Seperti jaringan kanker yang bisa tersebar tanpa terdeteksi, tapi itulah rasa sakit dan trauma yang bergaul dengan manja pada kehidupan. Ada yang mengatakan, belajarlah mencintai ujianmu karena yang mengujimu juga sedang mencintaimu, terlalu sulit untuk menghidupi kalimat itu.
Bagaimana rasanya diabaikan, ada tapi dianggap tidak ada. Bagaimana rasanya semut kecil dihimpit banyak gajah yang besar. Muli dainang, dang na solo, itulah sakit tapi tak berdarah. Entah Seperti apa alur kehidupan ini bahkan setelah bulan Maret nanti, usia akan bertambah, adakah yang ingat? atau itu adalah tanggal yang terlupakan.
Diam dan memiliki tidak berkomentar apapun. Sudah terlalu biasa untuk diabaikan, tidak ada pernah melihat bagaimana kesendirian dan kesepian, bagaimana rasanya sakit yang berkepanjangan, bagaimana terlukanya tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa berjalan sendiri, bagaimana rasanya menjadi Camar cacat yang sendirian, walau untuk melegakan perasaan sering dikatakan kecacatan yang menawan, tapi bukankah cacat adalah cacat.
Muli dainang, bahkan kalimat itu tidak pernah terdengar sekalipun. Beberapa hari lagi romantisme Februari akan selesai dan memasuki bulan yang baru yaitu bulan Maret, bulan di mana ruang yang masih kosong terpampang dengan nyata dengan notifikasi yang tidak pernah berbunyi tentang berdua dan kebahagiaan. Tidak apa-apa, tidak dirayakan.
Genangan air selalu ada dalam kubang kenangan, seperti jaringan kanker yang tersebar tanpa terdeteksi. Sepertinya memang bulan Maret yang dalam beberapa hari lagi akan datang, masih akan sama, menjadi hal-hal yang biasa saja atau malah hambar. Ah, ini sulit dimengerti tapi ini bukan hoaks yang harus dinikmati apalagi.
***
02 Februari 2026
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar