Pria itu dilahirkan tepat pada bulan Juni Di tanggal pertama, menjadi sejarah hati yang akan terus dikenang, pria dengan segala sejarahnya, dengan segala hitam putihnya.
Banyak pertentangan memang, ketidaknyamanan, kepahitan yang pernah ada dan luka yang ditorehkan tapi di atas itu semua, bersyukur masih ada pria itu di dalam hidup.
Hari ini, usia pria itu tidak lagi muda genap sudah enam puluh empat tahun, dan sadar terhadap hari ini belum tentu terus ada dan akan ada, sehingga cerita-cerita yang masih ada akan menjadi kenangan dan sejarah di dalam akal dan pikiran.
Terhadap pria itu pernah banyak pertanyaan-pertanyaan bodoh dan kekecewaan kekecewaan yang itu-itu saja, sungguh akan menyesal jika tidak pernah memberi maaf kepada pria itu. Pernah dan seringkali ada kesedihan yang diam-diam sebab pula pria itu, ada ketidak sabaran.
Namun masih ada hari ini itu adalah hal yang baik, menjadi sejarah hati di bulan Juni. Pria itu adalah seseorang yang ku panggil bapak, selamat ulang tahun bapak, di usia senjamu tetaplah sehat. Ada cinta dari kami anak-anakmu, dalam cinta dalam satu Juni.
Jangan menyerah untuk terus berharap yang baik untuk anak-anakmu, barangkali benar kau adalah pria dengan samudra di kepalamu, tidak terjangkau dan terselami oleh kami tapi kami tahu, kau adalah seorang bapak yang berjuang dari a sampai z, menuju hancur sampai berkeping-keping untuk kebaikan anak-anakmu.
Satu Juni, hari di mana sejarah hati dan kehidupan tidak akan pernah terlupakan, selamat ulang tahun untuk bapak kami dan terima kasih untuk keanehanmu sebagai seorang bapak yang tetap teguh dalam menjalani sandiwara kehidupan.
***
Rantauprapat, 01 Juni 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar