Jumat, 13 Maret 2026

Berhenti di Halaman yang Sama

Kulturtava 
...

Geli, menggelikan. Kehidupan yang telanjang seakan penuh kejutan. Ternyata tidak berhenti di halaman yang sama. Tidak satu peribahasa, yang satu ada di jalan a dan yang satu lagi ada di jalan z.

Bagaimana mungkin mampu menahan diri?

Janji demi janji yang terucap namun terlupakan, hari ketiga belas bulan ketiga menyadarkan untuk tidak terlalu terusik dengan segala hidup dan tidak mau diusik. Menyakitkan.

Sungguh percakapan tadi adalah penyesalan, karena perjalanan ke depan masih terlalu panjang. Ketika mengatakan masih memiliki saja sudah bersyukur padahal itu semua omong kosong, barangkali sebenarnya ketika sudah tiada dan tidak lagi merasakan kehadiran baru benar-benar menyesal. Melupakan janji, hahhah. Berhenti di halaman yang sama sepertinya tidak demikian. Ini adalah catatan hari ketiga sebelum usia bertambah, tentang kalimat-kalimat panjang yang sepertinya tidak akan pernah selesai hingga maut memisahkan.

Ada di persimpangan dan menjadi perantara itu menyakitkan, mendengar dan melihat itu adalah kesalahan yang harusnya tidak terjadi. Siang hari yang menyebalkan, siang hari yang menjadi huru-hara dan menimbulkan kepala yang berisik. Terlalu memuakkan, sesak. Bagaimana rasanya terkurung dan tidak bisa bergerak kemana-mana. Yang dikira bisa memberikan penerimaan dan bisa berhenti di halaman yang sama ternyata tidak sama sekali. Apakah benar-benar cinta atau benar-benar tulus?

***

Rantauprapat, 13 Maret 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar