Rabu, 19 Maret 2025

Kau Ada, Sunyi yang Lupa pada Cahaya

Pixaby.com
...

Bertambah ketidakbenaran dalam buku sejarah, seperti kemarin mengucapkan maaf namun itu hanya kedegilan yang terulang. Kau ada namun seperti sunyi, sunyi yang lupa pada cahaya. Menipu dan berbuat semaunya dengan kasar.

Kau ada, namun hanya memberikan ruang yang hampa pun sunyi. 

Seperti pagi ini, seakan menjadi malam. Penuh dengan gelap nan murung. Kau ada, seperti sunyi yang lupa cahaya. Karenamu tidak ada percakapan yang bersinergi, hanya ada kehambaran. Kau ada, apakah sebaiknya tak pernah ada? Ops, hanya ucapan dari aku yang berwajah lelah dan letih, itupun karena kau ada. Ini masih pagi tapi banyak kisah yang sudah membeku karena kau ada.

Kau ada, seperti sunyi yang lupa cahaya.

Pagi ini tak ada tenang teduh. Tak ada damai sejahtera, tak ada senyuman. Hanya ada mendung dan luka-luka yang tak terlihat. Apa yang dipertahankan dari kau ada? Sepertinya tidak ada, dari pagi ini apa yang bisa kau ambil dan kau jadikan pelajaran? Apakah akan terus menjadi bebal dan memberikan kesusahan?

Sunyi yang lupa pada cahaya, ini terlalu menyesatkan. Kau ada sama seperti tamu yang berisik dan mengganggu isi kepala, kalau ada sama seperti mendung menghantarkan kelabu. 

Dan kau tahu, aku adalah seseorang yang harus bertahan menjalani sisa hidup dengan seseorang sepertimu. Ah, ini seperti kepergian yang terus muncul untuk dilakukan namun selalu tertahan.

***

Rantauprapat, 19 Maret 2025

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar