Sabtu, 05 April 2025

Jangan Pasrah dan Menjadi Dungu, Berbahagialah!

Fineartamerica.com
...

Sunyi kau peluk erat, sepertinya kisah yang ada memiliki sejarah kelam dalam kehidupan. Lantas, mengapa membiarkan sunyi memeluk erat dan merelakan terbunuh?

Pagi menjelma hangat, namun luka merintih (henti), ke mana kekuatan dalam kesederhanaan? 

Entah masih ada, entah sebaliknya dan jikalau ada, berarti itu: kau.

Ini drama kehidupan yang kau jalani, dan yang sering terjadi tidak jujur pada realita. Hey kau, jangan pasrah dan menjadi dungu. Kau tak lagi muda, Jalanilah sisa akhir hidup yang masih akan ada dengan syukur dan penuh harapan. Jangan lagi sunyi kau peluk erat.

Kembali miliki kekuatan dalam kesederhanaan, kau itu berharga. Jangan lain menjalani hidup dengan egois yang tidak benar, karena keegoisan akan berakhir pada penyesalan. Sudahi ketidakwarasanmu selagi ada waktu, untuk apa menyia-nyiakan hidup dengan menjadi pembangkang dan bersikap seperti bunglon yang berubah-ubah.

Jangan coba-coba lagi menikmati sejarah kelam yang pernah ada dan yang pernah kau jalani dalam hidup, jangan coba-coba lagi mencicipi dosa dan membiarkan dirimu dipeluk hangat oleh sunyi.

***

Rantauprapat, 05 April 2025

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar