Rabu, 28 Juni 2023

Bu, Apa yang Kau Pikirkan tentang Kami Anak-anakmu?

Tumblr.com/finehoney
...
Terluka namun berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Senyumanmu tak pernah pudar untuk kami.

Bu, tetaplah kuat.
Kami, anak-anakmu membutuhkanmu.

Dalam hidup, ada saja sampah dan bajingan berengsek yang buatmu terluka, sudah lebih setengah abad perjalanan hidup, kau tetap berjerih lelah untuk beri rasa cintamu.

Bu, apa yang kau pikirkan tentang kami anak-anakmu kala kekejaman dunia memberi kehilangan? Apakah rasa takut kami akan menyerah kalah, apakah kecewa akan ketidakadilan yang menimpa kami, ah bu, begitulah hidup yang penuh drama.

Sesungguhnya. Aku terkadang lelah, sepi sunyi, muak atas luka yang terasa. Barangkali juga demikian dengan keempat adik-adikku.

Seluka apa pun perasaan kami, pasti kau jauh lebih terluka. Maafkan kami bu, masih sering mengumpat di belakangmu.

Rekam jejak yang terjadi kembali belakangan ini, menyadarkan kami, bahwa kau adalah sandaran yang luar biasa mengagumkan bagi kami. Sebelum ini, entah sudah berapa kali dasawarsa dan rahasia yang buatmu sesak dan penuh air mata. Maaf, maaf, dan maafkan kami bu yang masih gagal menjadi kebanggaanmu.

Terima kasih buat segalamu yang kami rasakan.

Berlaksa kata-kata bermakna dan hujan kebahagiaan semoga itu ada bersama kita bu, kita harus saling terikat dalam doa

***
Rantauprapat, 28 Juni 2023
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 27 Juni 2023

Bajingan yang Berengsek

@kulturtava
...
Hujan yang sangat dahsyat turun sebab ulah si bajingan yang berengsek. Banyak kehilangan yang terasa. Banyak air mata yang tumpah. Musim dingin yang menusuk. Pendosa yang angkuh. Tak memiliki rasa bersalah.

Tak ada tanggung jawab.
Perkataan sampah, hanya menanam benih tanpa mau menuai.

Di mana value yang harus dimiliki?
Tahu dan paham tata tertib, namun mengabaikan.
Turut dan memiliki pikiran yang tajam, sayangnya ke arah yang menjerumuskan pada ketidakpantasan.

Bajingan yang berengsek, kisah yang suram. Membakar dan menghanyutkan sampah. Entah akan berakhir, entah tidak. Keranjingan hasrat yang menjijikan. Lebih baik musnah dan mati. Namun, keinginan itu tidak pernah berhasil.

Hanya pergi yang tidak berujung.
Memuakkan.
Segera akan kembali datang. Barangkali demikian.
Semoga tidak, 
Lebih menarik jika patah dan tak tumbuh kembali.

Jangan pernah kembali.
Semua telah berlalu
Kejujuran telah ditinggal pergi

Sampah dan masalah yang terus-menerus ada adalah bajingan yang berengsek, mati dan terkutuklah!
Sentuhan, suara, dan pandangan mata yang tidak pernah ingin lagi terasa, terdengar, apa lagi terlihat, sungguh ini harapan yang disemogakan.

***
Rantauprapat, 27 Juni 2023
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 20 Juni 2023

Adalah Hatiku

@kulturtava
...
Kau sudah seperti itu, kali kesekian selama puluhan tahun hidup mendengar kalimat yang membunuh'dan terasa di jurang maut.

Perkataan yang demikian, menjebloskan aku ke dalam penjara yang paling gelap. Kemarau menghantuiku.

Duniaku semakin suram. Ikatan yang toxic ada bersamaku.
Tak ada yang baik dari perjalanan ini.

Aku berbeda
Aku disabilitas
Ini tidak pernah menjadi mauku
Segalaku berantakan

Aku ingin pulang namun tak ada tempatku berpulang
Tak ada kampung halaman yang bisa kutuju

Adalah hatiku yang harus tetap kuat.
Menjaga kewarasan.
Trauma psikis tidak harus bertahta di pikiran.

Terkutuklah aku, jika aku biarkan omongan-omongan buruk membunuhku.

Ingatanku, aku yang bertanggung jawab. Hal-hal yang kotor, yang berbau sampah, lebih baik disingkirkan.

Yang kumau belum tentu yang orang lain mau!

***
Rantauprapat, 20 Juni 2023
Lusy Mariana Pasaribu

Sabtu, 17 Juni 2023

Aku dan Kisah si Bajingan

@kulturtava
...
Beginilah hidup, penuh keisengan dan keusilan. Ah, sial memang.

Terlalu panjang jeda antar kesadaran dan tanggung jawab, bajingan yang harusnya menjadi kepatutan malah jatuh pada dosa yang merayu. Aku, pikiranku mengeluarkan banyak umpatan walaupun berujung kesia-siaan.

Ini sepak terjang yang paling gila dan menjijikkan.

Terluka, sakit, kisah yang dahulu suram, terang-terangan terbuka kembali, dasar bajingan, bajingan, dan bajingan. Aku marah, muak, dan malu. Namun, aku harus kuat demi ibu.

Bu, apa yang kau pikirkan tentang bajingan itu? Kau tak mengatakan rasa sakit dan terlukamu, namun jauh lebih terluka atas yang terjadi. Karena setengahnya aku ada berasal dari dia. Kuatlah bu, agar aku kuat. Banyak hujan air mata yang tumpah, secara tiba-tiba dan beruntun. Gagu aku membaca hiruk pikuk duniaku.

Ini aku dan cerita perjalanan di bulan juni, sesak untuk membayangkan apa lagi yang akan dibayar di perjalanan ke depan, bulan juni saja masih ada setengah putaran lagi. Sbab ulah bajingan, terlalu banyak wajah duka. 


Tuhan, kuatkan aku terlebih ibu.

Aku memutuskan memiliki penerimaan. Biarlah Tuhan yang berperkara terhadap si bajingan. Jika aku kalah, ibu juga akan kalah. Tak ada teduh jika terus meraung dalam ratap tangis.

Bu, tetaplah sehat.

***
Rantauprapat, 17 Juni 2023
Lusy Mariana Pasaribu 

Rabu, 14 Juni 2023

Bajingan dan Horor yang Mematikan

@kulturtava
...

Haruskah tanpa batas? Kebablasan yang menjijikan.

Tanpa malu, datang dengan wajah tanpa dosa. Mengumpat dan mengumpat. Dasar bajingan, bajingan, dan bajingan. Muak. Berpuluh tahun menyaksikan hal-hal bodoh.

Setengah putaran di tahun ini adalah tahun yang beri rasa sakit dengan dahsyat. Dua dasawarsa dan rahasia, terpaksa diam seribu bahasa. Namun, rahasia itu harus terungkap walaupun dengan cara yang berbeda. Bak candu, dan tato permanen yang tak akan pernah terhapus. Horor yang mematikan.

Aib, saat ini kehabisan kata-kata baik. Seperti kali yang habis airnya, kering kerontang. Ini adalah kisah keliaran-keliaran yang merajai hasrat dalam diri. Ini menjadi topik pilihan dan artikel utama yang tidak akan pernah tergantikan, bahkan akan menjadi terpopuler sepanjang nafas masih ada.

Tak ada tenang teduh. Tak ada kemerdekaan. Dosa bertambah sbab kebablasan yang menjijikan. Tak patut. Bajingan, bajingan, dan bajingan. Lebih baik mati dan musnah saja.

Jangan pernah ada lagi rindu. Tak lagi mau membaca segala kebohongan-kebohongan yang ada, hati tlah menyerah kalah. Untuk menangis saja, rasanya menyesakkan.
Terlalu sakit untuk melupakan apa lagi memaafkan kali ini.

Enyahlah sesegera mungkin!
Sirna bersama kewarasan di dalam persembunyian, tak akan pernah terlihat. Boom!

***
Rantauprapat, 14.06.2023
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 13 Juni 2023

Hujan dan wajah-wajah Duka

@Kulturtava
...

Damn, hari ketiga belas bulan keenam tahun dua ribu dua puluh tiga, sejarah yang dahulu kembali terulang. Dahulu suram, hari ini menjadi suram yang kembali. Rasa sakit itu mengangga lebih dalam. Aroma masa silam yang pernah terkubur tlah hidup dan menjadi lebih besar.

Kata-kata belaka hanya mengeringkan tulang, hati sungguh memberontak tidak lagi menjadi berani. Ada perpisahan hari ini, klise, dari dahulu sebenernya pun tlah berpisah.

Hanya kepura-puraan. Hujan di bulan juni. Hujan yang mengguyur dengan dahsyat. Ini adalah suram yang kembali. Krisis kesadaran. Mencipta kehancuran diri, tidak merdeka dalam banyak hal. Sudah dipeluk dalam doa malah kebablasan dalam liar.

Malang, ikatan yang membumi hanguskan. Tak ada kebahagiaan hari ini, hilangnya jejak cinta. Kepalsuan belaka. Yang terlihat hanya wajah-wajah duka.

Ibarat sebatang pohon tua yang tak lagi menghasilkan apa-apa, yang telah layu dan akan mati namun masih saja memberikan rasa susah dan lelah jika dipelihara. Bak kerumunan hujan, terasa mematikan.

Dekapan masa lalu hari ini terulang dan menjadi babak baru yang tak berujung hingga kematian terjadi. Berharap ada kematian yang terjadi, ironisnya. Seorang pria angkuh, seorang perempuan tersakiti, ilalang yang tumbuh di chapter hari ini. Manusia yang kesetanan dan setan yang ada di nafsu manusia.

Bagaimana melewati sisa malam ini?
Terpaksa mengajak mata untuk tidak terlelap, lantas bagaimana selanjutnya? terlalu takut menghadapi kenyataan. Apakah aroma masa silam yang terbuka di setengah perjalanan tahun ini mampu terselesaikan atau malah lebih suram.

Duka, luka, dan masih sangat lelah.
Hujan marah dan benci masih meracau hingga malam-malam begini barangkali juga hingga tengah malam atau fajar menyingsing. Hidup ini terlalu suka mengusili. Entahlah.

Boom, ledakan besar terjadi.

***
Rantauprapat, 13.06.2023
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 06 Juni 2023

Rindu yang Tak Boleh Dirindukan

@kulturtava
...
Adalah seorang perempuan dewasa yang menahan diri dari seorang yang pernah beri perhatian lebih, dari suara dan wajah itu. Seorang dengan label rindu.

Perempuan patah hati tanpa ada kejelasan. Lebih kepada jeda berkepanjangan. Tanpa kabar, tanpa suara.

Ada apa dengan perempuan itu?
Bodoh yang dipelihara, seorang yang telah hilang, menghindar, dan menjauh, tidak akan pernah menjadi tempat apa lagi rumah yang nyaman, itu adalah rindu yang tak boleh dirindukan.

Biarkan saja, hati berkata begitu.
Nalar tidak sefrekuensi, tidak sesederhana itu.
Rasa rindu, benci, marah menjadi satu. Mengganggu hati dan kepala perempuan itu. 

Juni sebelum minggu pertama selesai menjadi hari huru hara, kecewa namun tak boleh dikeluhkan, rindu tapi tak boleh dirindukan. Perempuan itu harus dewasa dalam mengelola perasaan. Toh, pada dasarnya ia tidak pernah memiliki ikatan apa pun.

Perempuan itu harus terbiasa dengan harapan-harapan yang disemogakan yang berujung gagal.

***
Rantauprapat, Juni hari keenam 2023
Lusy Mariana Pasaribu