Sabtu, 26 Juli 2025

Berdua tapi Tak Bersama

@Kulturtava
...

Diantara kompromi yang diusahakan berdasawarsa, dusta dan tipu muslihat yang lebih rumit terungkap. 

Hari ini, pada bulan yang ke tujuh tepat di hari ke dua puluh enam, pagi ini, aku menjadi saksinya, saksi dari rasa sakit perempuan itu, mencintai seorang diri dari laki-laki brengsek yang tidak tahu rasa cinta. Akankah hari ini cepat berlalu?

Berdua tapi tak pernah bersama.

Menua bersama kebohongan, karena kata setia yang dipelihara dan dijaga ternyata tak bertuan. Aku melihat kebohongan demi kebohongan, aku merasa sempit, terhimpit, sesak dan berada dalam kegelapan. 

Kenapa lagi-lagi aku yang disakiti? Apa saja yang menjadi saksi begitu sakitnya apalagi perempuan itu, semoga Tuhan memberi kekuatan bagi perempuan itu, dan Tuhan juga berperkara terhadap laki-laki brengsek itu. Kata maaf nggak pernah terucap dari laki-laki itu.

Cinta yang toxic, harus usai dan selesai. Berharap perempuan itu sadar dan melepaskan, karena langit mereka tak lagi bersama. Aku ingin pulang tapi tidak tahu pulang ke mana karena tempatku pulang sudah lama hancur. Begitu juga perempuan itu tadi lagi tempatnya pulang, pagi ini begitu mengerikan dan aku tak ingin mengingatnya, entah lupa atau pura-pura lupa.

Hari ke dua puluh enam bulan ke tujuh, seperti kemarau dan hujan yang saling memberikan rasa sakit, dan yang sebenarnya takkan pernah menggantikan Ingatan, namun malah memberikan rekam jejak yang membeku dalam memori.

Kenapa harus berdua tapi tak bersama? Hidup ini selalu suka mengusili bahkan terlalu suka.

***

Rantauprapat, 26 Juli 2025

Lusy Mariana Pasaribu 


Selasa, 08 Juli 2025

Cerita yang Dipilih untuk Selesai

@Kulturtava
...

Payah, sakit yang masuk diam-diam. Pernah menjadi seperti seorang malaikat, ternyata hanya bualan tersembunyi dalam kanvas putih. 

Hari kedelapan bulan ketujuh, menimbulkan rekam jejak yang menyakitkan. Malam dingin disertai gerimis menjadi malam yang kaku dan beku, pernah menjadi cerita yang menyenangkan tapi malam ini menjadi cerita yang dipilih untuk selesai. 

Menjelaskan tentang rasa sakit dan kehilangan dari cerita yang dipilih untuk selesai. Dan cerita tentang rasa sakit malam ini tidak untuk diselesaikan kepada orang lain tapi hanya dikubur dalam hati dan kepala seorang diri. 

Ada cinta malam ini tapi ada pula luka. Ada belati ada sakit tapi tidak berdarah, karena memang benar-benar cinta selalu memberikan kebahagiaan. Dan malam ini kembali menjadi perempuan tanpa kepala, cerita yang dipilih untuk selesai secepatnya akan dilupa dan sengaja terlupa.

Sialnya harus merasakan malam ini, bajingan yang harus dikompromi. Hahha, Ingin rasanya menertawakan kebodohan diri sendiri. Ah, sudahlah. Karena sudah sakit pun harus tetap bertahan.


***

Rantauprapat, 08 Juli 2025

Lusy Mariana Pasaribu