...
Ketika perihal kamu mulai terhapus dari linimasa hatiku, namun beberapa kenangan tentangmu masih menusuk-nusuk hati ini. Terlebih bila cerita tentangmu muncul dalam ingatan.
Semakin hari semakin menimbulkan duri bagiku.
Tapi, aku harus benar-benar kembali pada realita. Bahwa kamu hanyalah keindahan yang tak lagi bisa ada di sisiku. Karena terlalu banyak penghalang bagi kita untuk bersatu.
Alangkah baiknya, aku terbangun pun memutuskan untuk mulai melangkah pergi sejauh-jauhnya dari kamu. Agar selanjutnya aku mampu menidurkan segalanya mengenaimu, dan tak lagi terusik pada kenangan lalu. Ya, kamu adalah kenangan dan aku tak ingin terjatuh dalam lubang kenangan tentang kamu.
Yang kuingin adalah bergembira, merayakan kehilangan tanpa kamu di hatiku
***
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar