Aib, martabat hancur. Hahhha, lucu bukan. Siapa yang menjadi tersangka, siapa yang menjadi korban. Juni dua tahun lalu, adalah kisah horor dan si bajingan. September dua tahun setelahnya adalah kisah yang kembali terulang. Jijik dan menjenuhkan.
Horor mematikan itu terasa menyesakkan. Kenapa harus selalu seperti ini? Ini ibarat rindu yang tak boleh dirindukan. Seperti lumpur di jalan yang benar harus di hindari. Sepotong kebaikan pun tidak didapati. Harus memenuhi setiap kata yang terucap dan dimau.
Ada penjarahan mental pagi ini, hanya demi keotoriteran. Kenapa harus miliki hati yang kosong? Ada hikayat permusuhan pagi ini. Tentang rumah yang bukan benar-benar rumah. Tentang bajingan yang benar-benar bajingan. Kepedulian telah mati.
September kali ini adalah ingatan yang suram. Ini kisah dan cerita yang tak seharusnya pernah ada, yang benar-benar dingin. Bajingan yang brengsek dan mematikan. Tak ada bahasa cinta yang tersisa.
***
Rantauprapat, 01 September 2025
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar