Menangis, percaya atau tidak perempuan itu mengharapkan kedatangan. Ingin terlihat mandiri dan tangguh tapi karena nihil, di segala keterbatasan belakangan ini, barangkali butuh ekstra lebih untuk menerima perhatian. Perempuan yang tidak akan pernah terbaca, terkadang A terkadang B, melihat dan mendengar keluh kesah, seperti ada di persimpangan hati, menjadi sadar untuk menjaga jarak lebih baik.
Barangkali perempuan itu tidak bisa tidur atau tidak pernah benar-benar tidur, ia merasa terluka, dan berkata apa karena aku miskin, sesak dada mendengar itu. Karena masih aku ada kalian berharga, perempuan itu berkata. Seketika air mata ini mengalir, berharap masih ada kesempatan dan tidak memiliki penyesalan yang akan menghantui seumur hidup.
Perempuan itu adalah perempuan yang tidak akan pernah terbaca. Ia menyimpan cerita, cerita yang tidak seluruhnya diketahui. Luka-luka dan kegetiran hidup. Hari ini perempuan itu seperti ada di tempat angker, padahal seharusnya tidak demikian. Karena perempuan yang tidak terbaca itu adalah artikel pilihan dan seharusnya menjadi artikel utama yang diminati tapi pada kenyataannya itu bohong.
Lebih baik menjauh dan menahan diri.
Di perjalanan perempuan itu, masih belajar hidup dengan segala emosi, seni dan rasa sakit, perempuan yang tidak terbaca itu bukan karena tidak pantas menjadi artikel utama tapi karena banyak hal-hal yang tidak penting dan yang tak perlu menjerat perempuan itu. Dan semoga tidak ada penyesalan sebab beranggapan perempuan itu adalah bagian yang tidak penting.
Dan setelah ini, ingin melihat perempuan itu tersenyum di balik rasa sakit yang ia rasakan. Sebisa dan semampu mungkin, ingin perempuan itu dirayakan. Karena perempuan yang tidak terbaca itu adalah tempat pulang dan kampung halaman, selagi masih ada waktu dan kesempatan. Harus terus mencintai perempuan itu. Dan berusaha tidak lagi menyakiti.
Ini adalah hujan Mei bagi perempuan itu, yang pasti dan terpenting segala hal tentang perempuan yang tidak terbaca itu adalah tidak pernah biasa-biasa saja. Perempuan yang tidak pernah terbaca itu adalah sebuah alasan untuk terus berjuang dan menikmati hidup dengan segala seni di dalamnya.
***
Rantauprapat, 01 Mei 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar