Kamis, 21 Mei 2026

Mengulang Kesalahan yang Sama

Kulturtava 
...

Perempuan itu masih di sini, menari-nari dalam diam dan kebodohan. Seolah berhasil melakukan pembunuhan dalam keangkuhan. Mengulang kesalahan yang sama, mau sampai kapan seperti itu. Menjadi pemegang kendali dalam rupiah dan tidak menganggap apa yang menjadi tanggung jawab tidak tanggung jawab perempuan itu.

Yang disangka-sangka dan dikira ketika perempuan itu datang membawa cahaya pengharapan, malam menjadi bara api di kegelapan.

Kenapa tidak memberikan damai malah tenggelam dan menari-nari dalam kehancuran, parahnya menjadi duka dan luka yang liar. Ingin menutup mata dan menutup telinga serta memejamkan mata untuk tidak melakukan percakapan dengan perempuan itu, tapi bagaimanapun juga banyak hal yang dipikirkan. Dan saat ini masih memilih jalan itu berpura-pura. Harus melatih diri untuk kecewa secukupnya terhadap perempuan itu.

Ketika yang diharap tidak menjadi air mata memperlihatkan fakta sebaliknya, apakah itu dinamika hidup? Ya, begitulah hidup. Namun tidak harus selalu menjatuhkan air mata kepada pembuat air mata yang akan masih tetap ada di dalam hidup. Pergilah dengan kesadaranmu. Entah mengapa, harus selalu bersinggungan dengan perempuan itu dan entah sampai kapan. Ketika perempuan itu masih melakukan kesalahan yang sama, masih terus belajar untuk kecewa secukupnya.

Terhadap perempuan itu, lebih baik menahan diri dan tidak bersuara karena jika bersuara pun yang ada malah menimbulkan rasa sakit dan itu masih terjadi sampai pagi ini. Apakah cinta akan tetap luruh terhadap perempuan itu, berharap tidak namun entahlah. Karena hati ini kadang tidak hati-hati. Sudah tahu akan diberikan badai tapi hati ini masih tidak terkontrol dan kadang kala sungguh menjengkelkan.

Bullshit untuk perempuan itu dan juga untuk hati ini yang kadang tidak hati-hati.

***

Rantauprapat, 21 Mei 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar