Jumat, 31 Juli 2020

Anggur di Tubuhku

Pexels.com
...
Benarkah kau hanya mencintai anggur yang ada di tubuhku? 
Sungguhkah kau tak pernah mengingini buah ranum yang terdapat di tubuh mungilku yang indah? 

Sejujurnya, aku meragukan hal itu. Bagaimana aku bisa mengatakan itu?
Saat aku terbangun dari tidurku,  aku mendapatimu sedang merambat, menghampiri, dan menyusuri bagian tubuhku. Aku pun membiarkanmu, membiarkanmu meninggalkan jejak di tubuhku. Bahkan aroma yang ada di tubuhmu, aku sungguh menyukainya

Lantas, apa alasannya aku membiarkanmu. Sebab, keduanya kita telah bersatu dalam komitmen cinta yang benar. Dan itu hakkmu, kau pun tak pernah akan kusingkirkan. Aku mencintai cintamu, kau pun mencintai cintaku 

Jadi, jangan pernah lagi mengatakan kebenaran yang tidak seutuhnya
Katakan bahwa kau benar-benar mencintai anggur di tubuhku juga bagian-bagian yang ada di tubuhku 

Aku tak akan menyimpan hal ini diam-diam. Aku sudah mengatakannya padamu. Kuyakini, bahwa aku seseorang yang beruntung menemukanmu dan juga ditemukan olehmu. Kuharap kau pun akan demikian. Kau juga pernah mengatakan, aku pantas untuk menghabiskan banyak musim yang akan kau lalui

Dan kepadamu aku berjanji, hatiku akan tertuju padamu

Bersamamu jiwaku memiliki harapan, harapan untuk mewarnai tata kehidupan kita dengan sepenuh hati

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 28 Juli 2020

Seorang Wanita Memanggil Namaku

fineartamerica.com
...
Seorang wanita memanggil namaku pagi ini, tapi ia tak mendapatiku menjawab panggilannya. Ia memanggil semakin kencang, mencari dengan langkah gusar, hingga akhirnya ia menemukanku masih tertidur, walau bukan di kamar tidurku. Ia pun membangunkanku

Ketika ia menceritakan itu, ada khawatir padanya saat ia tak mendapati aku di tempat tidurku. Seketika aku menitikkan air mata, dan istana hatiku seakan dijatuhi pelangi yang indah

Pagi ini, ia pun kembali menyetuh hatiku. Mengukir senyum di wajahku. Di kehidupanku, aku akan selalu mengingat keteguhan hati yang ia miliki. Darinya aku menuai banyak cerita yang bermakna

Ia pun mewariskan banyak kasih sayang untuk hidupku, membungkusku erat dengan semangat untuk berjuang dalam hidup. Karena ia telah mengikat hatinya untukku

Wanita yang memanggil namaku pagi ini adalah wanita yang telah melahirkanku dari rahimnya, wanita yang kupanggil ibu. Aku hanya bisa berterima kasih buat semua doa, kekhawatiran dan senyuman yang ia berikan untukku

Sekalipun, aku tak akan pernah bisa membalas seluruh kebaikannya. Dan sungguh, aku pun tak akan pernah bisa melupakannya di dalam hidupku

***
Lusy Mariana Pasaribu
[Rantauprapat, 28 Juli 2020, 09:03 WIB]

Senin, 27 Juli 2020

Perempuan Itu Bernama Maria

Shutterstok
...
Perempuan itu tersenyum melihat perjuangan prianya. Entah sudah berapa banyak prianya mencipta dan menghadirkan bahagia untuknya. Bahagia yang bukan hanya mengenai materi 

Dalam hidupnya, perempuan itu harus memahami keadaan prianya yang mengalami himpitan. Hingga kehidupan mereka gelisah karena dipenuhi air mata

Perempuan itu bernama Maria, dan bukan perjalanan yang mudah baginya untuk memutuskan menjalani hidup dengan prianya. Prianya yang bernama Raja Wen

Acapkali kehidupan mereka terasa pahit, tapi Maria adalah perempuan tangguh. Perempuan yang tidak takut berjuang bersama dalam harmoni kehidupan

Baginya, hidup akan memiliki banyak cerita, tapi hidup juga memiliki banyak harapan bahagia. Perempuan yang bernama Maria itu memilih menikmati setiap musim hidupnya dengan melukis senyuman dan selalu memberikan cinta untuk prianya

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sungguh, Aku Menyukai Sebuah Kebersamaan

Minanews.net
...
Untukku, sebuah kebersamaan mampu buatku berdansa dengan keindahan. Terlebih jika kebersamaan yang tercipta adalah kebersamaan dengan seseorang yang istimewa dan menjadi bagian dalam perjalanan hidup 

Kebersamaan yang tercipta ini, bagai bunga mekar yang ada di taman hatiku. Memberi cinta pada hati. Pun menjadi kenangan baik di sejarah hidupku

Hari ini, aku kembali menikmati rasa indahnya sebuah kebersamaan. Hingga kedamaian merasuk dalam jiwaku. Romantisnya senja seperti terasa dalam hangatnya kebersamaan

Nuansa kebersamaan dengan seseorang yang menjadi bagian dalam hidupku itu membawa kebahagiaan tersendiri dalam hati. Jari-jemariku pun seakan menari untuk melukiskan perihal rasa bahagiaku ke dalam bait-bait puisiku. Dari ribuan kata dari puisi yang pernah kutulis, puisi kali ini akan berakhir pada kalimat "sungguh, aku menyukai sebuah kebersamaan"

***
Lusy Mariana Pasaribu
[Rantauprapat, 27 Juli 2020]

Sabtu, 25 Juli 2020

Kebersamaan Kita Telah Selesai

Pixabay
...
Sudah cukup aku menerima semua pembodohan ini, kau bukan lagi hasratku. Seringkali kau hanya menyuapi jiwaku dengan pasal-pasal kesengsaraan. Mataku ingin beralih dari matamu

Hampa sudah ada di dalam rasaku.
Aku saja yang terlalu takut untuk pergi, terlalu cemas akan beberapa hal

Apa yang salah denganku, aku mempertanyakan hal itu?
Hingga aku alami trauma psikis karenamu, ketidakwarasan membelengguku

Aku ingin memutuskan rantai yang mengekangku, ingin melepaskan diri darimu, aku tak ingin diam lagi. Tak ingin menghancurkan hatiku lebih lama 

Pikirku, mau sampai kapan aku tertekan. Membiarkan diriku selalu memetik bunga yang layu dari kekacauan yang kau lakukan 

Dan kini, akhirnya pencerahan membasuh hatiku 
Kuciptakan keberanian untuk mengatakan kisah dan kebersamaan kita telah "SELESAI" dan aku akan berjuang tanpamu di sisiku

Ini kebebasan yang kupilih 

Dan setelah ini, aku tak akan membutakan mata dan hatiku terhadap pembodohan yang kuterima
Biarlah amunisi kebahagiaa akan kembali menyegarkan relung hatiku 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sebenarnya Tak Ingin Pergi

pxhere.com
...
Tak semua hujan turun dari awan, ada hujan turun dari hati. Hujan kesedihan yang hati sedang rasakan hingga membuat air mata berjatuhan

Sebenarnya aku tak ingin pergi, tapi aku ingin pergi dan menghabiskan luka yang ada di hatiku. Tak ingin hatiku selalu diramaikan oleh sepi, nestapa, bahkan tangisan 

Sesungguhnya masih ada rasa perduli untukmu, tapi terlalu banyak amarah yang berbaris dan memayungi hatiku karenamu

Adakah dirimu akan mengerti? Entahlah, kurasa tidak
Karena di garis waktuku, kau lebih sering memberiku getaran kekecewaan 

Aku tak ingin membiarkan jejak kehidupanku terus menerus menjadi kelam
Satu-satunya cara yang kulakukan adalah, aku memilih untuk pergi darimu

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 24 Juli 2020

Rindu Simetris

www.irmasenja.com
...
Benarkah rindu harus simetris? Agar tidak bertepuk sebelah tangan

Bukankah sepasang kekasih yang sedang merajut kisah asmara terkadang berselisih paham, hingga terkadang saling menyalahkan

Di sudut hati yang satu mulai merasakan rindu, sedang di sudut hati yang lain masih dibungkus amarah hingga tak merasakan rindu

Sekali pun sedang mamadu kisah cinta, tetap saja bunga-bunga rindu yang mekar dan mengisi hati terkadang bisa layu dan gugur

Bicara tentang rindu, rasa itu bersekutu dengan keegoisan dan rasa sakit. Ternyata rindu yang menari-nari dan menggoda hati tak selalu simetris, bisa saja rindu menjadi asimetris

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kamis, 23 Juli 2020

Selamat Malam, Pagi!

walpaperflare.com
...
Aku ingin mengucapkan selamat pagi!
Tapi aku masih diselubungi ketakutan akan kisah malamku

Pernahkah kau rasakan kisah malam yang kelabu di pagi harimu?
Aku pernah merasakan itu
Penyebab utamanya tak lain tak bukan adalah perubahan rasa yang ku alami
Rasa yang berubah itu sesungguhnya menghambat diriku untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat di pagi hariku 

Walaupun pagiku tak terlalu terang, karena gelapnya malam masih menyekap rasa di hatiku
Menurutku, itu adalah hal yang terkadang harus kualami
Aku ingin menemukan keberanian untuk menjalani pagi hariku, tak mau diasingkan dari indahnya pagi

Bukan keinginanku, jika lusinan kisah malamku yang kelabu masih hadir di perjalanan pagiku. Buat jiwaku dilanda kesepian
Aku berusaha keras untuk menciptakan gairah dalam menjalani pagiku, sesungguhnya tak mau kisah pagiku terhenti sebab diremukkan kisah malam yang kelabu
Akhirnya aku memilih untuk belajar,  tidak menggelapkan hati akan kisah malamku yang kelabu di perjalanan pagiku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Rabu, 22 Juli 2020

Benarkah Rindu adalah Rumah Paling Sakit?

Pexels.com
...
Aku sungguh tahu dengan pasti, bahwa aku tak pernah ingin membunuh kenangan masa lau. Walau terkadang kenangan masa lalu yang menyelubungi samudera hatiku memberikan rasa pedih

Ada rindu yang tak akan pernah padam dan terdapat dalam kenangan masa lalu, rindu yang tak akan pernah bisa lagi terdengar olehnya 

Aku akan terus menabur rindu di halaman dan rumah hatiku. Meskipun rasa rindu yang mengusik perasaanku,  aku tak akan bisa memanennya di dalam realita hidupku.

Aku memiliki banyak alasan mengapa aku terus merindunya
Aku pun tahu bahwa aku tak akan bisa lagi berjumpa dengannya
Kuyakin rindu adalah tamu yang kuterima hadirnya dengan sukacita di rumah hatiku

Perihal rindu
Benarkah rindu adalah rumah paling sakit?
Bagiku tidak demikian, karena rindu adalah sajian manis yang akan terus kunikmati rasanya di hati. Meskipun, rasa rindu itu terkadang membuatku layu, karena aku akan menghadapi masa-masa sulit. Aku kesepian tanpanya, aku sendirian. Tapi aku tak akan kehilangan nutrisi baik karena merindunya

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Imajinasi yang Ini diakui Keberadaannya

Pexels.com
...
Saat musim kemarau atau saat musim hujan, aku suka berimajinasi dan entah berapa banyak imajinasi yang kumiliki
Imajinasiku memiliki warna dan nilai estetika tersendiri untuk hatiku

Aroma imajinasiku mampu menebarkan berlaksa-laksa cerita yang ingin diakui keberadaannya dan dituliskan menjadi sebuah karya puisi 
Imajinasiku juga mampu melahirkan ide-ide baru untuk aksara puisiku. Berderet kata diterbitkan karena kehadiran imajinasi

Bersama imajinasi, mungkin aku tak akan kehabisan kosakata. Sebab aku bisa memetik  kata baru dari pohon kata yang tersembunyi jauh dari jangkauanku

Kataku, ini caraku mencintai puisi. Aku akan menikmati imajinasi yang hadir dalam nalarku. Aku akan membiarkan diriku luruh dalam diam, tenggelam di dalam imajinasi, agar aksara puisiku menyapaku kembali dengan rasa manis

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Pukul Tujuh Lebih Tujuh Menit Pagi

Pixabay
...
Entah apa yang kurasakan di hatiku 
Aku menyukai perputaran waktu saat detik menunjukkan pukul tujuh lebih tujuh menit pagi

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku tak menyembunyikan diri dari keramaian aksara
Aku abjad yang menggoda 
Kau kata yang menyelaraskannya hingga menjelma menjadi kalimat yang bermakna 

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku mulai menghamburkan diri ke dalam simfoni bait-bait syair
Aku pun melukis warna di galeri diksiku
Kau adalah peristiwa di dalam kanvas kataku

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku membenamkan dan mendamparkan diri pada virus sastra 
Kau membawa cerita untukku
Aku pun menulis untukmu

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku melepas rindu melalui puisi 
Kau jatuh cinta pada puisi 
Aku dan kau sama-sama menikmati seni yang terperangkap pada puisi 

Di hariku, pada pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku meninggalkan kesendirian dan kesepian 
Aku tak ingin kecurian waktu untuk melemparkan pandangan, mencari dan menemukan makna dari indahnya aksara yang diinginkan hatiku
Kau pun menemukan diriku dalam aksara yang telah kuselesaikan dan akhirnya kau baca

Kemudian aku mengerti dan menyakini, kenapa aku menyukai pukul tujuh lebih tujuh menit pagi?
Aku bahagia dan bersukaria dengan pohon kata-kata 
Aku pun bisa tersenyum melalui kata yang kutulis, dan menjadi tulisan yang utuh 
Kau juga ada di dalam tulisan-tulisanku, dan menjadi sejarah di semesta perasaanku juga di wajah kehidupanku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 21 Juli 2020

Seni dalam Mencintai dan Dinamika Kehidupan Pernikahan

sosok.grid.id
...
Ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menikah dan berkomitmen satu dengan yang lain. Dan sudah diberkati di dalam Tuhan, maka sudah seharusnya pasangan kekasih itu memahami tanggung jawab dan tetap menikmati seni dalam mencintai, yang tidak lagi pada level berpacaran.

Memang untuk memaknai perihal seni dalam mencintai di kala berpacaran sangat jauh berbeda 180 derajat, saat memaknai seni dalam mencintai di kala sudah menikah. 

Saya menuliskan ini berdasarkan kisah pribadi, saya melihat dan menyasiksan sendiri bahwa banyak pasangan kekasih yang setelah berumah tangga menjadi pasangan suami isteri yang tidak bertanggung jawab.

Menurut saya pribadi, tidak akan pernah pernikahan itu berjalan baik-baik saja. Pastilah ada batu dan kerikil yang harus dihadapi. Dinamika kehidupan pernikahan pun pastilah berbeda dan beragam, kembali pada pasangan suami isteri itu sendiri menyikapinya. Ketika ada keraguan dan gejolak dalam pernikahan, apakah pasangan suami isteri memilih memperbaiki dan mempertahankan hubungan pernikahan atau malah membiarkan gejolak itu semakin besar dan terjadi perpercahan. 

Sudah seharusnya, pasangan suami isteri paham batasan untuk tidak bergaul akrab dengan seseorang yang bukan sepatutnya. Dan point penting dalam perjalanan pernikahan juga adalah kepercayaan dan keterbukaan, mencintai pasangan itu tidak harus mengekang apa lagi mengintai.

Ada banyak bahaya besar yang harus dihindari dari dunia pernikahan. Beberapa di antaranya, terlalu cemburuan, firasat yang tak berdasar, perhatian yang berlebihan untuk orang yang disekitar, selalu merasa benar dan keotoriteran pada pasangan. Jika bahaya ini tidak terselesaikan dengan tepat, akan timbul faktor yang menyebabkan perselisihan bahkan kehancuran hati di dalam pernikahan.

Pasangan suami isteri perlu membukakan diri perihal perasaan masing-masing, untuk memahami dan menerima perbedaan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya di saat berpacaran. Demi keutuhan keluarga yang sudah terjalin di dalam Tuhan. Terlebih jika dalam perjalanan pernikahan itu, pasangan suami isteri sudah dikaruniai anak oleh Tuhan.

Anak itu adalah berkat yang Tuhan berikan di dalam dunia pernikahan. Dan jika pasangan suami isteri menyia-nyiakannya,  terlebih karena keegoisan semata. Maka anaklah yang akan menderita dan menjadi korban. Penting dan perlu diingat untuk pasangan suami isteri yang sudah menikah dan dipersatukan oleh Tuhan, tetap saling mencintai dan mendukung, mengingat kembali alasan untuk berkomitmen dengan menghargai rasa cinta yang Tuhan berikan. 

Banyak seni dalam mencintai dan beragam warna dari dinamika kehidupan pernikahan, berjuang dan berusahalah bersama untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga yang sudah dibina. 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jika Aku Menulis Puisi Tentangmu

gallerydirectart.com
...
Jika aku menulis puisi tentangmu, aku tak akan menuliskan puisi-puisi yang hanya penuh tentang keindahan. Kau ijinkan atau tidak, aku akan tetap menulis puisi yang beraneka warna perihal dirimu. Karena perihal dirimu banyak seni mencintai yang di dalamnya 

Puisi menawarkan kenyamanan untuk jiwaku
Entah sudah berapa banyak puisi yang kutulis tentangmu
Betapa aku bisa menciptakan senyuman di raut wajahku ketika menulis puisi tentangmu

Wahai kekasih yang terkasih, aku akan terus menulis puisi tentangmu. Aku pun akan menunjukkan kepadamu, bahwa menulis puisi itu menyenangkan perasaanku. Dan melalui puisi yang kutulis tentangmu, di dalam diksi demi diksi dan bait-baitnya, ada jejak pesan dari perasaanku untukmu kekasih  yang terkasih

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Senin, 20 Juli 2020

Kekasihku yang Tak Pernah Bisa Menulis Puisi

Pitsko Glennadij
...
Aku berterimakasih pada Tuhan sang pemilik semesta, Ia telah mempertemukan kita. Hingga kita menjadi kekasih dan menyatu dalam komitmen cinta, aku pun memahami bahwa kau adalah salah satu bentuk kasih Tuhan yang kuterima dalam hidupku 

Berharap, kita akan terus menaburi cinta kita dengan rasa tulus lagi setia. Karena aku sungguh ingin, cahaya bintang-bintang terus menyinari hati kita berdua

Kekasih
Jika kau tak pernah bisa menulis puisi, kukira itu hanya tentang ketidakseiramaan kita dalam hobi. Namun bagiku, kau tetaplah kekasih di hatiku. Kau itu mampu memberi partikel baik dalam bait-bait puisiku, entah itu perihal kisah kasih kita yang sedang dihujani kebahagiaan atau pun perihal kisah kasih kita yang sedang dilanda kemaraunya kehidupan

Kekasih
Kukatakan padamu, aku bahagia bisa menulis puisi tentangmu,  walau kau tak akan pernah bisa membalas untuk menulis puisi tentangku

Bicara kekasihku yang tak pernah bisa menulis puisi, dia adalah salah satu alasanku untuk merasakan kebahagiaan di dalam hidup yang terkadang memberi ketidakadilan

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jika Aku Tak Berada di Rumah Itu Lagi

Shawna Erback
 ...
Jika Aku Tak Berada di Rumah Itu LaAh, betapa kepedihan ini sungguh menggangguku. Aku ingin lari dan menjauh dari rumah itu, ya rumah di daerah hatimu. Aku menyaksikan bahwa pondasi cinta yang seharusnya tersemat dalam sebuah komitmen cinta telah memudar dan tidak lagi mempersembahkan warna cinta dengan seharusnya 

Sekarang ini, rumah itu sering menjadi suasana dukacita untuk hatiku. Aku sering membiarkan detik demi detik waktu yang berdetak dan yang kulalui, menjadi waktu yang penuh kesia-siaan. Kini, gairah dan hasratku mencintai dari setiap suasana yang terjadi, perlahan menjadi layu. Betapa banyak senyumku yang telah menghilang

Dahulu, aku sering menuliskan puisi tentang keindahan perihal rumah itu. Dan sekarang ini, aku lebih sering menuliskan puisi tentang patah hati pun juga kesedihan. Dan jika aku tak berada di rumah itu lagi, mungkin aku akan memiliki keberuntungan, karena bingkai dan pintu perasaanku akan beristirahat dari luka dan kerapuhan yang berada di samudra hatiku

Sayangnya, aku tak akan bisa menempuh perjalanan itu. Perjalanan untuk pergi dari rumah itu. Karena bagiku, komitmen cinta itu penting untuk dipertahankan. Sehingga, aku akan terus berusaha untuk mengepakkan sayap cinta yang telah kupilih untuk bertahan di hatiku. Karena itu adalah perjuangan cintaku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Minggu, 19 Juli 2020

Aku Seseorang yang Suka Bersembunyi di Balik Bait-bait Puisi

eastcoastdaily.com
...
Aku suka menyembunyikan perasaan yang sedang kualami di dalam bait-bait puisi. Dengan itu, aku bisa merasakan pondasi hatiku lebih baik. Pun beberapa orang yang ada di dalam muatan hatiku tak akan terluka karena diriku

Benar, bersama puisi aku bisa mengalami keromantisan bahkan di saat bunga-bunga yang mengisi taman hatiku sedang tidak bermekaran dengan indah

Aku sering kali kehilangan, dan aku sudah membuktikan bahwa aku pun sering kali tak ditemukan

Karena sesungguhnya, aku hanya seorang perempuan melankolis yang di kedalaman hatiku tak memiliki banyak amunisi kata-kata untuk dapat menikmati perbincangan saat berbincang dengan beberapa orang yang ada dalam hatiku, yang terjadi adalah aku lebih sering kali kalah dan terbata-bata di dalam perbincangan 

Dan aku mengakui bahwa, hal itu menjadikan aku seseorang yang suka bersembunyi di balik bait-bait puisi yang kutulis. Melalui bait-bait puisi dan deretan baris demi baris kalimat di dalamnya, kegaduhan yang menaiki angkasa jiwaku serta kerumunan air mata yang mengalir di wajahku bisa pula tersembunyi dengan sangat rapi

Aku memilih hal itu, untuk bisa berada pada gulungan warna ketentraman hati dan kembali memiliki energi baik untuk semestaku sendiri

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sejarah yang Dahulu Kembali Terulang

Pixabay
...
Hatiku di terjang luka, jiwaku pun menjadi rapuh. Hari ini, aku adalah seseorang yang berbaring bersama perih hati. Hidup yang kujalani seolah mati. Hingga aku tak lagi mampu untuk tersenyum dengan penuh ketulusan, aku hanya bisa menangis sepuas-puasnya di dalam hatiku 

Sayangnya, hidup yang kutangisi ini bukan menjadi hak mutlakku. Dan aku tak bisa melakukan sesuatu dengan sesukaku

Hari ini, sejarah yang dahulu kembali terulang. Kenangan luka lalu kembali hidup dan tumbuh di perjalanan waktuku. Sorot mata indahmu memperlihatkan, bahwa lagi-lagi aku seakan tak berharga. Kepercayaanku kembali memudar, dan hari ini jejak bahagia tak berada di dalam kamus besar hatiku

Aku akan membiarkan sembilu tetap berpihak pada warna hidupku malam ini. Sebab esok jika aku masih bernafas, aku harus hidup dan membuat sejarah yang berbeda. Walau itu dengan terpaksa, mau tak mau aku harus membersihkan sarang luka yang menguasai diri dan hatiku. Setidaknya demi bunga-bunga lain yang mengisi ruang-ruang buku kehidupanku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sabtu, 18 Juli 2020

Aku Tak Mau seperti Embun

Pixabay
...
Aku tak mau seperti embun, jika hanya memberikan kesejukan pada hatimu namun tetap akan mencair sia-sia dan berakhir pada kehilangan

Aku tak mau seperti embun, yang kehadirannya ditunggu tapi sebentar akan sirna tak berarti

Aku telah memilih, bahwa aku hanya ingin seperti akar di hatimu, mampu menebarkan cahaya cinta untukmu dengan akar yang kokoh. Menumbuhkan berlaksa daun cinta yang penuh keindahan dan akan menghiasi langit di angkasa jiwamu

Ijinkan dan biarkan aku memiliki jalur di hatimu, jalur sebagai akar yang  akan menyalurkan nutrisi-nutrisi baik dalam segmen demi segmen peristiwa pun hempasan gelombang hidup yang akan kau jalani

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 17 Juli 2020

Cinta Bukan Hanya Kata

Sprituality&Health
...
Cinta bukan hanya kata yang terdiri dari lima huruf tapi cinta adalah bicara penyatuan rasa, tanpa memandang suku budaya dan agama sekali pun

Cinta adalah perjalanan yang penuh warna. Cinta pun penuh keabstrakan yang nyata, sebab hadirnya cinta hanya bisa dirasakan di dalam hati

Cinta mampu membuat hati bersekutu dengan rentetan rasa yang berbeda. Bukan hanya kebahagiaan yang didapat rasa cinta tapi terkadang juga rasa sakit

Dalam hidup, cinta salah satu hal yang selalu dibicarakan. Kenapa selalu bicara cinta? Karena cinta adalah candu dan  cinta itu perjuangan tiada akhir

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Kamis, 16 Juli 2020

Aku Akan Tetap Menulis Puisi, Walau Kamu Tak Menyukai Puisi

pixabay
...
Aku akan tetap menulis puisi, walau kamu tak menyukai puisi. Dan itu bukan berarti kamu membenci puisi, hanya saja kita tak seirama dalam puisi. Aku akan tetap menulis puisi, karena bagaimana pun aku menyukai puisi. Dengan puisi, aku bisa merayakan kebahagiaan cinta kita 

Ketika menulis puisi, aku bisa menghabiskan waktu untuk bercerita tentangku, tentangmu, dan tentang kita. Dengan menulis puisi, itu membuatku mampu membawa selaksa cerita mengenai kita dan akan tenggelam dalam lautan kenangan yang akan kurindukan. Aku pun akan bisa mengingat kenangan itu kembali melalui tulisan puisiku

Puisi yang kutulis itu, bisa memberiku rasa nyaman. Melahirkan beragam rasa yang kurasakan, aku bisa melepaskan luka, bisa pula merayu rindu melalui puisi. Hingga menjelma pada kebahagiaan. Senyumku pun bisa terpancar dan merekah dengan indah 

Terkadang pun, aku menulis puisi tentang dirimu. Dirimu itu cinta dan kekasih dalam jiwaku. Baik itu perihal kebersamaan atau pertengkaran kita. Jika suatu saat, tanpa sengaja kamu menemukan puisi yang kutulis untukmu, kuharap kamu bersedia untuk membacanya dan akan terlihat bahwa ada warna dari daun hatiku di dalamnya. Dan kamu pun akan menyukai puisi yang kutulis

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jejak Bahagia, Puisi dan Buku Puisi

Jejak Bahagia, Puisi, dan Buku Puisi
...
Aku menemukan diriku, bahwa aku menyukai puisi. Puisi yang kusukai, yang ada dalam hati dan pikiranku akan kutuliskan di dalam buku. Menuliskannya di  dalam buku puisiku

Saat aku kehilangan kepercayaan terhadap diriku sendiri dan orang lain,  buat ruang-ruang kerajaan hatiku dipenuhi kesepian, aku akan memberangkatkan  rasa dari kisahku ke dalam aksara. Aksara puisi yang kupilih untuk menjadi salah satu teman di perjalanan waktuku 

Melalui aksara puisi, aku bisa melepas kesesakan hati. Dan perlahan, aku kembali bisa merasakan jejak bahagia. Aku akan berusaha membersihkan hatiku dari kegelisahan yang berhamburan di dalam duniaku, hingga halaman buku dari perjalanan hidupku kembali berwarna dengan indah

Ini puisiku
Puisi yang menghantarkanku pada kedamaian hati

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Pria Itu Bernama Raja Wen

pixabay
...
Pria itu tak pernah tunduk pada kelemahan, ia menolak untuk kompromi pada ketidakadilan hidup. Ia menemukan selaksa keberanian dari ratu yang ada di singgasana hatinya. Ada cinta dari ratunya

Ia pun tak membiarkan dirinya mematung dengan kaku, jika melihat dan membaca sorot mata ratunya terlihat begitu sendu 

Apa pun permainan hidup yang ia lalui, ia akan menjaga ratu bahkan pion yang menjadi tanggung jawab dalam hidupnya. Ia akan berusaha untuk menjadi pelita yang menyinari keluarganya, juga menjadi butiran pelangi yang mewarnai dunia keluarganya, agar gelap gulita tak melanglang buana dan melapisi warna   dari lapisan-lapisan kehidupannya

Dalam hitam putih kehidupannya,  ia tak menyerah pada keadaan. Ia miliki semangat juang dan terus melanjutkan kereta perjuangan hidupnya. Perjuangannya untuk mewujudkan harapan ratu dan pionnya. 

Pria itu bernama Raja Wen, raja yang memiliki keistimewa di hati ratu dan pionnya

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Bagiku, Ada Lima Alasan Kenapa Menulis Itu Keren!

www.123rf.com
...
Dalam hidup seseorang, pastilah ada sesuatu yang dianggapnya keren! Entah itu pendidikannya, harta kekayaannya, gadgetnya, atau bahkan pacarnya. Mungkin juga hal lainnya. Tapi ada hal lain yang tak kalah keren bagiku, apa itu? Salah satu hal yang keren untukku, tak lain adalah menulis.

Aku memiliki alasan kenapa bisa mengatakan bahwa menulis itu keren bagiku. 

Alasan pertama,
dengan menulis aku bisa meluapkan apa saja yang aku rasakan, entah itu kebahagiaan atau kepatahan hati. Aku bisa mengalami kelegaan dari kesulitan yang menggerogoti hatiku. 

Alasan kedua,
dengan menulis aku mendapatkan kesenangan tersendiri. Ketika ketandusan juga kekeringan hati menerpa, hingga aku merasa tak nyaman berbagi cerita dengan orang di sekitarku. Yang kubisa lakukan hanya menulis, menulis di aksara yang kupercayai. Dalam jiwa dan ladang kehidupanku, aku menyukai dan terpesona dengan aksara, aksara puisiku. Walau aku sendiri tahu, bahwa menulis bukan sesuatu yang mudah kulakukan tapi bukan sesuatu yang tidak bisa kulakukan. Karena menurutku, tidak setiap orang mampu menuliskan apa yang dirasanya menjadi sebuah tulisan.

Alasan ketiga,
dengan menulis aku bisa menikmati kebebasan. Kebebasan tanpa rasa takut, melalui nyanyian dalam kata-kata yang kulirikkan dalam akasara-aksaraku. Kebebasan untuk tetap mengingat hal-hal yang terlupa melalui tulisan yang sudah ditulis, kebebasan akan ingatan yang tanpa sadar tetap terjaga dan terpelihara. Kebebasan untuk mengetahui banyak hal melalui tulisan. 

Alasan keempat, 
dengan menulis aku mendapatkan makna tersendiri dari tulisan-tulisanku. Makna yang menjadi jejak di dalam kenangan hidup yang kujalani. Dan yang kusukai dari menulis adalah jiwaku terselamatkan dari perasaan yang mengganggu, dengan kata lain menulis itu menyehatkan untukku.

Alasan kelima, 
dengan menulis, aku membuat hidupku lebih hidup. Ketika aku menikmati jejak-jejak dari tulisan-tulisanku, aku akan tersenyum merekah. Dan hidupku lebih berwarna melalui aksara yang kutulis.

Dan aku juga yakin, orang lain yang suka menulis memiliki alasan yang berbeda untuk bisa merasakan kebahagiaan dari tulisannya. Mari terus menulis, jika hal itu mencipta kebaikan untuk menjalani kisah hidup.

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Akhir Kisah Kita

allposters.com
...
Aku melepasmu dan kisah kita hari ini pun berakhir. Dan ya, hari ini memang ada untuk perpisahan kita. Setelah kau mengeluarkan baumu yang asli, aku menemukan realita untuk menghentikan langkah perihal mempercayaimu

Selepas kisah kita berakhir hari ini, bersama senandung penerimaan, aku berharap tak akan ada lagi rindu untukmu. Aku sungguh-sungguh ingin menjadi asing denganmu

Jejak langkahku yang pernah tercipta denganmu, hanya akan menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Masa depan kita kini ada di jalan yang berbeda, karena kita adalah ketidakmungkinan. 

Karena satu dan lain hal, mungkin mau tak mau kita akan tetap akan berinteraksi. Sekali pun sulit, perlahan tapi pasti hatiku akan membatu dan bersembunyi rapat-rapat darimu

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[15.07.2020, 20:50]

Melepas Resah dengan Bait Puisi

Sohu.com
...
Terkadang aku tak tahu pada siapa aku ingin berbagi cerita tentang keresahan yang kualami, hingga aku memenjarakan diriku sendiri pada kesunyian 

dan pada akhirnya, aku sampaikan resah yang kurasakan pada muara kata dan kutuliskan dalam puisi. Aku pun fasih melepas resah pada bait puisi

Entah mengapa, bait puisi yang kutulis mampu menjadi salah satu hal penghibur lara dari jiwaku. Aku disunting harapan baik dan bisa menertawakan diriku sendiri saat bercengkerama dengan bait puisiku

Aku menemukan hal baik dari menulis bait demi bait puisi, perasaanku yang terombang-ambing karena hamparan keresahan dan kegelisahan dapat menjadi sedikit lebih baik

Melepas resah pada bait puisi, hanyalah caraku berkomunikasi pun bermusyawarah untuk menenangkan hatiku sendiri. Pun bersama bait puisi, aku ingin berkejaran dengan kebahagiaan

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Vitamin Kosakata

Pixabay.com
..
Aku rasa, setiap orang membutuhkannya. Membutuhkan vitamin kosakata baik untuk berlayar, mendayungi dan menikmati waktu di samudera kehidupannya. Dan sudah seharusnya, setiap orang jangan kehabisan vitamin kosakata baik untuk dirinya sendiri.

Bagiku, vitamin kosakata akan membawa angin sejuk di sanubariku. Sebab, salah satu hal yang kusukai, itu sangat membutuhkan kosakata. Ya, tulisan puisiku. Pun, kisah dan cerita yang kutulis dalam bait puisiku, penuh dengan hamparan kata.

Kata adalah pijakan di telaga aksara puisiku. Aku meninggalkan jejak-jejak rasaku dengan melahirkan kosakata yang kurasakan dari nalar juga hatiku. Hadirnya kosakata di balik aksara puisiku, tersimpan banyak makna yang tertimbun di langit dan musim hidupku 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Rabu, 08 Juli 2020

Kenangan Mencintai

Painting by Amanda Dinan
...
Dunia hatiku yang beku telah berubah dan tak lagi kosong, sejak aku kembali memasuki belantara cinta. Cinta yang kurasakan karena telah mencintai seseorang. Bagaimana rasanya mencintai adalah hal yang mewarnai hatiku. Seketika kutemukan perasaanku dihembusi nafas kebahagiaan

Perlahan,
Suratan dari secawan cinta yang terpilih olehku memberiku tamparan. Akal sehatku pun menyadarkanku, bahwa sesungguhnya perasaan cintaku tak akan pernah bisa kuraih dalam hidup dan seseorang mengatakan, lebih baik jika aku tidak harus mengutarakan apa yang menjadi rasaku 

Ini memang menyakitkan
Tapi bagiku, menyatakan perasaan pada seseorang yang tidak akan bisa kumiliki itu lebih baik dari pada memendamnya seorang diri. Bukankah perpisahan yang layak, sama berartinya dengan perasaan cinta yang tulus

Walau aku akan melewati jalanan yang berkabut, hingga kegelisahan menguar di benakku. Namun mengungkapkan perasaan adalah caraku menghargai cinta, dan tentunya perasaan cinta ini akan ada di dahan kenanganku. Kenangan mencintai yang akan membawaku pada ingatan tentang seseorang yang kucintai dan aku akan menuliskan puisi-puisi romantis untuk kenangan itu

Kenangan mencintai yang sudah pernah mengisi kekosongan hatiku dan menghadirkan pesona istimewa bagiku. Aku menemukan diriku, bahwa aku tak pernah menyesal pernah jatuh cinta pada cinta yang tak pernah bisa kumiliki

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 07 Juli 2020

Menggapai Cinta yang Sesungguhnya

Canva/Katedrarajawen
...
Saat cinta bertukar tempat dengan rasa sakit, kepercayaan digantikan khianat. Buatku rapuh, resah dan marah. Aku dirundung nestapa. Yang kubisa hanya menangis di dalam syair dan puisiku yang hampa. 

Cinta, cinta, cinta tak bermata. Tertipu daya oleh rasa. Berkorban air mata yang sia-sia. Menguras emosi dalam kebodohan duka. Terlena, meratapi yang tak berguna. Aku tak dapat mengendalikan diri, bersekutu dengan rentetan kehancuran hati 

Dengan sadar membiarkan dinding-dinding hatiku ditiduri sepi. Gemuruh sering kali ada di susunan cerita dalam sukmaku. Hingga lupa, ada yang lebih berharga. Sungguh, aku ingin berbenah

Aku tersenyum seketika. Kuhapus air mata. Lepaskan baju dukacita. Bersimpuh dalam doa. Tuhan, kuatkan aku insan lemah yang tak berdaya. Tuntun aku melangkah meraih asa. Menggapai cinta yang sesungguhnya. Aku percaya, waktu itu akan tiba.

***
Katedrarajawen dan Lusy Mariana P
[06.07.2020, 21:17]

Puisi ini telah ditayangkan di platform blog Kompasiana

https://www.kompasiana.com/lusymariana/5f0466f4097f3617ce441944/menggapai-cinta-yang-sesungguhnya

Minggu, 05 Juli 2020

Melupakan Cinta dengan Cinta yang Lain

Ilustrasi : Lidia Wylangowska
...
Apa arti sebuah cinta, jika cinta yang kupercaya telah disingkapkan khianat. Aku kehabisan kepercayaan, dipermainkan rasa. Hingga akhirnya patah hati 

Di keluasan hatiku, kudapati luka dan sunyi masih berlayar dengan bebas. Aku terkurung di bawah samudera nestapa, yang masih terasa nyata. Di lorong-lorong rasaku, yang kutemukan hanya perih menggerayangi perasaanku

Dan aku belajar untuk menerima hidup, sekalipun itu luka karena mencintai

Aku ingin merubah sejarah cinta di hatiku. Ingin membersihkan luka dari cinta masa laluku. Melupakan cinta dengan cinta yang lain. Hingga aku kembali beromantika pada embun-embun cinta yang indah

Tidak hanya sekedar berharap, aku pun berdoa, Tuhan mengizinkan lagi,  akan ada cinta yang baru tumbuh di hatiku. Dan tak akan aku temukan lagi kosa kata khianat itu

Aku akan menunggu kedatangan cinta itu, dan cinta itu akan menemukanku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sang Pengagum Angka

unsplash
...
Angka adalah salah satu hal yang ia sukai, pun menjadi bintang yang berpendar di laju hatinya

Pelupuk matanya selalu antusias jika menjumpai angka-angka. Baginya, angka bukan hanya memiliki nilai nominal tapi juga memiliki nilai artistic tersendiri

Rasa dari sayap-sayap  aksaranya sering kali beraroma pada angka. Karena angka menyimpan banyak makna dan warna yang beragam di antara waktu yang ia miliki

Angka-angka selalu menyelinap di antara kata-kata yang keluar dari perbendaharaan nalarnya. Sebab baginya, angka dan kata dapat berpadu pun seirama dengan deretan keindahan. 

Karena ia adalah sang pengagum angka 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Sabtu, 04 Juli 2020

Rahasia Kata

https://i.pinimg.com
...
Rahasia kata yang tersimpan di linimasa hatiku. Yang hanya diketahui olehku. Kini sudah saatnya aku akan berterus terang padanya, pada lelaki yang sudah membuat hatiku bersemayam dalam cinta. Lelaki yang dicintai hatiku. Karena aku tak ingin terus melarikan diri darinya

Aku tak mau ragu dan menjadi asing. Ini caraku mencintainya. Rahasia kata yang kusimpan akan terbuka dan telanjang untuknya. Hingga tak ada lagi sarang-sarang keraguan terhadap diriku 

Aku tak mau ditenggelamkan kehampaan. Yang kuingin, aku dan kekasih yang kucintai berlayar dalam samudera cinta. Bersama mengarungi lautan kata dari seni mencintai, tanpa adanya rahasia

Sebab, jika terus tenggelam dalam rahasia kata. Hal itu bisa menyebabkan hatiku miskin limpahan kata indah dari tak terbatasnya kata cinta

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 03 Juli 2020

03 Juli 2020

Pixabay
...
Aku tak ragu untuk mengakui bahwa tanggal 03 Juli 2020 ada pertanda istimewa yang terjadi padaku. Aku telah jatuh cinta. Aku pun akhirnya memiliki kekasih,  kekasih dalam kata

Di suatu pagi, di keramaian aksara manusia. Kekasih dalam kata yang kumiliki, menitipkan puisi di dalam buku hidupku. Puisi yang menghantarkanku pada kesenangan yang berbeda

Jendela hatiku mendadak berubah menjadi aroma wangi bunga. Kukira wangi bunga yang ada dalam jendela hatiku, karena kekasih dalam kataku memberikanku kenangan yang istimewa

Aku tak akan lupa, kenangan yang telah terjadi di antara aku dan kekasih dalam kata yang kumiliki di tanggal 03 Juli 2020. Cahaya dari kenangan itu akan kusimpan di dalam kepala dan bilik hatiku yang sempit. Sebab, kenangan itu indah dan mempesona. Dan akan tetap bersinar bagiku

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[Rantauprapat, 03.07.2020, 23:27 WIB]

Kekasih dalam Kata

pixabay.com
...
Aku bahagia bertemu dan bercengkerama denganmu

Ada cerita yang terselip tentangmu di linimasa hatiku. Terlebih ketika di sela-sela kesibukanmu, kau masih berusaha menuliskan puisi tentangku di dalam aksara indahmu. Kau merangkai kata di puisi itu dengan penuh warna-warna indah

Aku akan menjadikan hari itu salah satu hari yang bermakna di rahim waktuku

Terima kasih kuucapkan padamu, sebab melalui puisi yang kau tulis aku merasa bahagia dan menerima insipirasi baru darimu. Juga membawa semerbak wangi di kerumitan hidupku 

Dan kau sudah kujadikan kekasih dalam kata, kekasih yang memiliki untaian kata yang penuh cinta. Kau pun sudah menarikku pada nafas cinta yang berirama indah

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[03 Juli 2020, 14:40]

Kamis, 02 Juli 2020

Kata-kata Petunjuk Kebenaran Cinta

Pixabay
...
Jangan pernah kehilangan kata-kata baik, jangan pula membiarkan ranting katamu patah di rimbunnya semesta kata.

Biarlah kau menyaksikan kebaikan kata-kata sebagai petunjuk kebenaran cinta, bukan malah mengawetkan  cinta hanya pada kata-kata.

Petunjuk didapat dari kata-kata, jangan berhenti hanya pada kata. Sekalipun kau menyukai lapisan demi lapisan kata-kata cinta, terkadang kata-kata cinta bisa memperdayai dan membungkusmu pada kesalahan juga kehancuran.

Tapi melalui kata cinta, kau juga bisa memetik bunga-bunga asmara yang indah di senar hatimu. Dan hal itu tak bisa disangkal.

 Namun, tetap gunakan nalar juga kata hatimu dan dengarkan sejenak untuk memastikan kebenarannya. Karena kata hati tidak akan kalah dari kata-kata yang terlihat.

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Puisi Itu Membahagiakanku!

fiverr.com
...
Jika ditanya padaku, apa saja hal yang bisa membahagiakanku? Dengan mudah aku aku akan menjawabnya, dengan menulis puisi. Karena puisi itu membahagiakanku!

Jika aku mengalami kebahagiaan, aku akan menulis suatu puisi yang bahagia. Jika aku mengalami keganjilan di dalam peradaban akan partikel-partikel di perjalanan hidup, aku akan menggugat hal itu dan menggaburkannya ke dalam puisiku.

Walau aku pernah meninggalkan puisi selama 7 tahun karena ketidakpenerimaanku akan hal yang terjadi dalam hidupku,  hingga pernah memusnahkan semua puisi yang kutulis sejak masa remaja. Kini aku menyadari bahwa puisiku adalah korban keegoisanku dan aku tak ingin lagi mengulanginya. 

"Dan aku tak mau lagi kehilangan satu puisi pun yang sudah tertulis sejak 01 Oktober 2018, aku akan merawat kata demi kata puisiku dan mengumpulkan kumpulan puisiku ke dalam buku puisi, juga menyimpannya di platform blog yang kumiliki".

Sudah tentu, sekarang aku paham bahwa bersama puisi ada kebahagiaan yang kurasakan. Puisi itu virus sastra dan merupakan kekayaan hati yang memiliki nilai tersendiri di hatiku. Karena puisi adalah kenyamanan untukku berbagi cerita. Puisi pun mempunyai tempat yang nyaman di lokomotif waktuku.

Artinya, puisi adalah hal yang bisa menghadirkan suatu keistimewaan bagiku. Di dalam puisi, aku bisa menemukan kebebasan dan makna yang berbeda.

Jika ada yang mengatakan puisi itu adalah karya fiksi, dan itu benar adanya. Tapi bukankah sebenarnya, puisi yang karya fiksi bisa menjadi non-fiksi. Karena hanya penulis itu sendiri yang tahu jawabnya, apakah yang ditulis hanya fiksi belaka atau ada kebenaran di dalam akasara-aksara puisinya. Seperti yang dikemukakan Luxemburg, dkk. Puisi itu mencakup kesatuan antara isi, tata bahasa dan situasi bahasa. 

Dalam realita hidup yang kulalui, pastilah aku pernah terluka. Mengalami ketidakadilan hidup. Bagaimana pun hidup itu penuh lika-liku dan dinamika,  bisa juga apa yang terjadi dalam hidup buatku tercabik-cabik dalam ketidakpastian. Namun tidak demikian dengan puisi, puisiku tak akan pernah buatku tercabik-cabik dalam ketidakpastian. 

Entah puisi itu laku atau tidak bagi orang lain, yang pasti puisiku adalah teman istimewa di perjalanan hidupku.  Di hukum alam semestaku,  aku akan tetap menikmati siklus waktuku bersama puisi yang kutulis. 

Sekalipun puisiku itu puisi yang tak memiliki rima, kata orang yang pernah mengkritik puisiku. Karena puisiku itu tidak bergantung pada apa yang disukai orang lain, tidak pula kutulis untuk menghapus sembilu dan sayatan luka orang lain. Tapi yang pertama dan utama, puisiku ya untuk diriku sendiri. Kecuali jika ada orang lain yang merasakan kebaikan lewat untaian aksara puisiku, itu adalah bonus lebih untukku. 

Kini, aku sungguhlah tak tahu. Bisakah lagi aku berpisah dengan puisi? Yang kutahu, jika aku masih bernafas, jantungku masih berdetak, tubuhku sehat, jari tanganku masih berfungsi, aku akan tetap berbaur pun berbaur dengan puisi. Karena dengan puisi, entah itu menulis atau bahkan hanya membaca puisi, aku merasakan jiwaku seperti bernyawa dan berbunga-bunga sebab bahagia.

Puisi itu laksana baskara bagiku, menghantarkan sinar di jiwaku. Puisi bercerita tentang warna yang kurasakan dari daun-daun hatiku. 

Dan tentunya, puisiku itu letupan kata dari belantara kata yang selalu mengusik nalar dan hatiku.

***
Lusy Mariana Pasaribu 
[Rantauprapat, 02 Juli 2020, 21:05]