Senin, 27 Januari 2020

Lelahku

Lelahku
...
Kata demi kata yang terucap darimu adalah kata yang merusak jiwaku
Karena hanya kesombongan yang ada padamu, sungguh memuakkan bersamamu
Hingga menjadikan diriku seseorang yang bisu ketika berhadapan denganmu, bahkan kuas kehidupan yang kujalani menjadi kusam dan tak berwarna

Lara yang kuterima karena seseorang sepertimu, buatku tak lagi menjadi seseorang yang mengisi ruang-ruang buku kehidupanku dengan kidung kebahagiaan
Aku menyerah kalah untuk bisa bersama dirimu, namun aku tak berdaya untuk lari darimu
Aku pun seringkali membiarkan poros waktuku ditelan hiruk pikuk perihal dirimu hingga membiarkannya menjadi redup sekalipun

Aku lelah menyatu dan berselimutkan kepalsuan saat bersamamu 
Aku ingin lepas dari keterikatanmu dan tak lagi membiarkan diriku terpuruk juga lumpuh untuk menjalani kehidupan
Pada akhirnya, aku berharap akan ada kesempatan untuk bisa benar-benar merasakan damai di hati pun jiwaku

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Selasa, 14 Januari 2020

Akhirnya Kau Datang Kembali

Akhirnya Kau Datang Kembali
...
Kau yang terlalu perasa, hingga memilih pergi dan mengambil keputusan yang keliru
Aku merelakanmu pergi demi kebahagiaan yang kau pilih
Berharap kau akan memiliki alur hidup yang baik

Namum, pada kenyataannya
Tak butuh waktu lama untuk menunggu dirimu
Setelah kau berputar-putar dan bermain-main dalam persembunyian 
Akhirnya kau datang kembali

Kau melepaskan egomu dan tak membiarkan dirimu terlempar juga terperosok pada kesalahan yang lebih dalam
Rasa pahit pun sendu yang pernah kurasakan perihal kepergiaanmu perlahan menghilang dari hatiku
Kini, aku hanya berharap kau memahami pun memiliki kesadaran untuk menerima kenyataan bahwa hidup memang penuh dinamika dan belajarlah untuk memaafkan dirimu sendiri dan keadaanmu

***
Rantauprapat, 14 Januari 2020
19:55 WIB
lusy Mariana Pasaribu 

Senin, 13 Januari 2020

Akhirnya Kau Memilih Pergi

Akhirnya Kau Memilih Pergi
...
Cukup lama kau tersiksa dan menahan lara di jiwamu
Kekecewaan demi kekecewaan menghimpit dirimu
Kau rela mengabaikan kesedihan dan rasa sakit yang kau rasakan demi menyelesaikan tanggung jawab

Kini, kau tak mampu lagi bertahan akan kepalsuan yang terjadi
Jiwamu benar-benar lelah akan derita yang kau alami
Hingga, semua perasaan luka yang terpendam di hatimu tumpah ruah dan menyebabkan hatimu sudah membatu
Akhirnya kau memilih pergi dan menjauh

Bebaskan hatimu dari segala luka yang menusuk hatimu
Jangan biarkan dimensi ruang hatimu terbelenggu nestapa, biarlah luka itu pupus dan menjadi puing-puing sampah yang pada akhirnya lenyap dari kehidupanmu
Berharap kedamaian menyelimuti hidupmu dan seiring berjalannya waktu kau akan melebur dalam kebahagiaan

***
Rantauprapat, 13 Januari 2020
21:10 WIB
Lusy Mariana Pasaribu 

Jumat, 10 Januari 2020

Bebaskan Hatimu

Bebaskan Hatimu 
...
Ketika kau terpenjara pada bilik nestapa 
Membiarkan dirimu terjerembab dalam luka dan hatimu seakan enggan tuk merasakan bahagia karena hanya awan hitam yang berkuasa dalam hidupmu

Kau hidup tapi sebenarnya tak hidup 
Kau terbelenggu dalam kerumitan pun terkikis dari kedamaian 

Jangan biarkan dirimu terkungkung dalam pekatnya gejolak hidup
Terpasung pada ketidakpenerimaan, hingga sinar kebahagiaan tak lagi teraih olehmu 

Bebaskan hatimu! 
Bebaskan dari segala hiruk-pikuk dan dilema kehidupan

Bangkitlah dan biarkan bunga-bunga indah tumbuh pun bermekaran di pekarangan hatimu
Dan hatimu akan bersemayam dalam harmoni keindahan dan kau akan memiliki kehidupan yang lebih berwarna!

Rantauprapat, 10 Januari 2020
Lusy Mariana Pasaribu