Minggu, 26 April 2026

Tidak Pernah ada Kata Patah bagi Kita

Kulturtava
...

Ternyata sakit, mendapati orang yang harusnya mengerti bersikap dan berterima kasih tapi melakukan hal yang sebaliknya, apakah tidak merasa kehidupan ini terbatas dan masa waktunya juga ada batas? Benar, kita semua adalah bom waktu. Dan malam ini menjadi sejarah dari cerita hidup tentang seseorang, apakah sudah kehilangan jiwa dan juga kesadaran?

Belum lama seseorang itu kembali, dikira-kira cinta ini akan kembali tumbuh dengan benar tapi nyatanya cinta itu karam, apakah hanya karena uang dan uang dan uang. Begitu takutnya kah, Bukankah seharusnya yang diusahakan adalah mengusahakan segala daya untuk melihat senyuman dari mereka yang masih bisa kita lihat.

Kenapa harus menjadi rumput liar yang tidak akan berguna dan berakhir dengan pembuangan, kenapa harus menjadi kisah-kisah rumah tanpa jendela, bukankah sebaiknya, tidak pernah ada kata patah bagi kita selagi masih ada kesempatan. Untuk apa menyerahkan diri pada keliaran demi keliaran yang menjatuhkan, kita mungkin merasa sakit tapi ada yang jauh lebih sakit dan kita abaikan.

Air mata mengalir begitu saja, melihat dan merasakan segala luka yang pernah kita buat terhadap mereka. Mereka yang tidak pernah patah terhadap kita, sudah menjadi kewajiban dan keharusan bagi kita juga untuk tidak pernah ada kata patah bagi mereka. Hari-hari ini adalah jahat dan apakah kita akan kembali berbuat jahat pada mereka, jawabannya sering sekali berbuat jahat ketika awareness tidak lagi dimiliki,  dan itu adalah kebodohan yang seharusnya tidak boleh lagi diulangi.

***

26 April 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar