Rabu, 03 Juni 2026

Apa yang Akan Kamu Lakukan?

Kulturtava 
...

Kenapa tidak setiap orang punya ambang batas? Apa yang harus kamulakukan, apa harus selalu diam jika diolok-olok? Sesak dada ini, kepala ini penuh. Sudah berusaha untuk menyediakan hati tapi lagi-lagi itu tidak berarti. Kenapa kamu harus selalu patah hati? Harus selalu merayakan ketidakberdayaanmu.

Adakah yang akan mengerti? Kenapa membiarkan dirimu sendiri sesak? jiwamu letih, tidak ada yang mencari sejarah hati dan kehidupan untuk kau. Apa yang akan kau lakukan. Ah, kiranya tenang teduh tapi tidak sama sekali. Terlampau banyak kebenaran yang tak pernah berani kau sentuh, kamu terlalu menjadi pengecut dan pecundang. Membiarkan dirimu sendiri dimakan oleh gegat dan menjadi kain lapuk.

Apa yang akan kamu lakukan? Tidak ada yang sudah mendengarkan suaramu, bahkan gelombang-gelombang laut pun terselubung dengan malu untuk mengacuhkan. Diam-diam dikasih yang terlupa, kau tak mampu untuk mencoba berpura. Sebab banyak cerita-cerita yang tidak penting dengan segala keangkuhannya, kini dunia sudah terbalik dan payah!

Hidup itu berat dan selucu itu bukan. Mulutmu tertawa dan bersorak-sorak tapi di dalam perih pedih, kepalamu terlalu berisik dengan segala tanggung jawab yang tidak harus diselesaikan namun menjadi bebanmu. Kamu terlalu payah. Musimmu terlalu kemarau dan kering, kamu sedang menanti-nanti musim dingin dan akankah itu terjadi? tak ada yang tahu.

Apa yang akan kamu lakukan, tak ada yang tersisa, tak ada yang ingin berbagi langit malam denganmu. Malangnya kamu sudah tersesat dan tidak ada rumah tempatmu pulang apalagi yang menjadikanmu rumah untuk pulang. Apa yang akan kamu lakukan? Jika kamu hanya dianggap air mata dan bunyi yang tak bersuara.

***

Rantauprapat, 03 Juni 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar