Kamis, 20 Maret 2025

Berada di Antara Paragraf yang Belum Selesai

Deposit photo 
...

Walaupun aku sudah layu, bak debu dan abu. Membisu karena terpaksa, dengan sadar mencicipi dosa. Ada saja keributan yang mengusik kepalaku. Tapi sampai saat ini, aku sering berada di antara paragraf yang belum selesai, seperti ada di persimpangan yang memberikan ragu dan gagu.

Karena aku seseorang yang membutuhkan validasi, validasi yang memang benar-benar  benar. Adakah yang benar membutuhkan aku? Adakah yang menginginkan aku untuk pulang ketika aku tersesat? Adakah yang tulus menerima aku dengan segala kesusahanku?

Karena sejauh ini aku masih bernafas, banyak kisah yang memenuhi paragraf hidupku tentang segala rasa sakit, tentang nyaris hujan yang ada di mataku. Duniaku penuh tipu-tipu, semuanya omong kosong seperti omong kosong tentang cinta. Karena cinta hanya peribahasa, pergi ketika cerita belum benar-benar usai dan menjadi usang.

Lagi-lagi, aku berada di antara paragraf yang belum selesai. Entah, pada suatu hari, aku akan benar-benar memiliki paragraf dan kisah yang utuh. Sebab aku dan isi kepalaku mempunyai ceritanya sendiri, barangkali tidak setiap orang memiliki paragraf yang utuh.

Aku ingin tertawa, menertawakan kisahku yang penuh kebisingan dan huru-hara. Karena kisahku di sembunyikan banyak hujan dan tentunya hujan gamang dan kebodohan. Karena aku gagal bahkan seringkali gagal mengakhiri patah hati, karena aku berada dalam kerumitan, bukan hanya berada di antara paragraf yang belum selesai, aku juga membiarkan diriku berada di antara kisah-kisah rumah tanpa jendela. Terlalu cengeng dan melankolis, sering bertengkar dan ribut dengan isi kepala yang mengganggu.

Damn, seharusnya aku tidak boleh di tawan ragu. Seperti ombak laut yang ganas. Tidak boleh pula membiarkan sepi membunuh bahkan ketika berada di paragraf yang belum selesai. Selama masih bernafas, tetap berusaha untuk berproses dan tumbuh.

Demikian!

***

Rantauprapat, 20 Maret 2025

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar