Sabtu, 10 Januari 2026

Si Dunia Abu-abu dan Hantu Siang Hari

PublishousNOW
...

Untuk apa menjadi reaktif terhadap orang seperti itu, si dunia abu-abu dan hantu siang hari. Menghabiskan energi jika meladeni orang seperti itu. Salahkah mengucapkan terima kasih, tapi balasan yang didapati adalah tidak perlu. Begitu dangkalnya kah duniamu, terkadang memang merasa cukup menghadapi orang sepertimu disia-sia lebih bagus antipati, menjaga jarak sejauh mungkin. Hanya berharap dan menguras untuk menikmati kehidupan, sial. 

Terlalu banyak kata-kata sampah yang sudah kau keluarkan dari mulutmu. Bapakmu, hantu, tidak perlu, dan tidak usah pala tanya. Aduh, kenapa ada di lingkungan yang benar-benar sampah? Sayangnya ini lingkungan yang tidak bisa dipilih tapi harus berjalan, sampai mati barangkali. Ini hidup yang tidak ideal sama sekali. Ini seperti mati dilumat kebodohan dan keliaran, yang mengatasnamakan saudara. Tapi jangan sampai jatuh pada pemakaman tidak keberdosaan. Ini adalah babak setelah kembali pulang dan memiliki kekuasaan. Siang ini adalah dunia yang suram, karena di dunia abu-abu dan hantu siang hari menghantarkan diri pada keegoisan.

Tak ada keceriaan dan kegembiraan karena hantu siang hari, menjadi hantu yang benar-benar menakutkan. Karena ternyata ada dusta di balik yang mengatasnamakan cinta. Merasa paling populer, paling dibutuhkan, merasa segala-galanya, seolah tanpa ia hadir dunia tidak berputar. Karena ada yang berpikir barangkali, lebih baik hancur dan terbata-bata daripada merasa direndahkan. KENAPA? Karena itu adalah pemikiran seseorang yang selalu mengucapkan kata-kata sampah, tanpa sadar sudah memberikan luka sampai berkeping-keping hancur yang mau tak mau harus dijalani dan diselesaikan hingga maut memanggil.

Kenapa tidak sadar dan berbalik dari kejatuhanmu yang pernah ada, hai si dunia abu-abu dan hantu siang hari.

***

Rantauprapat, 10 Januari 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar