...
Sebab mengejar cinta, yang ternyata hanya cinta semu
Duniaku pernah meratap, begitu pedih. Ranting asmaraku pun patah, patahannya menusuk-nusuk rongga hati. Buatku sempat tak lagi percaya cinta
Dan paradigma itu berubah sejak kau hadir di perjalanan waktuku
Hadirmu bagaikan cahaya bianglala, kau mampu melepaskanku dari monumen lara yang terpahat di palung hatiku. Bunga-bunga asmara pun kembali tumbuh. Memberikan kesegaran nan memabukkan. Kau penuduh jiwa bagiku
Kau pun menjadi kisah cintaku, kebahagiaanku. Kau memiliki makna yang istimewa bagiku
Aku berharap untuk bisa menjalani masa hidupku denganmu. Di ufuk cinta, aku ingin bersandar nyaman padamu. Tenggelam dalam dunia yang bernama dirimu. Di mana hati dan jiwa kita akan menyatu dalam rasa, sebab rasa yang datang dari ketulusan hati akan kembali pada hati
***
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar