Barangkali tidak ada hari yang tidak akan mendengar dan mendapat kata-kata pedas, sebegitunya hidup di minggu pertama ini. Lagi-lagi ini adalah proses dan aku memilih berdiam diri. Menurutku berdiam diri adalah seni mencintai diri sendiri. Tidak ada huru-hara, tidak ada marah. Mencintai diri sendiri dengan tenang.
Aku tidak tahu sampai entah kapan, yang aku tahu pasti kejadian ini akan pasti terulang dan diulang-ulang baik dengan sadar atau tidak sadar, karena ini adalah enam Januari untuk kesekian kali, namun aku memilih merdeka dan tidak boleh terbelenggu benci dan rasa tidak nyaman.
Kata yang terdengar tidak harus tersimpan, aku tidak akan menjadi perempuan yang tertancap pada paku kata-kata. Disandera waktu pada ucapan-ucapan gila yang bodoh, memberi jeda pada bola mataku dan akalku dengan memikirkan air mataku yang bebas terjun membasahi.
At least, berdiam diri adalah caraku menyelamatkan diri sendiri. Menjadi matang dengan menyenangkan dan menerima diri. Tidak lagi akan membuat hati sakit dalam ocehan-ocehan yang jatuh pada hati dan pikiran, lebih baik berdiam diri dan bersukaria pada huruf-huruf mati yang bisa menjadi kata-kata indah dan kalimat yang luar biasa dan tak akan pernah menghianati, itu adalah seni yang menyenangkan bagi diri.
***
06 Januari 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar