Minggu, 31 Mei 2020

Aku Mencintaimu : Kekasihku

picsnaper.com
...
Biarlah rasa sakit ini aku rasakan sendiri. Menyimpan kenanganmu di perjalanan hidupku. Sebab aku tahu,  kau tak akan pernah kembali

Di sudut hati yang terdalam, sepenuh hati : aku mencintaimu, kekasihku.  Kubiarkan air mata menetes. Aku kehilangan, kau pamit untuk pergi dariku selamanya, biarkanlah aku tetap bersamamu. 

Jejakmu akan melebur dalam dinding hati. Aroma dari semerbak cintamu yang tertinggal akan mengitari sukmaku. 

Sungguh, kita telah berakhir dan aku menjelma pada kesunyian

Kau tak akan pernah tahu, apa yang jauh lebih sakit

Menahan rasa sakit tapi masih bisa mengingat kenanganmu atau melupakanmu dan tak merasakan sakit

Pertanyaan yang sulit, namun aku memiliki jawabnya, aku memilih terluka karena menahan rasa sakit tapi masih bisa mengingatmu

Kau itu spektrum yang bergelora dalam komponen hidupku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Hakikat Pria

Pexels.com
...
Berjuang dengan klimaks, tak pernah pasrah pada kelemahan. Di saat ia menangis dan merintih kesakitan, ia terus memaksa diri untuk memenuhi kebutuhan hidup

Pun ketika dirinya bersanding dengan kesedihan dan penderitaan, ia tak akan membiarkan dirinya tenggelam pun terlena dalam ruang-ruang kehancuran. 

Saat ia hangus terbakar karena ketidakberdayaan dan buat ia mengalami hari-hari yang sendu. Ia akan berada dalam lorong pengharapan dan kembali bercumbu dengan perjuangan hidup, agar bisa memberikan keteduhan dan membawa kebahagiaan untuk keluarganya

Ia adalah seorang pria yang miliki cahaya bianglala. Karena ia akan berusaha memberikan keindahan,  agar keluarganya bisa menikmati hidup dengan baik

Sungguh, inilah hakikat pria

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sabtu, 30 Mei 2020

Ini Menakjubkan

Pixabay
...
Pernah berkabung dan kehilangan. Daun-daun hatiku berguguran, jatuh dan terbuang. Dalam jiwaku ada duri amarah yang bergerigi 

Dan seiringnya berjalannya rotasi kehidupan, akhirnya aku menemukan kembali harapan untuk bahagia. Semesta menghadirkanmu di rahim waktu yang kulalui. Ini menakjubkan bagiku, hatiku yang patah telah kembali menjadi utuh. Itu pun karena dirimu

Kau kembali memekarkan bunga- bunga cinta di hatiku. Darimu, aku merasakan ruang-ruang hatiku yang kosong telah terisi. Kau mengisi dan mencipta keindahan di jiwaku 

Dirimu adalah sebuah kepastian dalam lingkaran rasaku. Kini tanpamu, yang kurasa hanya musim gugur di semua musim hidupku. Kau masa kiniku yang kuharapkan menjadi masa depanku 

Harapanku yang beralasan. Saat aku terpuruk, kau tak pergi meninggalkanku. Kau tetap mempertahankan cintaku. Kau mengisi kekurangan yang ada dalam diriku. Hingga kekuranganku menjadi sempurna karena kelebihan yang ada dalam dirimu.

Ini menakjubkan untuk hatiku 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Dunia yang Bernama Dirimu

pexels.com
...
Sebab mengejar cinta, yang ternyata hanya cinta semu
Duniaku pernah meratap, begitu pedih. Ranting asmaraku pun patah, patahannya menusuk-nusuk rongga hati. Buatku sempat tak lagi percaya cinta

Dan paradigma itu berubah sejak kau hadir di perjalanan waktuku
Hadirmu bagaikan cahaya bianglala, kau mampu melepaskanku dari monumen lara yang terpahat di palung hatiku. Bunga-bunga asmara pun kembali tumbuh. Memberikan kesegaran nan memabukkan. Kau penuduh jiwa bagiku

Kau pun menjadi kisah cintaku, kebahagiaanku. Kau memiliki makna yang istimewa bagiku

Aku berharap untuk bisa menjalani masa hidupku denganmu. Di ufuk cinta, aku ingin bersandar nyaman padamu. Tenggelam dalam dunia yang bernama dirimu. Di mana hati dan jiwa kita akan menyatu dalam rasa, sebab rasa yang datang dari ketulusan hati akan kembali pada hati 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 29 Mei 2020

Didikan dan Intimidasi

Pexels.com
...
Terbuai di antara semarak dan gemerlapnya kehidupan. Hingga membiarkan cahaya pelita hati tergadai. Dan itu, hanya demi mengejar ambisi dan mendapatkan pujian orang lain

Rela merebut kedamaian. Menambah kekuatiran juga kekacauan pada orang lain

Memuntahkan segala didikan baik yang diterima. Mengintimidasi dengan orang lain dengan bengis, dengan sadar menjadi penjajah atas jiwa orang lain. Berbangga dengan segala tingkah laku dan kesombongan yang diperbuat 

Terserang hama keserakahan Dilumuri kekeringan hati, hanya untuk terima kenyamanan dalam menjalani bingkai-bingkai kehidupan yang bersifat sementara

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Relasi Pertama

Relasi pertama
...
Seberapa keras pun berusaha
Akan selalu kalah ketika berhadapan dengan mu

Kau dengan segala kebenaran mu
Kau yang tak bisa di sanggah
Kau yang selalu harus di dengar

Tanpa kau hiraukan orang lain
Tanpa kau tau orang lain sudah terluka
Tanpa kau tahu orang lain sudah begitu banyak tersiksa

Biarkan diri kalah
Biarkan diri porak poranda di hati
Biarkan diri melebur dengan tangis

Karena kau akan lebih baik ketika orang yang kau tak tahu hatinya sudah terluka sebab selalu mendengar juga mengikuti mau mu
Karena orang yang terluka itu akan terus biarkan diri nya di terpa luka,  walau sebenarnya ingin memberontak
Karena kau adalah relasi pertama

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Menikahlah Denganku

Pixabay
...
Terjalin untaian manis di antara hati kita, walau gerbang jarak menjadi batas kisah kita. Merenggut kuantitas kebersamaan, dan terkadang rindu yang mengusik harus disenyapkan. Ada pula amarah yang sulit diredam, disaksikan kabut-kabut nan gulita, ada kecemburuan yang timbul dari hati

Aku pernah merasa kehilangan, diliputi kebimbangan. Berpura-pura tegar, agar terlihat baik-baik saja

Namun, kau adalah salah satu alasan bagiku untuk tetap bahagia. Bagaimana tidak? Di dunia yang mengharu biru, kau seseorang yang kuharapkan untuk berbagi beban hidup dan melangkah bersama menjalani hidup kedepannya

Di antara kesibukanmu, kau tak pernah berhenti merakit mimpi indah untuk kisah cinta kita

Akhirnya teras waktu membawa berita baik untukku. Setelah penantian yang cukup lama, semesta mengizinkan terjadi perjumpaan denganmu 

Aku termangu
Saat kau membisikkan sesuatu dengan perlahan padaku : kau mengatakan rasa cinta yang telah lama kunantikan. MENIKAHLAH DENGANKU. Seketika, aku merasa ada rona pelangi yang berbinar dalam bilik-bilik hatiku 

Kebahagiaan yang berlimpah menyelimuti ruang-ruang dalam hatiku. Sungguh, aku akan menunggu waktu itu. Waktu dimana kita naik ke pelaminan 


***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kamis, 28 Mei 2020

Melepas Kesesakan Melalui Media Kata

Pixabay
...
Tak ada siapa pun yang mendengar resahku. Aku hanya seorang diri dengan segala gelisahku.
Saat aku butuh seseorang untuk berbagi cerita, yang kupercaya malah beranjak pergi : bercengkerama dengan yang lain. Dan melemparkan rasa sesak di wilayah hatiku

Hanya sunyi yang bersedia menemani perjalanan waktuku. Duniaku seakan layu, karena hati yang pernah kupercaya telah tersiram keangkuhan. Padanya, hanya kutemukan amarah. Menjijikkan buatku, saat mengingat diriku pernah berharap padanya. Satu demi satu kenangan yang mencuat bersamanya, itu membuat kebahagiaan di ruang hatiku tersumbat 

Aku kehilangan
Dan karenanya, aku pernah menangis tanpa menyekanya. Aku ingin membuang segala kenangannya dari ingatanku. Karena hadirnya hanya sebatas reklame di poros hidupku. Yang terjadi adalah kenyataan, bahwa kehilangan tak selalu berujung pada keburukan.

Beralaskan kesadaran, aku ingin berbaring bersama rasa maaf. Aku akan melepas kesesakan melalui media kata, sebab kata selalu menyambutku dengan warnanya. Memberikan cahayanya dan perlahan menyinari hatiku. Hingga hatiku akan terobati dan kembali baik-baik saja.

***
Lusy Mariana Pasaribu 
28.05.2020 [23:17]

Rabu, 27 Mei 2020

Trauma Psikis

Pixabay
...
Tatapan mata orang-orang membuatku malu, mereka menatap dengan sinis. Buatku dicambuk rasa sakit yang teramat perih

Terkadang aku ingin jadi manekin yang tak bernafas
Agar ketika ada yang menertawakan keterbatasan fisikku, aku tak merasakan luka

Di rahim waktu yang kulalui, aku sering mendengar bisik-bisik yang mencemooh diriku 
Buatku alami trauma psikis

Aku pun ingin berteriak, kalau aku boleh memilih aku tak ingin seperti ini
Apakah keterbatasan fisik adalah racun di hidupku ? Hingga banyak orang yang menjauh dariku 

Sepertinya dari hari ke hari bertambah orang yang memiliki disabilitas nurani 
Tidak memiliki rasa hormat dan sikap saling menghargai 

Sungguh aku ingin memproses perasaanku, dan menjaga kesehatan mentalku. Biarlah aku menjumpai keberanian untuk berjuang dalam hidup. Aku tak mau selalu terjebak dalam trauma psikis

Karena aku pun memiliki hak untuk hidup dengan damai dan bahagia
***
Lusy Mariana Pasaribu 

Bersimpuh di Bawah Harapan Semu

Pixabay.com
...
Kebaikan, kasih sayang dan perhatian darimu
Buatku pernah meminta
Agar mengizinkanku berteduh di hatimu, berlindung dari kehancuran hati. Kau pun memberikan alamat hatimu padaku. Dan kau menjadi kisah cintaku

Ternyata, kau tak pernah sungguh-sungguh memberi rasa padaku. Dengan mudah, kau bermain hati pada yang lain

Meninggalkanku di tengah keindahan romansa asmara yang sedang kurasa. Aku kalah karena dinding pengkhianatanmu, ketidaksetiaanmu buatku terhempas. Aku tak mampu bersuara, lidaku kelu tak berdaya. Buatku berlumur dalam kehampaan

Tak lain tak bukan, aku hanya bersimpuh di bawah harapan semu : harapan untuk dicintai olehmu. Aku yang salah, terlalu patuh pada keindahan cinta yang kau janjikan

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 26 Mei 2020

Kebebasan Sejati

Pixabay

...
Menguasai dan mengintimidasi orang lain dengan rasa takut dan khawatir
Melanggar hak asasi, dengan membatasi dan buat orang lain terkurung untuk tidak mengeluarkan suaranya

Dikuasai ambisi untuk kepuasan ego pribadi, bicara dan bertingkah sesuka hati
Membiarkan kesombongan bertahta Nurani tertutup, hingga nurani tak lagi menjadi tuan atas hati
Miliki mulut dusta, disertai kepala dan telinga yang membatu pada kisah orang lain

Dengan sadar, mengizinkan orang lain untuk tak miliki kebebasan sejati
Bebas akan jiwa pun raganya
Bukankah kebebasan sejati itu hak setiap orang

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Senin, 25 Mei 2020

Kebaikan Puisi

Pixabay
...
Saat alami kehilangan. Berada dalam kerumunan nestapa dan tersesat di hutan kehancuran hati 
Pedih yang terasa buat linangan air mataku jatuh

Dan aku mengungkapkannya lewat puisi yang kutuliskan, bersyukur untuk abjad yang masih setia mempersembahkan warnanya bagiku
 
Hadirnya abjad dalam coretan-coretan puisiku mampu menenangkanku dan bagiku puisiku memiliki banyak kebaikan. Melalui puisi, senyumku kembali merekah dengan indah

Kebaikan puisi lah yang membawaku lepas dari kisah buramku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Bahagia Bersama Puisi

Pixabay
...
Ketika aku tak mampu melukiskan segala rasa terhadap orang lain, aku akan menulis puisi. Menabur kata demi kata yang tergambar dinalarku. Puisi itu adalah wadah bagiku untuk melepas isi di jiwaku.

Terkadang aku tertunduk dan menenggelami diri dibalik nestapanya kehidupan. Namun, aku tetap bahagia bersama puisi. Bagaimana tidak, aku bisa menyusuri tepian waktuku dengan merangkai puisi. Bermula dari luka menuju kata, berakhir pada aksara dan tercantum sebagai karya di perjalanan hidup.

Bagiku, puisi itu memiliki sinar cahaya yang bisa terpancar pun bergema.
Sepenuh hati! 
Kutahu bersama puisi, aku merasa damai di dalam kebisingan.

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Bersembunyi di Balik Aksara

Pixabay
...
Waktu berjalan dengan banyak warna
Ada warna kusam yang melahirkan tangisan
Ada warna indah nan menggoda, menebarkan wangi bunga. Karena makna cinta sedang menghampiri

Aku pun sering bersembunyi di balik aksara, untuk bisa berbagi warna-warni perasaannku

Bukan hanya saat aku berada di titik berbahagia, aku bercengkerama dengan aksara 
Saat berada di titik terendah pun aku akan bercengkerama dengan aksara 

Aksaraku adalah kerelaan, rela menerjemahkan huruf-huruf yang berbaris dalam nalar dan ingin melompat keluar untuk masuk ke dalam puisi-puisiku

Salah satu cara yang kulakukan untuk menyelamatkan kesehatan perasaanku adalah dengan aksara

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[Rantauprapat, 25.05.20: 21:49]

Sabtu, 23 Mei 2020

Bukan Hanya Rindu tapi Selalu Rindu

Pexels.com
...
Semenjak kepergiaanmu, hujan air mata yang begitu lebat sering membanjiriku.
Aku patah, pun tidak baik-baik saja, Labirin hatiku penuh duka, hingga aku memanen sepi hati dan cara berbahagia pun aku seolah lupa

Perlahan, aku memutuskan berdamai dengan kepergian sebab berpisah darimu, dan berusaha untuk melanjutkan hidup dengan baik. Membuka lembaran baru tanpamu.

Pun mataku selalu berbinar-binar ketika mengingat potongan demi potongan dari kisah-kisah kita, melihat gambarmu saja sudah cukup menyegarkan relung hatiku 

Di episode hidupku selanjutnya
Hanya kepadamu, rindu ini selalu tak akan pernah bisa berkarat
Sebab cahaya cinta yang kau berikan padaku akan terus berpendar di relung hatiku

Di poros waktu yang kulalui
Menyalalah rindu!
Karena aku bukan hanya rindu tapi selalu rindu dirimu, kau itu fragmen indah di gulungan masa laluku

Ini bukan hanya rindu biasa, tapi ini rindu yang merumitkan hati dan jiwaku
Andai aku yang lebih dulu pergi, aku tak akan menghadapi beratnya perpisahan ini

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[23.05.20] 22:17

Jumat, 22 Mei 2020

Hanya Merindukanmu

Ilustrator : wattpad/putracp
Hanya Merindukanmu

Halaman demi halaman dari bab-bab cerita kita pernah buatku bersedih
Aku patah hati dan kehilangan harapan akan cinta, kau melepaskan genggaman tanganku. Keyakinanku akanmu dicederai ketidaksetiaan
Memberi rasa sakit yang sulit terdefenisikan

Aku masih berusaha keras mengusir benci yang turun di lembah hatiku. Tersenyum pun menjadi hal yang langka terjadi pada diriku saat itu. Dan yang aku tahu, kau harus terlempar dari hatiku.

Berputarnya waktu, aku mampu memulihkan hatiku. Walau sesekali episode masa lalu datang menghampiri hati juga pikiranku. Dan parahnya, di puncak kebingunganku ada perasaan rindu yang tumbuh. Walau rasa benciku belum seutuhnya pupus, aku tak bisa bersandiwara pada diriku sendiri: bahwa aku mengingatmu

Kepadamu yang sedang kurindukan, aku tak bisa menahan diri untuk mengatakan : aku hanya merindukanmu. Hanya itu saja
Tak lebih dari itu dan tak ada maksud lain!
 
Itu mungkin karena aku belum memiliki kekasih hati selepas berpisah darimu. 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 19 Mei 2020

Pintu Perasaan

Pintu Perasaan
...
Sejak kehancuran hati yang kualami kala itu
Hatiku berlumut, tak terawat dan dipenuhi lumput liar
Hanya kenestapaan yang lalu lalang di zona hatiku 
Lama pintu perasaanku tertutup

Dalam doa dan harapan, aku ingin suatu hari sepasang mata akan menyapaku dengan cahayanya
Mengetuk perasaanku untuk masuk di dalamnya

Dan ya, saat itu akhirnya tiba
Ada seseorang yang datang, mengtuk pintu hatiku
Ia berhasil membuatku membuka perasaan dan awal kisahku dengannya dimulai

Karenanya, aku kembali merasakan cinta
Padanya aku ingin mengarungi masa depan berdua
Pun di hari-hariku ke depan ia dan aku akan saling melengkapi
Sungguh, bersamanya aku menyadari tentang perasaan bahagia: sebab aku ingin tinggal dalam lembah hatinya

***
Lusy Mariana Pasaribu

Indonesia Terserah

Indonesia Terserah
...
Akibat keegoisan diri, mengabaikan aturan. Biarkan diri larut dalam hiruk pikuk godaan dunia, demi kebahagiaan pribadi. Menjadi apatis tanpa rasa keperdulian. 

Mungkin rasa bersalah pun tak dimiliki, hingga masih bisa tersenyum dengan pasti. Memang tak ada salahnya untuk tetap tersenyum dengan pasti, tapi janganlah mengabaikan asa orang lain untuk hidup dengan baik. Hingga kata terserah terucap darimu. Dalam realita yang terlihat, kata terserah menunjukkan kebenaran: tak memikirkan urusan orang lain

Jika cinta Indonesia
Bukankah harusnya naluri tidak terpisahkan dari nalar? 

Aturan saja tak bisa mengikat diri, lantas mau bagaimana lagi! 
Apa yang akan terjadi setelah Indonesia TERSERAHHHHHHH? Entahlah

***
Lusy Mariana Pasaribu 
19.05.20 [18:10]

Selalu Ada Rindu

Hipwee.com
...
Tatkala kumerenung jarak yang menjadi asing di antara kita, jarak yang benar-benar asing. Perlahan aku tertunduk tak berdaya, hanya mengenang kisah-kisah akan kebersamaan kita.

Yang kutahu kau tetaplah keindahan di ruang hatiku, pun aku akan membiarkan kenangmu menyeruak di poros hatiku

Walau sebenarnya
Neraca rinduku terkadang menimbulkan ketidakwarasan, karena sering sekali mencumbu hatiku tanpa mengerti batasan waktu

Semisal aku piawai mengelabui diriku sendiri, kukan merekonsiliasi anomali yang ada dalam hatiku perihal merindumu. Di antara waktuku yang berdetak, aku jatuh tersungkur dalam rasa rindu perihalmu. 

Dalam masa hidupku
Sunggulah selalu ada rindu untukmu, dan kuantitas rinduku akanmu selalu mengisi jiwa dengan gemilang

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Senin, 18 Mei 2020

Air Mata Rindu

Sumber : Pexels.com

Perpisahan ini terlalu cepat terjadi! 
Aku tak pernah mengingankannya
Tapi apa dayaku

Kau telah pergi dan meninggalkanku selamanya, keberadaanmu kini berada jauh dariku. Aku pun tak lagi  bisa melihat senyumanmu. Sering kubersembunyi dan berpura-pura tegar, agar terlihat baik tanpamu. Tetap saja aku kalah! 
Yang kubisa lakukan hanya menyajikan puisi untuk diriku sendiri, berbagi cerita kedalamnya dan meredakan jiwaku yang terbakar oleh air mata rindu akanmu

Aku takkan pernah bisa menanggalkan kerinduan akanmu. Seberapa keras pun aku berusaha tetap saja sorot mata indahmu masih terkenang di hatiku.
Tanpamu
Pagi, siang pun malam-malamku selalu melebur dalam kesunyian. Kini, aku hanya bisa diam terpaku melihat sederet gambar dirimu dan memilih berdamai dengan kepergian. Karena tak ada yang lebih menyedihkan dari perpisahan tanpa temu.

***
Lusy Mariana Pasaribu 
18.05.20
23:49


Hati yang Tak Dapat Dihuni

tuliswrite.com
...
Kau menyembuhkan lukaku dengan kasih sayangmu, buatku berbunga-bunga
Perlahan rasaku mulai berubah terhadapmu
Aku mulai mencintaimu, bukan hanya mulutku ingin mengucapkannya tapi karena hatiku berteriak mengatakannya
Ternyata itu hanya omong kosong, aku yang keliru dan berlebihan menanggapi sikapmu
Aku memandangmu dengan terjemahan yang salah

Ternyata hatimu adalah hati yang tak dapat dihuni olehku, karena kau masih terpenjara akan kisah cintamu yang lalu. Dan kau yang membiarkan itu terjadi, sebab kau sendiri yang tak mau terlepas dari kisah itu

Aku merasa patah hati
Kemana aku akan membawa pahitnya  rasa ini?
Kini hanya sesal yang menemaniku
Tanpa kata, tanpa suara 
Air mata berjatuhan 
Dan aku membenci keadaan ini!

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Minggu, 17 Mei 2020

Kepalsuan yang Nyata

Sumber : Kurio.id

Kepalsuan yang Nyata
...
Hanyut sudah dalam cerita yang penuh kepalsuan
Buat hati bertengger pada kekecewaan dan akhirnya menenggelamkan jiwa pada kepedihan
Yang ada hanya dusta dan kepura-puraan
Bersama detak waktu yang bergulir, pedih tak pernah menjauh pergi
Hati tlah rusak dan tersakiti

Impian dan harapan untuk menyulam cerita bahagia kini sirna dan berakhir pada kehancuran 
Cinta yang pernah terasa manis ternyata hanya fantasi belaka 
Warna-warna indah yang menghiasi hati hanya topeng dengan bumbu-bumbu rayuan
Ketika kepalsuan yang disembunyikan  terlihat, sungguh hati ini terjerembab dalam luka 
Seiring waktu berlalu, luka itu akan menyusut, pergi dan lenyap dari hati
Hingga saatnya akan tiba, hati menjadi lebih baik dari sebelumnya 

***
Lusy Mariana Pasaribu 
Rantauprapat, 17 Mei 2020 21:14 WIB

Sabtu, 16 Mei 2020

Aku, Kamu dan Kenangan

Pixabay
...
Ketika perihal kamu mulai terhapus dari linimasa hatiku, namun beberapa kenangan tentangmu masih menusuk-nusuk hati ini. Terlebih bila cerita tentangmu muncul dalam ingatan.
Semakin hari semakin menimbulkan duri bagiku.

Tapi, aku harus benar-benar kembali pada realita. Bahwa kamu hanyalah keindahan yang tak lagi bisa ada di sisiku. Karena terlalu banyak penghalang bagi kita untuk bersatu.
Alangkah baiknya, aku terbangun pun memutuskan untuk mulai melangkah pergi sejauh-jauhnya dari kamu. Agar selanjutnya aku mampu menidurkan segalanya mengenaimu, dan tak lagi terusik pada kenangan lalu. Ya, kamu adalah kenangan dan aku tak ingin terjatuh dalam lubang kenangan tentang kamu.

Yang kuingin adalah bergembira, merayakan kehilangan tanpa kamu di hatiku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jarak yang Melebar

Jarak yang Melebar
...
Aku menyaksikan sendiri, cintaku menghalangi kekecewaanku. Meskipun kau sudah membakarku dengan kemarahan.

Lagi-lagi aku seakan tak bernafas, aku memilih untuk menyepi. Menulis abjad demi abjad dalam syair-syair yang mengungkapkan rasaku.

Kemarahanku hanyalah kepalsuan, aku kian larut dalam ketidakberdayaan akan cinta yang kutemukan darimu. Aku membutakan mata pada kesalahan yang kau lakukan, aku menerima rasa sakit itu dan membiarkan diriku tersedak sebab daun-daun dusta yang kau tumbuhkan di jiwaku.

Kalau hanya tentang hatiku, mungkin sudah lama aku memberontak tapi ini melibatkan banyak hati. Perihal janji-janji yang tak terpenuhi, aku akan memelihara hatiku agar tidak menghitam dan ditanami kekecewaan terhadapmu. Dengan cara yang kuketahui pun tidak ada jalan lainnya bahwa aku tak bisa menjauhkanmu dari hidupku.

Ketika kegaduhan menaiki langit-langit nalarku dengan rela aku mendiamkan nalarku untuk tidak reaktif menanggapi keantagonisanmu.

Sudahlah! 
Aku sendiri tahu kau tak harus ditinggalkan. Karena kau adalah bagian dari diriku.
Meskipun itu menciptakan jarak yang melebar antara nalar pun hatiku.

Tanpa suara, tanpa senyuman 
Kurasa sendiri bahwa mataku pedih dan berair. Di antara jarak yang melebar antara nalar pun hatiku, aku mencoba melupa tentang rasa sakit yang kau terbangkan walau mungkin buatku berkabung dalam sepi.

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kamis, 14 Mei 2020

Prahara Cinta

Prahara Cinta
...
Ketika janji yang pernah mengharmonikan rasa
Membawa jiwa menari dalam kebahagiaan sudah diingkari
Hidup akan merana dan menderita, tenggelam dalam pekat

Tanpa kompromi, praha akan hadir pun bergemuruh
Prahara cinta dengan rasa sakit yang terkadang tak bersuara

Pancaran mata akan meredup kala hati teriris oleh tajamnya luka penghianatan
Buat nestapa dan kegundahan 

Kini yang tersisa hanyalah syair-syair kesuraman
Berharap, luka ini segera teratasi
Bersama keikhlasan, pada waktunya hati akan berjumpa dengan kedamaian

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Rabu, 13 Mei 2020

Terima Kasih, Kamu Telah Menemukanku

ilustrasi : Marina Spiridonova
...
Entah sudah berapa lama aku menjadi seseorang yang terasing dari romansa asmara 
Aku hanya belum siap membuka diri untuk cinta
Aku kian larut dalam kesendirian
Mungkin juga masih takut terhadap susunan rasa perihal asmara

Tapi bicara hati adalah sesuatu yang dapat berubah dan terbolak-balik
Seseorang mampu menghalau rasa takutku
Melayari hatiku dengan cerita cinta yang baru
Seseorang itu adalah kamu, pria istimewa yang selalu berusaha memahamiku
Dalam hati aku berkata: terima kasih,  kamu telah menemukanku
Kelayuan hatiku pun sudah memudar dan aku kembali memiliki ruh dari rasa cinta 

Masanya telah tiba, bunga-bunga cinta dalam hatiku telah mekar
Bagaimana pun kamu sudah membersemaiku dengan cintamu
Hingga akhirnya, aku kembali mempercayakan hatiku pada seseorang
Dan kini,  aku tidak hanya mencumbui hariku dengan air mata kesedihan tapi juga air mata kebahagiaan
Sentuhan kasihmu membuatku hanyut dalam penerimaan
Kuingin kamu tahu, aku sungguh beruntung ditemukan olehmu
Semoga aku mau pun kamu akan terus menjaga rasa dari kisah cinta kita

***
Lusy Mariana Pasaribu 
Rantauprapat, 14 Mei
12:25 WIB

Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
...
Bukankah pengertian harus menemani dan mengisi ruang-ruang dalam pernikahan
Bukan malah sayup-sayup keegoisan juga kesombongan yang merajai diri 
Melupakan dan melepaskan janji hati yang pernah terucap
Hingga umpatan pun luka hati akan  berhamburan dari diri

Benar bahwa dunia pernikahan itu penuh lika-liku dan hiruk pikuk 
Tapi seharusnya pernikahan itu adalah ikatan suci dan tanggung jawab, bukannya selalu diisi kepura-puraan
Harusnya cinta yang bertahan dalam pernikahan 
Bukan membiarkan cahaya cinta dalam pernikahan meredup

Hambatan pasti ada dan membuat gejolak 
Yang terpenting bagaimana dapat menjadikan dunia pernikahan itu tetap bermakna 
Mencipta keharmonisan di tengah perbedaan, dan pada akhirnya tidak membiarkan dunia pernikahan berakhir dalam naskah-naskah sendu dan bunyi kegaduhan 

***
Lusy Mariana Pasaribu 
Rantauprapat, 13 Mei 2020
18:40 WIB

Pecahan Beling

Pecahan Beling
...
Ingin kuhapus air mata yang tumpah dari netramu 
Agar wajahmu tetap bisa tersenyum dengan indah
Ingin kucegah kepedihan timbul dari hatimu
Agar tak menjadi ratapan hingga akan menebarkan pecahan beling di perjalanan waktumu

Namun aku tak mampu 
Tak mampu menjauhkanmu dari butiran air mata
Aku tak bisa memberimu bahagia
Dengan sadar aku hanya membiarkanmu bersemayam dalam luka dan menahan kesesakan pun merasakan pecahan beling di hatimu seorang diri 

Kusemai kerinduan untuk bisa bersenda gurau dan bersama menikmati tawa di antara kita
Seperti biasa, aku hanya lari dari kenyataan hidup dan seringkali aku hanya meniupkan daun-daun amarah padamu
Harapku, kau akan memaafkanku dan melupakan luka yang tercipta karenaku

Sebab, bukannya aku tak mencintaimu 
Tapi aku lebih sering melebur dalam keegoisan menjadi seseorang yang mengisi ruang-ruang hidup dengan hal-hal bodoh

***
Lusy Mariana Pasaribu 
Rantauprapat, 13 Mei
14:30 WIB

 

Selasa, 12 Mei 2020

Merayu Rindu

Merayu Rindu
...
Sebagai kekasihmu, inginku menghabiskan waktu bersamamu 
Lagi-lagi itu merupakan hal yang sulit dilakukan
Aku kalah perihal ruang dan waktu
Bicara romansa asmara, merupakan hal yang tidak mudah dimengerti

Saat rindu memasuki nalar dan hatiku, membuatku terjaga sepanjang malam 
Sungguh hal itu membuatku penat
Dalam ikatan cinta yang terjalin, aku lebih sering merayakan patah hati
Karena seringkali aku hanya bisa memunguti rindu yang mengusik perasaanku dan meredakan rasa rindu itu semampuku

Dengan penuh rasa cinta, aku akan merayu rindu
Agar ketika rindu itu berkembang, rasa itu tidak akan mengitari pun menghujaniku dengan nestapa yang teramat perih 

Aku akan terus menjaga rindu yang tertuju ke arahmu, karena kau adalah bahagiaku
Bersama penantian dan kesetiaan, aku percaya akan ada saatnya kita bertemu
Kita akan bercengkerama dan melepas rindu, dan bukankah rindu dalam hati akan tersamarkan dan menjadi tuntas

***
Lusy Mariana Pasaribu 
Rantauprapat, 12 Mei
23:40 WIB 

Senin, 11 Mei 2020

Jeruji Kasih Sayang

Jeruji Kasih Sayang
...
Apa yang terjadi?
Ketika kesetiaan dicuri dan diingkari Seseorang yang paling dicintai ternyata hanya menawarkan perangkap tipu muslihat atas nama cinta

Hati ini terasa pengap dan penuh kerumitan
Menghanguskan rasa, memenjarakan jiwa pada kesunyian dan akhirnya jiwa menjadi layu pun sekarat 
Tak lagi mampu bersuara, mulut kelu dan bungkam 
Karena kasih sayang yang dibiarkan tumbuh dalam hati nyatanya tak pernah benar-benar menjadi kasih sayang

Sungguh ingin jeruji kasih sayang yang palsu ini terlepas dan dilenyapkan
Walau sulit dan membutuhkan waktu yang lama
Berharap perlahan demi perlahan hati akan pulih dan menjadi lebih kuat
Dan kembali dipenuhi hal-hal indah dan bermakna 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Minggu, 10 Mei 2020

Bercangkir-cangkir Puisi

Bercangkir-cangkir Puisi
...
Apa yang harus dilakukan, ketika yang tercium hanya rasa gelisah
Tak perduli ditertawakan hati yang maha retak karena dilumuri kekeringan
Karena rasa manis dari mencinta seakan luput pun lupa
Saat ini, yang bisa dilakukan hanya menyemai aksara dan menulis bercangkir-cangkir puisi sebagai teman
Bersama rimbunnya abjad yang terbersit, waktu yang dilalui akan terasa sibuk

Hanya ingin jiwa dikuasai ketenangan 
Berdamai dengan keadaan kala teringat hati yang tlah hancur berkali-kali dan kepingannya melukai diri
Sebab kesunyian berkuasa dalam diri
Bertekad mengakhiri kepedihan yang tak bertepi, dan bisa kembali menyelami warna kebahagiaan perihal mencinta
Dan akan menulis bercangkir-cangkir puisi dengan bait dan sajak-sajak indah yang bahagia

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sabtu, 09 Mei 2020

Di Kepalaku Tetap Saja Kamu

Di Kepalaku Tetap Saja Kamu
...
Entah mengapa setelah perpisahan itu, namamu masih tertata rapi dalam kepalaku
Padahal, luka karena kepergianmu masih berhamburan di jiwaku
Walau aku ingin apa pun yang mengingatkanku tentangmu, semuanya akan berlalu 
Namun realitanya, di kepalaku tetap saja kamu

Ketika aku mencoba semakin jauh menarik diriku dari ingatan tentangmu
Kecemasan nyaris mencekik perasaanku, bayangmu seakan tak mau pergi dari hidupku
Sepertinya, kamu sudah menyusup hingga ke dasar hatiku 
Aku ingin hati dan langkahku tegas untuk pergi pun terbebas dari kisah ini, karena kamu hanya bagian masa lalu 
Masa lalu yang aku sendiri tak ingin mengulangnya

Andai aku mampu!
Andai!
Tetap saja aku kalah, sebab keinginanku untuk melepaskanmu dari arena hatiku tak pernah benar-benar berhasil

***
Lusy Mariana Pasaribu 
09:51 WIB
Rantauprapat 

Senja, Hujan dan Cerita Kita

Senja, Hujan dan Cerita Kita 
...
Semburat jingga menghampiri kala hujan turun dengan derasnya, seketika aroma kenangan kita menyapa diriku
Walau kisah dan cerita cinta kita tak seindah senja, sesekali aku hanya merindukan cerita kita saat bayang dirimu hadir di sukmaku
Kini, aku hanya bisa mencumbui diksi dan mengurainya ke dalam puisi untuk melukiskan perihal dirimu

Senja dan hujan adalah nostalgia indah saat bersamamu 
Karena senja dan hujan menyimpan banyak rahasia kebahagiaan tentang kita

Andai perpisahan ini tak harus terjadi,  sungguh ini di luar jangkauanku
Betapa aku ingin terikat pada hatimu dan menjadi senyummu 
Namun, semesta tak menginzinkan proses cinta yang terjalin diantara kita terus bersama menuju muara untuk sampai pada peraduan

Biarlah cerita kita akan tersimpan dan menjadi kenangan indah di perjalananku
Saat senja dan hujan mengingatkanku padamu,  aku hanya ingin menikmatinya

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 08 Mei 2020

Simfoni Rindu

Simfoni Rindu
...
Meremas rindu digulung asa, membayangkan indah bola mata seseorang yang dicintai
Mengharap hadirnya menemani, sebab rasa ini bertumpu pada penantian

Simfoni rindu mengalir dalam jiwa, sampai-sampai menimbulkan benih-benih kecemasan dan menjatuhkan air mata
Bagaimana, jika rasa rindu ini tanpa temu dan tanpa ujung?
Akan terhempas pada sunyi hati
Dan hanya bait-bait rindu yang tertulis dalam kegelisahan dan kesepian diri

Rindu adalah rasa yang tercipta karena penyatuan dua hati 
Berharap rindu ini tak menghilang tanpa jejak, namun akan menjadi senyum kebahagiaan saat cahaya api cinta antar dua hati telah menyatu 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kamis, 07 Mei 2020

Lautan Cinta

Lautan Cinta
...
Berada pada ruang kesendirian, yang terlihat hanya gelap dan kelam
Tak ada ketenangan di hati
Karena yang tersisa hanyalah kekecewaan 
Keindahan cinta tak pernah bertahan lama dalam hidup

Dilanda badai ketakutan, tak mampu keluar dari keterpurukan 
Meringkuk dalam kesepian

Medamba bulir-bulir embun kesejukan di hati 
Mematikan kegelisahan, kegetiran, kerapuhan yang membuncah di jiwa 
Dan berlarian ke lautan cinta, merasakan nikmatnya berada dalam ruang luas yang diisi oleh banyak warna-warni dari kebahagiaan 
Pada akhirnya, akan menemukan cinta yang memberikan hembusan angin kesejukan dalam koordinat kedalaman hidup

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Minggu, 03 Mei 2020

Atmosfer Duniaku

Aku pernah melarikan diri dari kenyataan, terlalu takut terhadap yang terjadi 
Saat itu yang kutemukan hanya kegelisahan dan kesunyian
Bahkan senyum dan tawa tak ingin singgah di wajahku
Atmosfer duniaku begitu tak berwarna 

Aku lelah, aku ingin bergerak menuju suasana baru yang menyenangkan
Aku ingin menemukan cahaya terang dan tak selalu terperangkap dalam sepi seorang diri
Berselendangkan asa, aku ingin melihat dan merasakan atmosfer duniaku kembali berwarna dengan indah

Hingga, di suatu waktu dan ruang kau muncul di perjalananku
Kita berbicara dan saling mengenal, kau pun berhasil menciptakan kebahagiaan di sudut-sudut ruang hatiku
Kini saat elegi dan jelaga pilu  merongrong jiwaku, aku tidak akan terlalu takut
Karena sudah ada seseorang yang kupercaya untuk berbagi kisah dan cerita hidupku

***
Lusy Mariana Pasaribu