Rabu, 17 September 2025

Kisah Malam Ini Menjadi Catatan yang Plot Twist

http://vocal.media
...

Tenang teduh terbunuh. Bentakan membunuh. Amarah lalu lalang dalam diri. Sebegitu tidak berharganya kah? Dan Haruskah selalu berkompromi, menerima setiap ucapan dan tindakan yang melukai?

Dengan sadar dan sengaja, mempersalahkan padahal melihat dan mendengar dengan jelas. Memberikan badai sesuka hati. Ternyata memang tidak pernah bisa dijadikan rumah, lebih baik dari awal tidak pernah kembali.

Kisah malam ini menjadi catatan, bahwasanya ada yang tidak bisa diubah oleh waktu. Yang dikira-kira ada, dianggap bisa berubah, ternyata tidak semudah itu walaupun sudah pernah pergi.

September ternyata tidak selalu menjadi September ceria, banyak kegamangan dan kekakuan yang beku. Barangkali lebih baik tidak bersama, karena ketika tidak bersama pun kala itu tidak ada masalah. Yang ada malah sekarang ketika kembali pulang dan bersama sering terjadi intimidasi.

Kisah malam ini menjadi catatan yang plot twist, menabur yang baik saja hasilnya belum tentu baik apalagi menabur yang tidak baik. Well, hidup yang penuh huru-hara. Terkadang perjalanan hidup barangkali perlu untuk ditertawakan.

Sebaiknya lebih lagi bisa menahan diri dan tidak lagi menjadi pahlawan terhadap keributan yang wara-wiri di kepala. Demikian!
***
Rantauprapat, 17 September 2025
Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar