Jumat, 21 Agustus 2020

Dosen yang Beragama Kristen, Mengajar di Universitas Islam

Pixabay
...
16 Februari 2016 tepatnya hari Kamis, hari pertama saya masuk ke kampus dan menerima jadwal mata kuliah yang akan saya ampuh di semester genap.

Beberapa bulan sebelumnya, saya sudah memberikan surat lamaran kerja ke beberapa kampus yang ada di kota tempat saya tinggal. Surat lamaran kerja saya hanya bermodal SKTL (surat keterangan tanda lulus), karena kala itu saya belum di wisuda dari kampus tempat saya menempuh pendidikan Pascasarjana.

Akhirnya tiba di bulan Februari 2016, saya mendapatkan kabar baik. Salah satu kampus tempat saya melamar pekerjaan tadi, memberikan saya kesempatan untuk mengajar di sana. 

Dan kisah saya dimulai, kisah saya mengajar di Universitas Islam. Karena kampus yang menerima saya bekerja adalah Universitas Islam Labuhan Batu. 

Lantas, apakah menjadi masalah jika saya yang seorang Kristen mengajar di Universitas Islam? Seorang minoritas bekerja di lingkungan mayoritas. Mungkin benar akan menjadi masalah, jika saya sendirilah yang mempermasalahkannya. 

Tapi saya tidak melakukan hal itu. Saya bersyukur atas penerimaan yang saya terima dari teman-teman kerja saya. Saya pun memiliki keluarga baru, walau sebenarnya saya dan mereka (teman kerja) tak seirama mengenai keyakinan.

Mengenai pro kontra, pastilah saya mengalami hal itu. Bahkan dari orang terdekat, banyak yang meminta untuk tidak bekerja di Universitas itu. Tapi saya tidak melakukan hal itu, karena saya yakin bahwa saya tidak perlu mengislamkan diri untuk mengajar di Universitas Islam. Mata kuliah yang saya ajar pun, mata kuliah yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. 

Namun saya juga mengalami sedikit keganjilan. Namanya juga kampus Islam, setiap kegiatan atau program yang ada di kampus, pastilah dominannya beraroma islami. Dan saya tidak pernah mengikutinya sekali pun. Dan hal itu saya pahami dan terima dengan kesadaran.

Seperti jodoh yang tak akan ke mana dan sulit untuk dihindari dan akhirnya dipilih untuk menetap di hati. Demikian pula untuk saya, saya memilih untuk menikmati waktu dengan menyakini bahwa bekerja di Universitas Islam adalah pilihan yang tepat.

Seperti ragam warna yang terdapat dalam sebuah lukisan, lukisan itu tetap akan terlihat indah walau disusun dari banyak warna. Demikian pula perihal saya pribadi, saya dosen Kristen yang menikmati proses belajar mengajar di Universitas Islam. Minoritas dan mayoritas akan serasi di dalam perbedaan

Seperti pedoman yang ada pada bangsa kita, BHINEKA Tunggal Ika. Walaupun berbeda tetap satu. Seperti itu juga yang saya yakini. Walaupun saya berbeda, saya tetap bisa menempatkan diri untuk mengerjakan bagian saya di kampus sebagai pendidik. Dan tidak akan mengusik dan melewati batas apa pun selain perihal pendidikan

Salam perbedaan 

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar