Pecahan Beling
...
Ingin kuhapus air mata yang tumpah dari netramu
Agar wajahmu tetap bisa tersenyum dengan indah
Ingin kucegah kepedihan timbul dari hatimu
Agar tak menjadi ratapan hingga akan menebarkan pecahan beling di perjalanan waktumu
Namun aku tak mampu
Tak mampu menjauhkanmu dari butiran air mata
Aku tak bisa memberimu bahagia
Dengan sadar aku hanya membiarkanmu bersemayam dalam luka dan menahan kesesakan pun merasakan pecahan beling di hatimu seorang diri
Kusemai kerinduan untuk bisa bersenda gurau dan bersama menikmati tawa di antara kita
Seperti biasa, aku hanya lari dari kenyataan hidup dan seringkali aku hanya meniupkan daun-daun amarah padamu
Harapku, kau akan memaafkanku dan melupakan luka yang tercipta karenaku
Sebab, bukannya aku tak mencintaimu
Tapi aku lebih sering melebur dalam keegoisan menjadi seseorang yang mengisi ruang-ruang hidup dengan hal-hal bodoh
***
Lusy Mariana Pasaribu
Rantauprapat, 13 Mei
14:30 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar