@kulturtava
...
Perasaanku pernah dijatuhkan kebahagiaan. Dan perasaan itu telah berpindah haluan. Kejujuran dan pengakuanku, mampu mengubah keberadaan rasa itu.
Terkadang rasa memang seperti embun, sebentar hilang lenyap. Jika tanpa ketulusan yang murni. Aku pernah enggan meninggalkan rasa ini. Terlalu takut kehilangan kamu.
Realita yang terungkap menjadi alasanku menjauh. Sikap tak pedulimu adalah tanda wujud kekalahan rasaku, yang buatku alami anomali hati. Aku meradang. Akhirnya aku berfikir untuk mencari arah yang berbeda darimu.
Aku dan kamu tak pernah jadi pemenang di hati kita masing-masing.
Hey kamu, yang pernah aku pilih. Ternyata kamu hanya jadi sejarah di hidupku.
Kamu harus tahu.
Tidak ada lagi air mata yang kujatuhkan karenamu. Semua sudah cukup!
***
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar