Senin, 22 Desember 2025

Mencumbui Desember yang Basah

@Kulturtava
...

Bukan hanya melulu tentang luka, ini juga tentang kantong yang tidak lagi berdering. Tanggung jawab yang harus diselesaikan, hingga mengeluarkan yang tidak perlu dikeluarkan. Desember kali ini benar-benar basah, ini bukan akhir tapi terasa seperti akhir. 

Mau tak mau, harus mencumbui Desember yang basah dengan tetap memiliki kesadaran. Sangat-sangat sulit tapi bukan tidak mungkin terjadi, ini hanya sebuah catatan dari seseorang yang menyukai huruf-huruf mati menjadi teman.

Memakai dan melepaskan topeng adalah hal yang sering dilakukan pada Desember yang basah, menutupi jejak-jejak yang harus ditutupi, jatuh cinta lah untuk mampu mencumbui Desember yang basah dengan kewarasan dan penerimaan. Karena sebenarnya terlalu banyak ketidakjujuran, terlalu rumit untuk kata sederhana tapi begitulah hidup. 

Mengakhiri tahun ini tidak tahu apa yang harus dipatahkan dan tidak tahu pula apa yang harus ditumbuhkan, kesejahteraan orang lain, kenyamanan diri sendiri dan realita hidup, seperti gagu dan gamang antara batas hidup dan mati. Seandainya saja bisa memilih, seandainya saja bisa sehat sempurna, seandainya saja bisa bergerak dan melangkah, itu hanya andai-andai yang menjadi seandainya yang takkan pernah menjadi.

Desember penuh kebisingan, ingin menertawakan tapi itu terdengar seperti kejahatan yang bodoh, tragedi di balik kenyamanan. Ada sunyi dan senyap yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang terkadang memberikan kegelisahan. Bagaimana pun, ada yang hilang dan ada yang akan ditemukan. Mungkin Desember kali ini menjadi Desember yang basah, namun mungkin tidak di Desember yang berikutnya, barangkali demikian.

***

22 Desember 2025

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar