Apa yang sebenarnya dicari? Kesombongan berkedok kasih sayang atau gaya hidup yang hedonis. Hari kesembilan bulan kedua, benar-benar menjadi pencuri kebahagiaan yang hebat. Tapi akan coba memahami, rela kehilangan demi kebahagiaan seseorang.
Ada senyum pagi ini tapi bisa saja itu adalah senyum yang berbohong. Anomali dari tenang teduh. Ada juga neraka yang tersirat namun pagi ini neraka itu menjadi neraka yang indah. Siapa yang peduli? Entahlah.
Walau demikian, kisah pagi ini setidaknya bisa mendapatkan kata terima kasih sudah bersyukur. Katika banyak latar belakang yang terjadi di balik itu, ketakutan akan kematian menyadarkan lebih baik kehilangan dari pada merasakan penyesalan ketika tidak bisa memberikan kebahagiaan.
Benar-benar pencuri kebahagiaan yang hebat, hari ini setidaknya kembali berhasil menghadapi post power syndrome yang sudah lama merajalela. Hari ini masih bisa menggagalkan keegoisan diri, besok belum tentu. Jadi bener lah kalimat yang mengatakan kesusahan sehari cukup untuk sehari.
Cerita pagi ini adalah romantisme yang akan terekam dalam memori, dan tidak ada penyesalan yang terjadi pagi ini.
***
Rantauprapat, 09 Februari
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar