Minggu, 02 Maret 2025

Perempuan Itu Berada dalam Sejarah yang Berulang

@kulturtava
...

Perempuan itu berada dalam sejarah yang berulang


Sekalipun perempuan itu tidak pernah berpikir akan jadi seperti apa dirinya hingga hari ini tapi yang menjadi kenyataan perempuan itu terus berada dalam sejarah yang berulang, sejarah yang ia sendiri tidak pernah menabur. 


Pagi harinya pernah menjadi malam.

Malam harinya pernah menjadi kelam, yang untuk menyambut pagi ia takut.


Seringkali ia diam-diam menangis seringkali pula diam-diam mempertanyakan sesuatu yang tidak pernah menemukan jawabannya. 


Entah apa yang menyebabkan hari kedua di bulan ketiga tahun ini, Jari-jemarinya yang tidak lurus tidak bisa berfungsi dengan baik, tenaganya hilang ketika di pagi hari, perempuan itu berada dalam sejarah yang berulang, sejarah yang memberikan rasa sakit yang tidak nyaman. Mengganggu dunia dan semesta perempuan itu.


Perempuan itu teringat kembali akan apa yang terlintas dalam hati dan pikiran, apa benar ada bunga-bunga cinta yang tulus untuk dia? Apa benar ia pernah dianggap benar-benar ada, perempuan itu perlu menepi, benar-benar menepi. Tapi lagi-lagi ke mana perempuan itu harus berteduh?

Akankah ada tangan yang menerima umuran tangan perempuan itu dan memberi kenyamanan serta penerimaan?

***

Rantauprapat, 02 Maret 2025

Lusy Mariana Pasaribu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar