Bersama keegoan, ada hujan yang jatuh di hati. Hujan yang tidak boleh menjadi badai, harus menjaga tubuh dan merawat jiwa demi tercapainya kewarasan. Belajar ikhlas untuk selalu merasa cukup.
Ini catatan kecil di hari kelima malam ini, tidak amarah menguasai diri. Jangan jatuh pada kekerasan hati. Malam ini, ketika hujan membasahi bumi, kembali ada luka duka dari mulut berbisa seorang perempuan pada perempuan lain mirisnya perempuan itu harus berteduh pada kata cinta diikuti pengampunan.
Lima hari kebelakang, kabar hati perempuan itu baik-baik saja atau lebih tepatnya mencoba baik-baik saja karena sudah berjanji akan selalu merasa cukup, belum ada beberapa jam setelah berjanji dalam hati sudah kembali bergejolak perempuan itu, karena ini adalah hidup dan pertarungan yang tak ada ujung hingga maut memisahkan.
Ini masih terlalu awal terhadap gejolak-gejolak yang akan terjadi dan mungkin akan lebih besar, tidak ada lomba tidak ada yang dimenangkan dan tidak ada yang diperebutkan yang ada adalah kesadaran diri untuk menguasainya, tetap memiliki kesabaran dan kecukupan.
Bahkan ketika kesedihan diam-diam menggerogoti, jangan kalah itu. Memiliki sejarah yang benar dan menjadi rekam jejak yang berwarna, ini adalah catatan kecil di hari kelima malam ini.
***
05 Januari 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar