Sabtu, 30 November 2019

Aku dan Kau

Aku dan Kau 
...
Aku menjadi bagian dirimu dan kau menjadi bagian dariku
Saat aku melebur dalam kekeringan pun kebodohanku, kau hadir seperti cahaya matahari di garis waktuku

Tak kau biarkan diriku menghilang dan berjalan pada kehancuran hidup
Kau selalu ingin ketakutan dan kesedihan tak berkujung pun menguasaiku

Aku menjadi tenggelam dalam aroma kebahagiaan karenamu
Kau melukis dan menghadirkan pesona di jiwaku, sungguh aku sangat mengagumimu

Akhirnya, ada lingkaran rasa yang tumbuh dan terikat untukmu 
Aku berharap dengan dirimu akan ada cinta yang terjalin indah, karena tanpamu akan ada kerumitan di perjalanan hidupku 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kembali Berwarna

Kembali Berwarna
...
Karenamu pernah tercipta padang gurun di hatiku, bahkan airmata kesedihan tersimpan di dalamnya 
Tanpa sadar, di antara perjalanan waktuku kau melahirkan prahara yang teramat perih

Aku pun merelakan diriku bercengkerama dengan amarah
Kureguk waktuku dengan menyembunyikan diri dari rasa sakit 

Tapi aku tak pernah tahu, kau kembali hadir tanpa kuduga
Seperti titik balik,  kau menyembuhkan luka yang tercipta darimu 

Di garis perjalanan hidupku, ada aroma yang kembali berwarna karena kau memberikan nuansa keindahan di jiwaku setelah kau mengguyuriku dengan kalimat-kalimat menyakitkan 
Kini, dahan-dahan hatiku yang pernah berguguran kembali pulih dan mulai menari tuk berjalan beriringgan bersamamu

***
Rantauprapat, 30 November 2019
Lusy Mariana Pasaribu