Pixabay
...
Pukul empat pagi
Aku terbangun hari itu, dan entah mengapa aku tak lagi bisa memejamkan mataku
Aku memutuskan untuk berselancar pada akun media sosialku. Dan di halaman beranda aku media sosialmu, kau meninggalkan jejak yang menyakitkan perasaanku. Aku menemukan, tuduhan yang tak mendasar darimu dan itu bersemayam di kalimat dusta yang pedas darimu
Seperti mimpi yang tak pernah kumimpikan. Kenyataan yang kejam menyala di hatiku, kau seseorang yang dekat denganku, memberiku pukulan yang keras di kepalaku
Kau mencuri kedamaian di jiwaku. Dan aku sendiri tak tahu, kenapa mengizinkan hatiku disakiti olehmu. Aku menyalahkan diriku sendiri hari itu
Pukul empat pagi hari itu, aku kecewa
Aku ingin memperbaharui hatiku dari perasaan ini, agar aku tak terperangkap dalam kehampaan
Dan,
Hari ini, aku sudah mampu meraih penerimaan terhadapmu. Aku sudah benar-benar bisa tersenyum saat berhadapan denganmu
***
Lusy Mariana Pasaribu
[Rantauprapat, 14.08.2020, 08:35]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar