Senin, 07 September 2020

Sebuah Luka di Ruang Hati

@kulturtava
...
Ada yang perlu dibiarkan, menghilang tanpa dijelaskan. Entah sudah berapa banyak luka yang berjatuhan pada semesta perempuan itu.

Pada masa lalunya, kisah tentang hidupnya, ada sebuah luka di ruang hati perempuan itu yang dia biarkan tanpa penyelesaian. Perempuan itu telah muak terhadap ketidakadilan yang menimpa keadaannya. 

Perempuan itu terkadang gamang dan memilih diam dalam menjalani jejak di perhitungan waktu yang dia lalui. Dia pernah lari dari kenyataan untuk perduli pada dirinya sendiri. Merelakan diri berada dalam labirin gelap yang dingin dan tak bercahaya. 

Bagaimana semestinya perempuan itu hidup? Sesungguhnya, dia harus bersepakat dengan diri. 

Dalam pemahamannya, dia hanya bisa mempersalahkan diri sendiri. Mematikan rasa untuk tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar. Perempuan itu sering menuntun bahagia tapi dia tidak akan pernah bahagia jika hanya menuntut dan tidak pernah mengakui bahwa dia pernah bahagia.

Sebenarnya, selalu ada pilihan untuk perempuan itu. Mau bahagia atau tidak? Itu adalah pilihan. Karena, realita hidup tidak seindah dan sebahagia itu. Seperti yang terdapat dalam puisi-puisi romantis yang sudah tertulis dari para pemuisi. 

***
Lusy Mariana Pasaribu 
Rantau Prapat, 08.09.2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar