran mu
Kau yang tak bisa di sanggah
Kau yang selalu harus di dengar
Tanpa kau hiraukan orang lain
Tanpa kau tau orang lain sudah terluka
Tanpa kau tahu orang lain sudah begitu banyak tersiksa
Biarkan diri kalah
Biarkan diri porak poranda di hati
Biarkan diri melebur dengan tangis
Karena kau akan lebih baik ketika orang yang kau tak tahu hatinya sudah terluka sebab selalu mendengar juga mengikuti mau mu
Karena orang yang terluka itu akan terus biarkan diri nya di terpa luka, walau sebenarnya ingin memberontak
Karena kau adalah relasi pertama
@lusymarianapasaribu
Aku pernah bertemu dengan nya
Aku pernah bercengkerama dengan nya
Walau hanya sesaat
Waktu bergulir lama
Waktu izinkan ku dan dia komunikasi lagi
Aku dan dia sharing
Ia banyak memberi saran
Ia banyak membagi kisah
Ia memberi dorongan secara tak langsung
Dari sharing yang ada itu hal baik
Dari tulisan nya itu juga menyadarkan
Dari apa yang di bahas itu buat ku terpengaruh
Mencoba hal baru
Memberanikan diri
Menikmati apa yang di rasa dan pikirkan melalui tulisan
Terpengaruh pada hal baik
Terkena pada perkataan melalui tulisan
Terima kasih ku ucap
@lusymarianapasaribu
Di dunia sekarang ini, sudah tidak asing lagi menggunakan internet. Dan pasti telepon genggam yang dipunyai, ada aplikasi WhatsApp di dalamnya. Banyak juga grup-grup yang diikuti di dalam WhatsApp. Mulai dari grup reuni SD SMP SMA bahkan kuliah, dan juga di tempat bekerja.
Aku mengikuti salah satu grup di mana tempat aku bekerja, bisa dikatakan grup kampus untuk berbagi informasi tentang kampus, benar aku bekerja di universitas yang mayoritasnya berbeda denganku. Yang sedikit mengusikku adalah, jelas-jelas grup itu grup umum dari ras dan agama yang berbeda, tapi ada beberapa orang di dalam pengguna grup itu melakukan atau upload data-data yang mengatasnamakan agama tertentu.
Dan sudah di tegur dengan baik dan sopan dari salah satu pimpinan agar mengerti situasi grup, bahwa jangan membahas keagamaan di dalam grup. Karena anggota grup bukan hanya agama tertentu. Benar kita harus meyakini agama kita masing-masing, tapi bukannya harus kita pahami di mana kita memberikan informasi yang seperti itu. Tidak juga di dalam grup WhatsApp yang anggota penggunanya adalah heterogen. Pengguna Whatsapp yang membuat atau ada dalam grup umum, harus mengerti etikanya berkomunikasi
Grup WhatsApp umum, jangan ada kaitan nya dengan kebenaran sendiri tentang agama dan politik masing-masing sehingga tidak terjadi perpecahan. Coba untuk memahami situasi orang lain.
@lusymarianapasaribu
Sebelum kita berdoa Tuhan sudah tahu apa yang akan kita doakan. Sebelum kita meminta Tuhan juga sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. Tapi yang sering dilakukan manusia adalah memanfaatkan Tuhan. Mungkin benar setiap hari manusia itu berdoa, tapi apakah doa yang dilakukan manusia itu adalah benar-benar doa, doa sebagai hubungan pribadi dengan Tuhan atau hanya doa untuk mengatakan permohonan dan permintaan.
Bukan salah nyatakan permintaan dan keinginan kita dalam doa, bukan salah pula minta berkat dalam doa pada Tuhan. Karena Tuhan Empunya segalanya. Tapi seharusnya doa yang kita lakukan dan panjatkan pada Tuhan bukan semata-mata karena permintaan dan karena berkat. Sebab tanpa berdoa minta berkat menurutku berkat tentu saja akan diterima, berlakunya hukum tabur tuai. Misalnya manusia itu mengerjakan sesuatu pasti akan menuai dari apa yang dia kerjakan. Contohnya manusia menanam mangga di ladangnya, kalaupun si penanam mangga tadi tidak berdoa tapi si penanam mangga mengerjakan dan mamperhatikan tanaman mangganya dengan baik, mangaa nya tadi akan berbuah dengan baik pula.
Dan sering terjadi manusia hanya berdoa jika di dalam keadaan yang gersang, masalah yang berat, sakit penyakit ancaman ekonomi dan hal-hal buruk lainnya. Manusia akan berdoa dengan tidak jemu-jemu hingga doanya terjawab, dan ketika keadaannya sudah baik manusia sering lupa dan mengabaikan Tuhan sang pemberi jawaban doa tadi.
Berdoalah dengan jemu-jemu bukan hanya sebagai permintaan doa tapi karena doa itu adalah hubungan yang intim dengan Tuhan, berdoalah senantiasa dengan tekun. Karena doa Itu adalah ucapan syukur berdoalah karena doa itu ada komunikasi kita kepada Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan sebab itu cara kita menyampaikan apa apa saja yang kita rasa kepada Tuhan, bukan hanya pada saat situasi kita buruk bahkan ketika situasi kita baik sekalipun harus kita tetap berdoa.
Jadikan doa sebagai gaya hidup, apapun situasi apapun keadaan tetaplah berdoa.
@lusymarianapasaribu
Di tanggal itu aku merasa bahagia, ada aura baru yang terungkap
Sungguh, ada moment yang tercipta dari seseorang karena aku dan dia bertemu
saat mulut tak lagi mampu bersuara
saat mata tak lagi mampu menangis
Tulisan bisa jadi media rasa yang di rasa, dan tak lagi memendam nya dalam diri
01oktober2018, ku mengurai yang ku rasa dalam sebuah tulisan seadanya
Setidaknya dengan tulisan yang menjadi rasa ku dapat tersampaikan
01oktober2018, pertemuan ku dengan seseorang itu jadi hal manis bagi ku
Sebab pertemuan ku dan dia ungkapkan rasa yang buat hati serasa istimewa, dini hari jadi saksi rasa antara hati ku dan hati nya
@lusymarianapasaribu