Bermuka dua, asu. Mencoba berdiam diri tapi gagal, siang ini adalah lelah yang telah datang bertandang. Bukan perkara duit, bukan perkara kelaparan, tapi ketidaktaatan dan ketidakdisiplinan membuat huru-hara yang panjang.
Di waktu yang entah kapan menjadi wanita yang tangguh dan teladan sehingga dikagumi, di waktu yang lain menjadi wanita seperti singa yang memamerkan otoriter dan membunuh.
Siang ini adalah obrolan sampah, lebih baik menjadi batu dan pemeluk hening. Ingin meledak tapi kehabisan daya kehabisan energi, karena memberontak pun akan tetap kalah. Ingin mengatakan dikasih hati minta jantung, sepertinya terlalu kasar. Entah kenapa harus selalu terkurung, seperti katak dalam tempurung yang tak bisa ke mana-mana. Tak mampu, tapi harus menahan diri demi tercapainya amarah seseorang, begitulah keadaan siang ini.
Semua terasa sial dan membunuh.
***
Rantauprapat, 25 Januari 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar