Minggu, 10 Mei 2026

Cerita-cerita yang Tidak Penting

Pexels.com 
...

Jika memaksakan diri sepertinya terlalu melelahkan, namun untuk menahan diri pun hanya menyakiti diri sendiri. Apakah harus selalu berkorban dan berkompromi, menciptakan helaian kenangan yang tidak begitu baik. Ini adalah cerita-cerita yang tidak penting namun berisik. 

Ini seperti dosa yang merayu dalam cerita-cerita yang tidak penting, selaksa kenangan yang kehabisan energi dan kesadaran diri. Ternyata tidak ada kata saling, yang ada malah ego yang merajalela. Seperti kidung yang memberikan narasi patah hati. 

Kenapa tidak belajar dari drama-drama lalu, dan beberapa jam lalu adalah kebodohan yang seharusnya tidak terjadi, menjadi kata-kata yang sia-sia, tidak peduli dan hanya membiarkan menjadi angin berlalu. Kepada perempuan itu, kenapa engkau masih seperti itu. Kau adalah prosa yang menyakitkan, huruf-huruf yang mati, puisi yang tidak akan pernah selesai.

Kau seperti menyalakan bara, plot twistnya kau sudah menjadi ibu tapi malah bersikap seperti itu kepada seseorang yang kau panggil ibu. Barangkali cerita-cerita yang tidak penting ini adalah chapter yang tidak akan pernah selesai dan menjadi drama-drama yang gagu dalam hidup. Kepada perempuan itu, berbaliklah jika masih bisa. 

Hidup terlalu singkat untuk berakhir menjadi kolase yang berujung kalah pada padang ilalang penyesalan dan memilih tidur pada musium patah hati yang gagu dan batu.

***

Rantauprapat, 10 Mei 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar