Selasa, 01 April 2025

Ini tentang Patah Hati

Pixabay
...

Maret beberapa hari yang lalu, di tengah keterbatasan dan ketidakberdayaan, perempuan itu masih berusaha untuk memberikan senyum bahagia, tiba-tiba saja saat ini menghantarkan air mata dan rasa sakit.

Mencipta sejarah baru, tengah malam yang kaku dan beku menjadi jam-jam yang kelabu. Mata telanjang perempuan itu terlalu lelah untuk menangis. Sepanjang perjalanan hidup yang telah dilalui nyaris hanya air mata yang menemani, terlalu sibuk memikirkan perkara-perkara yang lain juga terlalu egois untuk tidak memikirkan diri sendiri bahkan sampai tangan dan kaki tidak lagi berfungsi dengan sewajar-wajarnya.

Kemungkinan sebentar lagi bukan saja fisik perempuan itu yang tidak normal tapi juga kewarasan dan mental yang dipunya. Sialnya tidak ada yang perduli, seperti tengah malam buta saat ini, sendirian di keramaian, tidak ada yang perduli bukan. Tidak ada cinta dan tidak ada kebahagiaan di malam buta ni, karena yang ada tebang pilih meredupkan harapan dan sumber tawa yang harusnya ada.

Seperti jari-jari tangan yang tidak lurus bak  jelly lentur tidak bertenaga, seperti itulah hati ketika merasakan sakit yang berkepanjangan dan tidak lagi berdaya, menyerah pada kenyataan dan menyerah pada perasaan yang hancur. Ini seperti cinta tapi tersiksa, terluka tapi tidak bisa pergi. Ini seperti sejarah lama yang terus berulang sampai hari baru di bulan yang baru. Ini tentang patah hati.

Selepas tengah malam buta ini, saat cahaya matahari menunjukkan wajah, harusnya perempuan itu tidak lagi berekspektasi lebih terhadap drama-drama kehidupan yang akan dilihat dan didengar. Tidak terpikat pada harapan-harapan semu. Barangkali kejadian seperti ini kan terulang kembali di hari yang lain. 

Yang perlu dilakukan perempuan itu, selagi masih bisa hidup coba untuk egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Karena tidak ada yang akan melihat kesusahan dan memikirkan tentang tenang teduh dan kesejahteraanmu.

***

Rantauprapat, 01 April 2025

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar