Selasa, 22 Agustus 2023

seperti Jerami dan Rumput Kering Habis Terbakar dalam Api

@kulturtava
...
Celaka, entah pergi dan lari ke mana harapan yang disemogakan? Yang ada hanya gaduh dan keotoriteran.

Keadaan saat ini, seperti malam yang gelap gulita, tak ada cahaya. Seperti jerami dan rumput kering habis terbakar dalam api. Musnah jadi abu.

Dari awal sudah tak bahagia, kenapa coba-coba dipertahankan. Dan akhirnya, berakhir tak bahagia. Terjebak dalam ikatan. Dahulu suram,  kini lebih suram, apalagi besok? Mungkin hanya celaka yang ada.

Bersama tapi tak berakhir bersama.

Tak ada cinta
Tak ada kesabaran
Hanya bualan belaka semua
Sandiwara, lantas membiarkan kesehatan mental terganggu.

Seperti jerami dan rumput kering yang habis terbakar dalam api, seperti itulah perasaan saat ini. Ingin bersembunyi dan hilang, tapi ke mana tempat persembunyian yang bisa dituju? Untuk berdiri berjalan pun tak mampu lagi.

Jika tak pernah merdeka, lebih baik saling diam dan melepaskan. Tak ada huru-hara, tak ada perang. Tak ada lagi perasaan yang mati, mati dalam kesunyian dan perkuburan sepi.

Ini adalah catatan perjalanan yang kelam, terulang dengan kesalahan yang sama. Tak pernah ada maaf, yang ada hanya menuntut. Kemarahan, keegoisan, ingin dimengerti sepenuhnya seutuhnya terlihat di pelupuk mata.

Sungguh teramat lelah, tapi tak berdaya untuk pergi. Walau keadaan dan perasaan, seperti jerami dan rumput kering yang terbakar dalam api, kan tetap bertahan dalam keterpaksaan sekalipun, sampai terlihat kebaikan hati yang mengalah.

Semoga saja harapan yang terlihat.

***
Rantauprapat, 23 Agustus 2023
Lusy Mariana Pasaribu

Sabtu, 19 Agustus 2023

Ingatan Malam Ini

https://shutterstock.com
...
Sakit, hari ke sembilan belas bulan kedelapan, menjadi rekam jejak yang menyulitkan. Sebegitu tidak pantaskah untuk dihargai? Hingga perlakuan yang tidak pantas diterima.

Bahkan hanya untuk mengeluh, seakan tidak ada ruang dan tempat.

Ingatan hari ini, ingatan tentang perempuan yang sering sekali merendahkan, mengeluarkan huruf-huruf mati dan membunuh dengan perkataan yang pedas. Malam ini, dunia seakan runtuh. Tak dapat membaca bahagia, apalagi membaca realita. Kehilangan, benar-benar kehilangan. 

Untukmu perempuan itu, perempuan yang mencipta ingatan hari ini. Karenamu, Luka-luka dahulu yang pernah ada, kembali mengusik hati dan perasaan. Ini juga kisah tentang bersama tapi tidak berakhir bersama, Kamu perempuan yang tidak pernah melihat susah orang lain. 

Ingin rehat dari semua ini, ingin merdeka. Malam ini seperti ada dan tiada. Omong kosong tentang ikatan.

Dengan segala ingin, untuk kesombongan yang kamu ucapkan pun ciptakan, sangat ingin untuk memiliki penerimaan terhadap kamu. Sungguh benar-benar ingin penerimaan itu.

***
Rantauprapat, 19 Agustus 2023
Lusy Mariana Pasaribu

Minggu, 13 Agustus 2023

Tidak Berakhir Bersama

@kulturtava
...
Aku ingin tidur
Tak berjaga
Ucapan yang buatku tak merdeka

Aku sakit, bahkan lebih sakit dari sakit asmara. Bersama namun sesungguhnya tidak berakhir bersama, hanya kepura-puraan.

Jiwa yang merdeka, ah
Aku sulit untuk itu

Telah berbalik dan pergi
Dicari tapi sia-sia 
Terlalu banyak hujan yang turun
Jejak di antara huruf-huruf mati, kematian yang diinginkan

Bukankah cinta dan keperdulian harusnya bawa bahagia, yang kualami tidak demikian. 

Mungkin, suatu hari nanti dapatkah berakhir bersama, terkadang sangat ingin namun terkadang tak ingin. Aku muak.

Air mataku jatuh saat menerima resesi dari ucap-ucapan yang mematikan.

Bersama tapi sesungguhnya tidak berakhir bersama.
Kosong juga mati.

***
Rantauprapat, 13 Agustus 2023
Lusy Mariana Pasaribu

Sabtu, 12 Agustus 2023

Apa Kamu Pernah Melihat Susahku?

@kulturtava
...
Harusnya aku tidak menangis dan berduka karenamu?

Tak ada angin Utara dan Selatan yang bertiup di kebun hatiku karenamu, entah apa yang mesti kulakukan tiba-tiba kembali dan mengganggu malamku?

Apakah kamu melihat susahku?
Apakah aku boleh marah dan kecewa?
Ingatan dan harapan terhadapmu, kini membuatku bingung. Kamu bukan kampung halamanku, tapi kamu ku jadikan pekerjaan rumahku. Aku pernah melukis jejak kehidupan dan kamu ada di dalamnya, konyol.

Kesehatan mentalku pun terusik, gagal melindungi diri dan perasaanku. Damn, pada dasarnya memang kekonyolanku, tidak akan pernah ada nama di antara aku dan kamu.

Malam ini, aku harus menepikan rindu tak bernama yang mengusik perasaanku.

Kamu adalah kebisingan yang aku biarkan ada, yang aku kira pernah menganggap aku ada dan penting. Itu hanya omong kosong, mendengarkan uneg-unegku saja kamu enggan.

Apakah kamu pernah melihat susahku? Jawabannya pasti tidak. 

Terlalu rumit dan membingungkan.

***
Rantauprapat, 12 Agustus 2023
Lusy Mariana Pasaribu

Rabu, 02 Agustus 2023

Omong Kosong tentang Cinta

@kulturtava
...
Lucu, selalu menyebut cinta, cinta,  cinta dan cinta, yang menjadi realita kehidupan itu bullshit. Hanya ego dan tak pernah berbagi. Bertepuk sebelah tangan bukan.

Ini tentang kamu dan perasaan yang berantakan. 

Terlalu banyak tantangan, kamu hanya memberi angin kemarau. Bersamamu terlalu banyak luka duka, terkadang takut kehilangan kamu, takut jika kamu pergi, namun apakah itu kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. 

Omong kosong tentang cinta. Kamu banyak memberi resesi, bukan hanya tentang materi, tentang perasaan pikiran dan fisik. Damn, andai boleh memilih alur cerita hidup. 

Disabilitas ini, kamu adalah latar belakangnya, entah kamu sadar entah tidak. Karena selama ini, terhadapmu tidak boleh ada sanggahan kata TIDAK! Kamu biarkan ini terus terjadi, entah akan berakhir seperti apa dan bagaimana, tak pernah ada humor karena yang ada hanya horor di rekam jejak hidup.

Kesendirian dan kesunyian, itu background yang sering kamu berikan. Membuat menyerah, gagal menjaga apa yang harus dijaga. Tidak memberi kesehatan mental yang seharusnya.

Sepertinya, mayoritas nilai minus yang kamu berikan. Kapan, kapan dan kapan, kamu akan memberikan nilai plus dalam menjalani hidup? Kenapa harus kamu, pertanyaan yang tidak akan bisa terjawab. Tidak akan pernah bisa memilih.. Seolah-olah memberikan cinta, memberikan harapan, tapi itu semuanya hanya omong kosong. Tidak boleh terlalu memikirkan tentang kamu.

Jadi begitulah hidup! 
Penuh rekam jejak yang payah dan menyakitkan.

***
Rantauprapat, 03 Agustus 2023
Lusy Mariana Pasaribu