Sabtu, 30 Mei 2026

Ah, Kiranya Terkabul Keinginanku

Kulturtava 
 ...

Adakah masa depan sehingga aku harus bersabar terhadapmu? 

Melalaikan ucapan-ucapan yang semena dari mulutmu.

Bagaimana jikalau aku belum berdamai dengan diri sendiri, mengumpat terhadapmu. Menginginkan hal-hal yang membumihanguskan.

Ah, kiranya terkabul keinginanku.

Bisa saja aku berubah menyesal.


Malam tadi, aku tidak bisa melompat-lompat kegirangan sbab lisanmu. Malamku lunglai, runtuh, tidak baik-baik saja, apakah kekuatanku seperti kekuatan batu, sbab itu perkataanmu tergesa-gesa untuk menjatuhkanku.

Apakah kalimatku sudah menunjukkan kecurangan sehingga langit-langit mulutmu begitu melukai?


Ah, kiranya terkabul keinginanku.


Akankah kepadamu akan pula dijatuhkan malam-malam yang penuh kesusahan?

Aku masih berusaha untuk tidak dicekam gelisah hingga dapat mengistirahatkan bola mata telanjang ini. 

Dalam kesedihan hati, masih mencoba merayu Tuhan untuk memperoleh kekuatan untuk tidak mengeluh.


Sungguh, aku tahu, tidak boleh berkeras dan malah melakukan kesalahan dan ada di kegelapan, terhuyung-huyung dan gemetar dibalik keinginanku yang implusif.


***

Rantauprapat, 30 Mei 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar