Kamis, 31 Januari 2019

Januari

Januari

Aku memutuskan memulai kisah baru di akhir Januari
Aku menghempas kisah laluku dengan kesadaran hati dan logikaku
Aku tidak mau terikat pada hal yang tidak seharusnya kuikat
Aku sudah berdamai di bulan Januari ini dengan kebisingan  perjalanan hatiku di bulan bulan lalu
Aku di sapu dan di rengkuh ketenangan di bulan Januari ini, walau aku  sendiri tapi tak menjadikanku kesepian
Aku dan awalku yang baru akan diterangi warna-warna cerah
Aku akan dihujani kasih dan kebaikan
Aku mau berlarut-larut dalam harapan kebahagiaan hidup

@lusymarianapasaribu

Senin, 28 Januari 2019

Kembali Menulis Setelah 7 Tahun

Kembali Menulis Setelah 7 Tahun

Oleh Lusy Mariana Pasaribu 


Jiwaku dan jari jemariku pernah nyaman juga menari nari di atas kertas putih yang kosong. Aku merasakan keindahan ketika menulis puisi, tapi gejolak tak henti menghampiriku kala itu di tahun 2010-2011.

Aku luput akan hadirnya puisi selama 7 tahun belakangan, bahkan aku sangat membenci diksi diksi bahkan aksara puisi. Aku muak dan kecewa terhadap diri sendiri dan puisi puisi yang kutulis,  aku ambil kumpulan puisi yang kupunya dan kuputuskan memusnahkan semua puisi yang ada jadi abu yang tak bersisa.

Selama rentang 7 tahun belakangan, aku menepi dalam keadaan yang gersang dan terasing akan indahnya bait bait puisi. Aku tak lagi bercumbu dengan aksara aksara puisi. Aku pernah menjadi pembunuh, pembunuh yang harus mematikan hasratku untuk menulis. Bukan keinginan tapi keterpaksaan.

Aku pelaku pembunuhan yang labil, membunuh karena keegoisan diri yang tak bisa mengendalikan diri dan menerima keadaan. Aku berpikir terlalu dangkal kala itu.
Sampai ada titik aku bertemu dan bercengkerama dengan makhluk Tuhan yang begitu mempesona, sebenarnya keadaan ini membuatku bingung dan tegang. Ah, kenapa aku harus tegang juga bingung?

Pada awalnya aku hanya tertantang meladeni pria ini,  saat dia bicara kata kata manis dan indah dari bibirnya, spontan aku mengucapkan balasan kata kata yang indah juga dari bibirku. Kami beberapa menit bertukar kata dan bait bait puisi yang indah.
Seketika aku lupa bahwa aku membenci puisi karena kehadiran pria ini, pria ini menggetarkan hatiku akan indahnya bait puisi, dan akhirnya kami ngobrol beberapa waktu dan bertukar nomor telepon dan whatsapp. Berjalannya waktu aku bercerita tentang kisahku yang meninggalkan dan membenci puisi, akhirnya pria itu menenangkanku juga beri banyak masukkan padaku, bahwa puisi yang pernah kutulis tak pernah salah.  Yang salah adalah diriku sendiri yang salah tak bisa mengontrol diri.

Seminggu aku dan pria itu berkenalan,  tiba tiba pria itu mengirimiku puisi yang ia tulis tanpa pernah di publikasikan. Ia mengatakan ia sengaja mengirimiku puisinya itu, biar aku kembali menulis puisi. Dan ia menantangku harus membalas kirim dia puisi dalam beberapa hari.
Tadinya aku kesal juga bete, kan aku tidak minta di kirimin puisi tapi karena aku tidak mau di remehkan, aku katakan ia pada pria itu. Dan pria itu katakan, Nah begitulah kehidupan. Harus berjuang dan jangan terbelenggu dalam lara kebencian.

Nah,  aku lupa memberikan informasi tentang siapa pria itu?
Pria itu seorang yang tertutup sebenarnya dan ia menyebut dirinya dengan nick name “dejavu aries” tentu aku tahu dengan seutuhnya nama dan keberadaan dirinya, tapi pria yang membuatku luluh dan memudarkan kebencian akan menulis puisi tak ingin di ketahui khalayak umum tentang dirinya.

Apa yang harus aku lakukan?

Aku tak ingin di kalahkan, tiga hari berikutnya aku berhasil mengiriminya puisi. Dan butuh waktu cukup lama pria itu membaca pesan whatsappku. Setelah menunggu akhirnya pria yang di panggil “dejavu aries” akhirnya membaca dan merespon pesan whatsappkuku. Puisi yang pertama kali ku tulis berjudul “siulan awal pertemuan”.

Kenapa itu yang ku tulis?

Karena ketika aku bersiul, dia mendengar dan spontan mengantakan cewek kok bersiul? Lah, aku ketus menjawab, adakah larangan cewek tidak boleh bersiul. Dan si dejavu aries terdiam, tapi sebenarnya aku sering orang mengatakan bahwa cewek tidak baik bersiul. Entah karena mitos, entah karena ketidaksopanan. Aku pun tak tahu, tapi aku belum menerima itu sepenuhnya. Karena aku suka bersiul dan aku menikmati siulanku.  Itu juga alasan aku bisa bertemu dengan si dejavu aries , karena siulan.

Dan tentang puisi pertamaku,  siulan awal pertemuan. Dia banyak mengkoreksi, beri masukkan dan dia bilang wajar saja karena sudah cukup lama aku melupakannya puisi. Dia jadi pertemuan yang baik dan menyenangkan bagiku. Yang pasti,  sampai saat ini setelah bulan berlalu sejak pertemuan kami, puisi pertamaku tentang “siulan awal pertemuan” belum ku publish ke media sosial manapun,  entah apa yang membuatku terkesan orang lain tidak harus tahu tentang puisi itu.

Puisi yang pertama kali ku publish ke akun media sosial adalah tentang kehadiran nya, kehadiran si dejavu aries dan aku beri judul “Senin, 01 Oktober 2018” tapi pria itu tidak pernah tahu tentang puisi itu.

Ceritaku dengannya sebenarnya cukup membuat aku sempat dilema, setelah pria itu dan aku berkomunikasi selama sebulan dan pria itu memberikan aku puisi dengan judul namaku “Lusy”, dan itu kali pertama ada yang memberikan aku puisi. Hal itu juga membuatku merasa bahagia juga istimewa ketika itu.

Kemudian, di pembicaraan chatting kami dia mengatakan akan pergi ke luar kota di pulau Jawa karena urusan pekerjaan. Nelangsa menyergap hatiku, karena aku sadar dia tak ada waktu lagi untuk berbagi denganku. Tapi aku juga sadar, dia harus memprioritaskan pekerjaannya. Akhirnya tiba saatnya si dejavu aries pergi,  dan otomatis kami sudah jarang berkomunikasi.

Tapi aku terus belajar menulis puisi, hanya ada 7 puisi yang tercipta melalui pertemuan dan komunikasi kami. Karena perihal dirinya, aku sudah berhenti. Tak lagi ada gairah menulis tentang dia. Pria itu tanpa pemberitahuan dan penjelasan pergi menjauh, enggan bicara lagi denganku.

Aku bisa apa?

Aku hanya pasrah dan menerima keadaan. Dan pria itu hanya katakan maaf padaku di pesan whatsappku. Selepas itu aku berkali kali bertanya ada apa dan mengapa?, tapi tetap aku di abaikan. Dan aku memilih menyerah untuk berkomunikasi lagi dengannya. Otomatis kisah perjalanan ku dan dia sudah patah dan sudah berakhir.

Aku sempat marah dan kecewa. Bertanya kenapa harus hadir kalau harus pergi dan menjauh?

Aku berdiam diri beberapa waktu, bahkan aku rehat dari menulis puisi. Akhirnya aku sadar dan berdamai dengan diriku dan dengan waktuku, aku berpikir dan menerima bahwa si dejavu aries  hadir hanya sebagai persinggahan yang diijinkan Tuhan mengingatkanku untuk kembali menulis puisi.

Bagaimanapun bersyukur atas kehadirannya, tidak melalui kehadirannya aku kembali boleh menulis bahkan akhir Desember 2018 aku sudah boleh menerbitkan buku puisi ku sendiri.

Melalui persinggahan pria itu aku juga boleh menikmati waktuku melalui puisi-puisi yang kutulis, karena apapun yang kurasakan dan kupikirkan itu dapat dituangkan melalui tulisan.

Aku juga sudah mengikuti beberapa lomba puisi, dan sejauh ini per Januari 2019 sudah ada 6 puisi yang lolos seleksi dan dibukukan penerbit. Dan aku akan terus menulis dan berkarya melalui puisi-puisi ku. Dan aku kembali menulis setelah 7 tahun.


Kisahku kembali menulis setelah 7 tahun, itu semua tidak lepas dari kehadiran si dejavu aries.




Selasa, 22 Januari 2019

Aku, Rindu dan Jarak

Jarak yang terbentang di antara kita
Aku terkurung dalam kesunyian hati
Jiwa dan hati diterpa lara karena rindu
Aku tak kuasa melawan jarak yang nyata

Berharap cinta kita tetap bersemi
Berharap kita saling menerima dan mengerti
Jarak hanya menjauhkan raga
Jarak bukan menjauhkan hati kita

Tak mau cinta kita terpisah karena jarak
Terus menata hati agar hati tak tergoda
Jangan menyerah karena jarak
Jaga cinta kita,  sebab cinta butuh di perjuangkan
Rinduku akan terus bergelora untukmu kasihku

@lusymarianapasaribu

Pernikahan Yang Di Jodohkan Juga Bisa Memiliki Cinta Dan Sudah Bertahan 37 Tahun

Apakah orang yang tidak memiliki cinta bisa menikah?, tentu saja jawabnya iya. Tapi apakah bisa bertahan, kembali kepada orang yang menjalankan pernikahan itu.
Orang tuaku menikah pada tanggal 22 Januari 1982, tepat pada hari ini orang tuaku sudah menjalani pernikahan selama 37 tahun. Dan dikaruniai 5 orang anak, 4 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Bahkan di tahun ini orang tuaku sudah memiliki 2 menantu laki-laki dan 3 orang cucu.

Bukan hal yang mudah bagi orang tuaku menjalani tahun pernikahan hingga hari ini, karena di masa-masa awal orang tuaku sering ribut dan bertengkar hebat dan pernah beberapa kali ingin berpisah satu dengan yang lain "cerita orang tuaku".

Karena orang tuaku tidak pernah berpacaran, hanya beberapa kali bertemu dan setelah itu mereka menikah. Orang tuaku dijodohkan oleh orang tuanya orang tuaku, seperti zaman Siti Nurbaya.

Orang tua aku tak kuasa menolak perjodohan itu, karena dari cerita yang kudengar kalau bapak ibuku tidak menikah akan putus tali silaturahmi antara marga bapakku dan marga ibuku.

Mau tak mau mereka tetap melangsungkan pernikahan demi kebahagiaan orang tua, tidak ada cinta atas landasan pernikahan mereka. Yang ada hanya keterpaksaan demi menyenangkan keluarga.


Aku masih ingat,  aku melihat pertengkaran mereka. Tapi yang kulihat walaupun mereka beberapa kali ingin berpisah tapi tetap saja mereka tidak sampai di tahap perpisahan karena ibuku bilang anak-anak yang akan jadi korbannya. Jadi ibuku tetap bertahan dalam pernikahan.

Berjalannya waktu walau tidak dalam  kurun waktu yang singkat, akhirnya aku menyadari dan merasakan ada cinta di antara bapak ibuku.

Pernikahan yang dijodohkan juga bisa memiliki cinta, ketika benar-benar sudah menyadari dan menerima keadaan dengan hati yang ikhlas. Walau orang tuaku mungkin tidak pernah mengucapkan kata-kata i love you seperti orang-orang berpacaran pada umumnya,

Pernikahan yang sudah dijalankan orang tuaku akhirnya menciptakan cinta bagi mereka sendiri, cinta dalam pernikahan. Walau diketahui banyak gelombang,  dinamika, bahkan  batu yang terjal dalam pernikahan, tapi ketika disadari bahwa dalam pernikahan 2 orang sudah dipersatukan oleh Tuhan dan miliki sikap saling menghargai, saling membangun, saling mengalah dan saling mendukung satu dengan yang lainnya maka dengan demikian cinta dalam pernikahan itu akan tumbuh.

Ketika sudah siap melangsungkan pernikahan apapun motivasinya dan karena apapun harus mengerti dan menyadari pernikahan itu adalah janji suci mengikat dua orang dalam satu ikatan. Berharap pernikahan yang sudah di jalani orang tuaku selama 37 tahun pada hari ini, mereka tetap dipenuhi cinta kasih, baik antara suami dan istri baik antara orang tua dan anak.

Aku bersyukur orang tuaku sudah mempertahankan pernikahan mereka selama 37 tahun pada hari ini. Berharap aku masih bisa menikmati pertambahan tahun tahun pernikahan mereka kedepannya.

22 Januari 1982 - 22 Januari 2019
Hari jadi pernikahan orang tuaku yang ke 37 tahun

@lusymarianapasaribu
   

Jumat, 11 Januari 2019

Lelaki Pertama di Hidupku

Lelaki Pertama di Hidupku

Aku merindukan dekapanmu
Aku ingin membingkai cerita bersamamu
Aku ingin melukis senyuman di wajahmu lagi
Maaf, aku sering buatmu terseret pada gejolak amarah
Maaf, aku jadi tangisan di hatimu
Maaf, aku sering tak sepaham dengan maumu
Kita berdua saling terluka dan kehilangan
Kita berdua terlalu pandai berkamuflase
Kita berdua alami sendu hati yang dahsyat
Biarlah risau ini berganti nama menjadi damai
Harapanku, kau bisa memahami dan menerima keberadaanku
Harapanku, akan ada waktu bagi kita untuk melepas kesenduan
Harapanku, aku juga bisa memahamimu dengan amarah dan diammu
Bagiku, kau tetap ada di hatiku "ayah"

@lusymarianapasaribu

Selasa, 08 Januari 2019

Tak Seirama

Tak seirama

Deruan nafas nya punya frekuensi begitu tinggi hingga terdengar jelas memekik telinga

Dari deruan nafas nya kemudian terlihat sekilas paras nya yang timbulkan senyum untuk ku

Mulai berkata dan bercerita dari deruan nafas juga paras nya akhirnya ada ucap kata yang terlontar
bahwa TAK SEIRAMA dalam puisi

Tak jadi hambar
Tak jadi masalah
Tak jadi kerumitan

Tak seirima bisa sekata
Tak seirama bisa bercengkerama
Tak seirama bisa berbagi dalam kilauan komunikasi dengan membuka diri

Ada yang menciut
Ada yang mencuat
Ada kisah yang berlalu ada kisah yang hadir

Tak seirama bukan berarti tak ada keindahan yang terasa
Tak seirama bukan berarti tak bisa bersemi
Tak seirama bukan berarti tak ada rasa bahagia

Mendengar deruan nafas mu
Melihat sekilas paras mu
Menikmati waktu bicara dengan mu
adalah hal baru yang jadi cerita di puisiku

Sabtu,  03november2018

@lusymarianapasaribu

Senin, 07 Januari 2019

Kisah Cinta Tak Selalu Indah

Kisah Cinta Tak Selalu Indah

Benih benih kecemburuan pernah merajalela dalam diriku
Buat diri kehilangan akal karena cinta
Demi mendapatkan perhatian sang kekasih
Diri ini rela terlihat bodoh
Merajut harapan kebahagiaan terhadapnya
Memimpikan hal hal indah terjadi dengannya
Ternyata realita tak bersekutu dengan ekspektasiku
Ternyata kita harus berpisah karena ketidak setiaanmu
Kita tak berada di sisi yang lama lagi
Kita tak lagi seirama dalam komitmen
Benar bahwa kisah cinta tak selalu indah
Ketika hati tergoda pada hasrat cinta yang lain
Biarlah itu semua menjadi pelajaran berharga bagiku
Kurelakan dan kulepaskan kisah cinta itu

@lusymarianapasaribu

Kamis, 03 Januari 2019

Dengan Ngeblog Dan Menulis Aku Dapat Menikmati Waktuku


Menjadi blogger pemula, awalnya sedikit ragu untuk memposting tulisan karena aku merasa tulisanku masih berantakan kemudian temanku menguatkan dan memberi pencerahan padaku, temanku bilang bahwa "tak ada tulisan yang berantakan yang ada adalah karya"

Akhirnya aku menemukan kembali keberanian dan ketertarikan untuk menulis dan ngeblog tepatnya pada tanggal 1 Desember 2018 aku berani memposting tulisan pertama di akun blogku.  Dan sebenarnya punya akun blog karena saran seorang teman.

Aku mulai menulis lagi sejak 1 Oktober 2018, bertahun tahun lalu aku suka menulis puisi dan aku memusnahkannya jadi abu yang tak bersisa waktu itu, di kala aku benar-benar labil dan sekarang aku sangat menyesal karena tak ada puisi lalu jadi kenangan yang tertinggal. 1 Oktober kemarin aku memutuskan mulai nulis puisi lagi karena ada seseorang yang hadir dan ku putuskan juga untuk mendownload aplikasi media sosial untuk mempublikasikan puisiku agar ada pertinggal.

Dengan ngeblog dan menulis,  merupakan hal yang baik juga menyenangkan bagiku.  Aku bisa meluapkan segala yang kurasa dan pikirkan melalui tulisan. Dan ngeblog adalah wadah berbagi cerita cerita yang kualami, aku tahu aku masih blogger pemula dan  berharap akan terus menulis. Bahkan kalau seseorang tidak menulis,  seseorang itu akan hilang dan mati.  Seperti yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah"

Sebagai blogger pemula aku sangat menikmati waktuku dan aku candu menulis, di akun blogku saja per hari ini tanggal 3 Januari 2019 ada 143 postingan artikel yang sudah di publikasikan. Dan harapan nya di tahun 2019 aku akan terus menata hati agar miliki kesadaran untuk terus ngeblog dan menulis.

Ngeblog dan menulis itu menyenangkan karena aku bisa menghabiskan waktuku tanpa menggerutu dan membagikan apa yang kurasa dan kupikirkan dalam tulisan-tulisan puisiku, sekarang sudah ada beberapa yang tahu aku mulai suka menulis puisi diantaranya adikku,  teman kelompokku, teman kerjaku dan mahasiswaku.

Beberapa orang diantara mereka sudah meminta aku tuliskan puisi dan aku sudah melakukannya, ada beberapa orang yang aku tuliskan puisi dengan topik yang mereka mau. Dan ada rasa bahagia ketika puisi yang kutuliskan untuk mereka, mereka sukai dan dapat menghibur mereka.

Aku akan belajar menulis hal-hal lain selain puisi, melalui tulisan aku bisa dapat teman literasi, bisa sharing walau tak pernah bertemu secara nyata. Dan beberapa minggu yang lalu aku menulis artikel selain artikel puisi dan ku publish ke akun blogku.  Dan jujur ada kesenangan tersendiri ketika artikel yang ku posting menjadi artikel pilihan, dan itu ada di salah satu platform blog. 

Bahkan melalui blog aku sudah berani mengikuti beberapa lomba,  bukan tentang menang kalah tapi pengalaman baik yang ku alami. Dengan ngeblog dan menulis aku sudah menang lomba puisi yang berjudul "arti sebuah kesetiaan" dan akan di bukukan penerbit dan artikel puisi puisi yang ku posting di blogku sudah ada di buku antologi puisiku yang pertama dan pertanggal 18 Desember 2018 kemarin sudah terbit buku antologi puisiku yang pertama. Yang di beri judul "aku dan pencerahan".

Melalui ngeblog hari hariku lebih berwarna karena bisa menulis dan bangga bisa ngeblog ketika ada hal hal baik terjadi untuk diriku dan orang lain. Ketika tulisanku ada yang baca dan suka itu adalah bonus tersendiri di hatiku. Terlebih ketika ada yang bilang melalui tulisan yang ku posting ada yang terinspirasi dan terberkati, ada kebahagiaan bagiku bisa ngeblog dan menulis.

Dan sebisa mungkin aku juga mensugesti orang lain untuk menulis karena menulis merupakan hal yang baik bagi diri dan dunia seseorang. Dan sekarang aku sadar bahwa ngebahagian diri sendiri dan orang lain tidak harus dengan materi tapi dengan tulisan dan ngeblog bisa buat diri sendiri dan orang lain bahagia. Menulis dan ngeblog itu harus jadi kebiasaan pada diriku sendiri dan tak ada kata "jemu" bagiku untuk terus ngeblog.  Kontemplasi menulis dan kutuangkan di akun blogku dengan bangga sebab itu karyaku sendiri. Akhirnya aku katakan  bahwa " dengan ngeblog dan menulis aku dapat menikmati waktuku. 

@lusymarianapasaribu

Jeritan Luka

Jeritan Luka

Jiwaku kembali meraung raung penuh duka
Tercabik cabik aku oleh hasrat amarah
Tak di perdulikan
Tak di anggap
Tak ada di hati siapa pun

Di seluruh keberadaan diriku
Saat ini hatiku patah
Semu dan ilusi semata
Secercah harapan hatiku pudar dan hilang
Sadarku bahwa aku yang salah

Rapuh karena ucapan itu
Aku benci perasaan ini
Aku terhempas
Aku biarkan tenggelam dalam lautan luka
Aku jatuh pada kesalahan yang sama

@lusymarianapasaribu

Rabu, 02 Januari 2019

Hadiah Dari Anak, Itu Pemberian Spesial Bagi Orang Tua

Hadiah Dari Anak, Itu Pemberian Spesial Bagi Orang Tua

Walau aku belum berkeluarga dan memiliki anak tapi aku memiliki orang tua, kenapa aku bisa mengatakan hadiah dari anak itu merupakan pemberian yang spesial bagi orang tua.
Itu merupakan pengalaman pribadi yang kualami dan kurasakan, itu juga bukan hanya slogan-slogan indah, tapi benar adanya adalah ungkapan dari orang tuaku ketika menerima suatu dari anak-anaknya.

Bukan soal berapa dan apa yang diberikan anak-anaknya kepada orang tua, tapi ini soal cara sikap menghargai dan menghormati keberadaan orang tua.

Mengenai materi dan barang-barang yang diberikan anak-anak kepada orang tua, pasti orang tua jauh lebih mampu membeli dan mempunyai materi itu sendiri.
Tapi aku adik-adikku mengerti menghargai orang tuaku itu adalah hal yang penting, sedapat mungkin dan sebisa mungkin ketika ada perayaan-perayaan spesial mereka,  aku dan adik- adikku selalu ingin memberikan yang terbaik bagi mereka. Ingin melihat senyuman di wajah mereka.

Semisal hari perayaan pernikahan mereka, hari ulang tahun masing-masing orang tuaku, hari perayaan bapak hari perayaan ibu, aku dan adik-adikku ingin memberikan sesuatu untuk mereka tahu bahwa anak-anak mereka perduli pada mereka.

Tapi bukan hanya ketika ada perayaan perayaan saja kami memberikan sesuatu kepada mereka, ketika sudah memiliki penghasilan sendiri. Karena aku dan adik-adikku sudah bekerja kecuali yang bungsu masih berusia 2 tahun 10 bulan, aku dan adik-adikku akan memberikan sedikit dari penghasilan kami per bulan kepada orang tuaku.
Walau mereka selalu berkata, mereka tidak usah menerima uang dari penghasilan per bulan kami, tapi kami selalu memberikan itu langsung ke dalam saku atau tangan mereka. Dan mau tak mau mereka tetap menyimpan dan menerimanya.

Dan orang tua kami, akan selalu ucapkan terima kasih dari mereka. Yang ada senyuman yang terlihat di wajah mereka. Ada kesenangan tersendiri ketika melihat mereka tersenyum dan bahagia, ada rasa damai di hati ketika bisa memberi sedikit kepada mereka.
Tepat di tanggal 1 kemarin, orang tuaku memberikan nasehat dan wejangan-wejangan hidup, karena kami sebagai suku Batak biasanya setiap awal tahun yang baru selalu berkumpul dan berdoa bersama untuk saling berbagi dan membukakan hal yang perlu dibukakan, banyak yang terungkap dan tahu kejujuran kemarin, banyak kesedihan yang terjadi, bahkan orang tuaku sampai berurai air mata.

Seketika aku shock dan terluka, karena ternyata banyak luka yang mereka simpan di hati mereka terhadap anak-anak mereka, banyak sikap kami yang mengecewakan mereka yang sadar atau tidak sadar kami lakukan.

Karena pada kenyataannya apa yang mereka sudah berikan kepadaku dan adik-adikku hingga hari ini takkan pernah terbalas takkan pernah terganti, bahkan memasuki tahun yang baru tahun 2019, tepatnya ini hari kedua di tahun ini aku bersyukur aku masih memiliki orang tuaku dan keempat adik-adikku.

Mereka keluargaku mereka sandaranku. 


Di tahun yang baru tahun 2019 ada kesadaran lebih di hatiku untuk tahu bersikap berucap berpikir agar tidak mengecewakan orang tuaku, dan yang terpenting pesan orang tuaku adalah terus menghargai diri sendiri mengasihi saudara-saudaraku.

@lusymarianapasaribu