Minggu, 14 Juni 2026

Apakah Hatimu Seperti Empedu yang Pahit?

Pinterest.com 
...

Terkadang kesendirian itu adalah hal yang diperlukan, Tapi kini kesendirian itu adalah teman yang tidak pernah meninggalkan dan menyadarkan bahwa hidup terkadang tidak memberikan pilihan namun tetap harus dipilih.

Apakah hatimu seperti empedu yang pahit? Mampu untuk memberi tapi tidak dilakukan. Begitu beratkah hatimu untuk berbagi. Tidak pernah mau seperti ini untuk dikasihani, ternyata satu bagimu adalah peribahasa.

Di Bawah langit Juni yang dingin, bukan hanya harus mengisi diri dengan kewarasan tapi juga harus mengisi diri dengan kesadaran untuk membatasi diri, dengan segala keadaan mencukupkan diri barangkali kemalangan tidak seperti itu. Menangis dan rasanya sesak tapi jika diteruskan jelas-jelas tidak berguna karena hanya terluka sendirian dan tidak ada yang akan mengerti.

Apakah hatimu seperti empedu yang pahit? 

Haruskah selalu duduk di kamarmu yang sepi tanpa jendela, hanya bercengkrama dengan sunyi dengan huruf-huruf mati, akankah ada yang memberikan cahaya kehidupan atau tidak ada yang peduli sama sekali, apa hanya tanggung jawab sendiri orang tua yang masih ada, kebutuhan rumah yang harus diselesaikan dan tidak ada pemasukan tetap. Apakah karena tidak berkeluarga dan itu menjadi tanggung jawab. 

Bukan pula sebenarnya keberatan tapi bagaimana lagi cara mengeja bahagia jika seperti ini, langkah ini sunyi bahkan tertatih-tatih. Kamu, kamu semuanya sialan. Ini seperti menjadi kidung luka yang dibebankan sendirian. Hari ini di hari keempat belas bulan keenam, sangat memerlukan panduan untuk bertahan hidup. 

Terlalu banyak hama-hama yang harus dihadapi yang tanpa disadari sudah seperti empedu yang pahit. Dua angka lagi menuju empat dasawarsa, masa muda yang dihabiskan hanya untuk menyelesaikan tanggung jawab yang sebenarnya bukan untuk dipikul sendirian, ternyata pusat dunia atau tidak mau tidak mau harus tetap tabah dan tidak gamang apalagi gagu ketika ditinggalkan sendirian. Well, begitulah hidup.

Jadi jika pertanyaannya, apakah hatimu seperti empedu yang pahit? Jawabannya adalah Iya dan tidak tergantung manusianya dan latar belakangnya. Karena bagaimanapun sudah banyak batasan yang dilanggar jadi tetap berjuang menjalani kehidupan di musim yang membingungkan ini.

***

Rantauprapat, 14 Juni 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar