Senin, 09 Maret 2026

Ada Apa dengan Malam Ini?

Kulturtava 
...

Hu, boom. Ledakan yang telah lama padam kembali hidup dengan dahsyat. Satu malam dan percakapan yang tidak berenergi membangkitkan trauma. Ada apa dengan malam ini? Sial.

Cerita di balik obrolan yang tidak manis, berharap masih ada tenang teduh. Tetap melangitkan harapan-harapan baik. Bukankah seharusnya lebih baik menahan kata-kata daripadta mengucapkan hal yang sampah.

Ada apa dengan malam ini? Kenapa membiarkan mata itu kembali basah, ada ketakutan dari kekecewaan, kegelisahan yang begitu. Tidak lagi mau terulang kepada kejadian-kejadian yang lalu, terperangkap dalam kisah sedih. Keputusan-keputusan yang dahulu tidak lagi memang bisa diubah namun keputusan-keputusan yang sekarang harus benar-benar pikirkan untuk jangka panjang.

Ada apa dengan malam ini? Ada apa dengan hati? Berharap selepas malam ini, kondisi jauh lebih baik. Tidak ada lagi hujan , tidak ada lagi kemarau yang berkepanjangan. Tidak boleh dan tidak akan membiarkan ini menjadi pertarungan yang tidak berkepanjangan. Kabut lembah di malam kesembilan bulan ketiga, menjadi ruang untuk menahan diri lebih baik dan tidak menjadi batu sandungan. Tidak menjadi sialan yang akan tetap sial.

Barangkali demikian.

***

Rantauprapat, 09 Maret 2026

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar