Ah, banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan ada jawabannya. Entahlah, apa yang kamu inginkan dari situasi semacam ini? Harapan-harapan yang pernah bertamu kini menjadi harapan-harapan yang gaduh.
Sejarah hati yang kamu ciptakan adalah secara hati yang gagu. Bukankah cinta tidak ada selamanya, kamu ada itu sakit tapi anehnya ketika kamu tidak ada itu jauh lebih sakit.
Hari keenam belas bulan keempat, sudah berjanji pada diri sendiri, selalu mengiyakan apa yang diminta dan apa yang yang di mau, karena jika itu adalah kebahagiaanmu tidak apa-apa. Tak jarang kamu memberikan hari kesedihan yang merajalela, namun harus tetap diam sebab tidak boleh bersuara. Kamu adalah otoriter mutlak, yang tidak akan pernah disanggah.
Apakah sifat yang selalu merasa lebih baik dan benar begitu memikat? Sehingga banyak cerita-cerita yang harus terpaksa selesai, seperti harapan-harapan yang menjadi gaduh. Karena kamu tanpa ego/kedegilan adalah sesuatu yang asing.
Yang terlihat dan terasa adalah kamu selalu berbuat sesuka kamu, mengatur burung-burung yang kamu kuasai dan kamu jerat dalam sangkar.
Semestinya, kamu menjadi sandaran! Bukan menjadi ketakutan dan membuat rasa ingin menyerah. Terlalu banyak yang mati sebelum mati karena kamu.
***
Rantauprapat, 17 April 2025
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar