Selasa, 30 Desember 2025

Hari Ini, Esok, Lusa, Tetap Menyayangi

www.Peakpx.com
...
Ternyata untuk merawat cinta yang ada itu sulit, banyak beban harus diselesaikan. Ada luka yang sulit sekali untuk hilang, 
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang berisik di kepala. Kenapa, kenapa dan kenapa harus aku? 

Ini catatan tentang aku yang tak pernah selesai, menjadi gagu pun menjadi gamang. Ini bukan perihal tidak ikhlas, dengan gampangnya seseorang mengatakan itu. Aku muak, marah, ada di fase yang selalu mengatakan iya iya dan iya tanpa berhak melakukan perlawanan. Pada suatu hari aku dilahirkan, tapi pada suatu hari yang lain aku seperti tidak pernah ada. Seperti rumah-rumah tanpa jendela, seperti itu juga aku, sesak dan terkurung dalam pengap. 

Sudah lebih dari tiga dasawarsa ada di bumi pertiwi Indonesia selama hampir empat dasawarsa hidup lebih sering mengalami patah hati yang panjang, selama itu juga mencoba untuk berdamai, untuk mengakhiri patah hati, namun tetap saja ada luka yang sengaja ditancapkan. Dan terkadang dengan bodohnya membiarkan diri jatuh pada hujan yang basah dan dosa yang merayu.

Ini ada kejujuran yang telanjang, barangkali tidak pernah ada ikatan yang benar-benar, karena bukankah tidak akan pernah bertepuk jika hanya sebelah tangan. Tapi tidak dapat dibohongi, ini adalah relasi pertama yang dimiliki. Ini adalah nyanyian kesendirian dari camar yang terabaikan. Kemungkinan terburuk, ya tetap diabaikan sampai maut memanggil.

Dari awal itu adalah tanggung jawab, baik kurang baik keadaan, aku harus tetap memiliki kewarasan dan sadar ada beban yang harus tetap dipikul. Aku adalah pohon anggur yang tidak riap tumbuhnya, sejujurnya dan sebenarnya banyak nama-nama yang ingin ku hapus dari perjalanan hidup, tapi itu adalah kemungkinan yang tidak pernah akan terjadi. 

Karena dengan sadar juga aku tahu dan memberi peringatan di hati dan akal yang kadang-kadang liar ini, I LOVE THEM. Sebelum tahun baru dan beberapa bulan sebelum aku bertambah usia, aku akan mencoba kembali mengakhiri patah hati dan melepas bayang-bayang kebodohan yang kubiarkan ada padaku. 

Hari ini, esok, lusa, tetap menyayangi relasi pertamaku dalam hidup. Ini tentang rumah dan cerita-cerita rahasia yang memiliki plot twist di luar nalar. Aku menulis prosa malam ini untuk menjadi sejarah dalam hidup, bahwasanya aku mampu bertahan untuk kembali berdamai dan mencoba untuk tetap baik-baik saja. Melepas luka dan kesedihan, walau sulit tapi bukan tak mungkin itu berhasil.

Remember note, relasi pertama yang dimiliki. So, hari ini, esok, lusa, tetap menyayangi. Suatu hari, aku berharap bukan hanya menemukan tapi ditemukan dan dianggap ada agar terlihat walau aku terbatas dalam banyak hal. Aku ingin mampu tertawa gembira dengan ikhlas, memiliki ingatan manis yang berpendar di sela-sela dedaunan pohon anggur dan menjadi riap tumbuhnya.

***
Rantauprapat, 30 Desember 2025
Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar