Benar memang terhadap perempuan itu sudah terbiasa kecewa, sampai hal yang di luar nalar juga sudah terbiasa kecewa. Tapi tetap saja jika dilakukan dengan sengaja itu sangat menyakitkan. Malam hari ini hari ketiga belas bulan kelima, menangis dalam diam karena tidak bisa menyelesaikan tanggung jawab. Sulit untuk menari-nari dalam sukacita dan kedamaian. Dengan perempuan itu belum merdeka sampai dengan malam ini.
Ada yang mengatakan kecewa secukupnya sehingga tidak timbul rasa sakit yang berlebih, barangkali itu benar tapi untuk malam ini itu sudah di aplikasikan. Entah kepada siapa lagi harus bercerita, apakah beban ini harus ditanggung seorang diri. Siapa yang akan merangkul kita, perempuan itu hanya sibuk, di bawah matahari segala masalah bertambah jadi rumit dan sukar, tidak ambil pusing.
Dari perempuan itu belajar banyak hal, ternyata tidak semua ibu membutuhkan ibu, kemudian belajar untuk mengakrabi duka dan kesenjangan ekonomi. Sudah menahan diri untuk tidak terlalu dekat tapi tetap saja gagal karena perempuan itu selalu berkata itu tanggung jawabmu. Miris bukan, Karena untuk berdiri dan berjalan saja sulit apalagi mengerjakan hal yang lain sehingga setiap apa yang perempuan itu katakan, sedapat mungkin diam dan berkompromi.
Apakah harus mati karena tanggung jawab atau malah mati karena cinta?
Kenapa harus ada di cerita perempuan itu dan keangkuhannya. Seandainya saja kehidupan bisa dipilih tidak pernah mau berelasi dengan seseorang seperti perempuan itu. Bukan hanya fisik yang terluka dan bukan hanya fisik yang disabilitas namun mental dan jiwa juga hampir menuju disabilitas karena perempuan itu. Seperti tidak semua pertanyaan ada jawabannya mungkin juga seperti itulah, kenapa bisa berelasi dengan perempuan itu tak ada jawabannya.
Ini kisah yang belum tuntas dan cerita yang tidak penting juga karena di dalam cerita ini adalah manusia-manusia lemah yang berisik yang barangkali juga akan mati karena cinta dan tanggung jawab, yang sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab seutuhnya, demikianlah hidup yang harus dijalani.
***
Rantauprapat, 13 Mei 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar